@m_cissney: #costume #halloween

MILLY 🐰
MILLY 🐰
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 25 October 2026 01:53:13 GMT
3187
297
5
10

Music

Download

Comments

hearts4ferran
𝓑𝓸𝓻𝓪 🌟𝄞 :
millyyyyy [Snicker]
2026-10-25 06:40:17
1
idontknowyou682myaaaa
ℳᥫ᭡. :
OUUUU BADDIEEE
2026-10-25 02:06:41
0
mrleo9007
MrL∃Oメ𝟶₉⁹₉𖣂yvl :
Hi milly
2026-10-25 02:04:09
0
juvideal
Juvideal :
Very nice 👍
2026-10-25 01:56:01
0
mrcarlson.09
🄼🅁 🄵🄰🄽🅃🄰🅂🅃🄸🄲 :
2026-10-25 02:41:05
0
To see more videos from user @m_cissney, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dua hal besar yang sering menghalangi manusia dari Allah yaitu cemas atas rezeki dan takut kepada makhluk. Keduanya tampak seperti urusan dunia biasa, tetapi dampaknya menjalar sampai ke hati. Orang tetap beribadah, tetap menyebut nama Tuhan, namun perhatiannya sudah terpecah. Yang satu ditarik oleh kekhawatiran akan cukup atau tidak. Yang lain ditarik oleh rasa takut pada penilaian, tekanan, dan kuasa manusia. Cemas atas rezeki membuat doa dan usaha kehilangan ketenangannya. Manusia bekerja, tetapi hatinya tidak ikut tenang. Ia menghitung terus, membandingkan terus, dan merasa seolah pemberi rezeki bisa terlambat atau lupa. Padahal kecemasan itu jarang menambah satu keping pun. Yang sering bertambah justru kesempitan dada. Ketika rezeki menjadi pusat takut, Tuhan pelan-pelan digeser dari pusat sandaran. Takut kepada makhluk bekerja dengan cara yang berbeda. Orang menunda kebenaran karena khawatir dimusuhi. Ia menyesuaikan prinsip agar aman di hadapan atasan, keramaian, atau orang yang berpengaruh. Rasa segan kepada manusia lalu lebih kuat daripada rasa patuh kepada Allah. Di luar tampak luwes. Di dalam, orientasinya sudah berubah: yang ditakuti lebih dulu adalah reaksi orang, bukan kehilangan ridha Tuhan. Keduanya saling menguatkan. Orang yang cemas soal rezeki lebih mudah tunduk pada makhluk yang dinilai memegang peluang dan gaji. Orang yang takut pada makhluk lebih sulit bertawakal, karena rasa amannya digantungkan pada perlindungan manusia. Lambat laun hubungan dengan Allah menjadi formal. Ada ibadah, ada bacaan, tetapi tidak ada keberanian dan ketenangan yang semestinya lahir dari iman. Karena itu, membersihkan hati dari dua hal ini adalah bagian dari mendekat kepada Allah. Bekerja tetap perlu, tetapi tanpa menuduh bahwa rezeki tidak diatur. Bergaul tetap perlu, tetapi tanpa menjadikan manusia sebagai sumber takut yang paling utama. Siapa yang sanggup meredakan cemas atas rezeki dan takut kepada makhluk, biasanya menemukan ruang yang lebih lega untuk benar-benar menghadap Tuhan—bukan hanya dengan lisan, tetapi dengan hati yang tidak lagi dikuasai oleh dua penghalang itu. #hijrah #dakwah #fyp #nasehat #motivasi
Dua hal besar yang sering menghalangi manusia dari Allah yaitu cemas atas rezeki dan takut kepada makhluk. Keduanya tampak seperti urusan dunia biasa, tetapi dampaknya menjalar sampai ke hati. Orang tetap beribadah, tetap menyebut nama Tuhan, namun perhatiannya sudah terpecah. Yang satu ditarik oleh kekhawatiran akan cukup atau tidak. Yang lain ditarik oleh rasa takut pada penilaian, tekanan, dan kuasa manusia. Cemas atas rezeki membuat doa dan usaha kehilangan ketenangannya. Manusia bekerja, tetapi hatinya tidak ikut tenang. Ia menghitung terus, membandingkan terus, dan merasa seolah pemberi rezeki bisa terlambat atau lupa. Padahal kecemasan itu jarang menambah satu keping pun. Yang sering bertambah justru kesempitan dada. Ketika rezeki menjadi pusat takut, Tuhan pelan-pelan digeser dari pusat sandaran. Takut kepada makhluk bekerja dengan cara yang berbeda. Orang menunda kebenaran karena khawatir dimusuhi. Ia menyesuaikan prinsip agar aman di hadapan atasan, keramaian, atau orang yang berpengaruh. Rasa segan kepada manusia lalu lebih kuat daripada rasa patuh kepada Allah. Di luar tampak luwes. Di dalam, orientasinya sudah berubah: yang ditakuti lebih dulu adalah reaksi orang, bukan kehilangan ridha Tuhan. Keduanya saling menguatkan. Orang yang cemas soal rezeki lebih mudah tunduk pada makhluk yang dinilai memegang peluang dan gaji. Orang yang takut pada makhluk lebih sulit bertawakal, karena rasa amannya digantungkan pada perlindungan manusia. Lambat laun hubungan dengan Allah menjadi formal. Ada ibadah, ada bacaan, tetapi tidak ada keberanian dan ketenangan yang semestinya lahir dari iman. Karena itu, membersihkan hati dari dua hal ini adalah bagian dari mendekat kepada Allah. Bekerja tetap perlu, tetapi tanpa menuduh bahwa rezeki tidak diatur. Bergaul tetap perlu, tetapi tanpa menjadikan manusia sebagai sumber takut yang paling utama. Siapa yang sanggup meredakan cemas atas rezeki dan takut kepada makhluk, biasanya menemukan ruang yang lebih lega untuk benar-benar menghadap Tuhan—bukan hanya dengan lisan, tetapi dengan hati yang tidak lagi dikuasai oleh dua penghalang itu. #hijrah #dakwah #fyp #nasehat #motivasi

About