@punnygumji: #RoV #RoVThailand #AbyssalClash #โหมดบันเทิงเล่นง่าย

punny
punny
Open In TikTok:
Region: TH
Sunday 25 October 2026 02:49:04 GMT
41326
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @punnygumji, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pemerintah Kabupaten Trenggalek mempertajam prioritas program dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Langkah ini menyusul proyeksi penurunan kemampuan fiskal daerah akibat berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Pemkab Trenggalek bersama komisi-komisi DPRD kini membahas dan mempertajam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027. Pembahasan tersebut bertujuan menyesuaikan rencana program dengan kemampuan keuangan daerah. Penjabat (PJ)  Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan DPRD terus menyelaraskan program kerja. Langkah ini diperlukan agar pemerintah dapat mengalokasikan anggaran sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan. “Dalam pembahasan atau penajaman di komisi, sejauh mana dari beberapa yang sudah diajukan mulai tahapan awal sampai kondisi saat ini, dimungkinkan ada skala prioritas program-program pemerintah melalui kementerian masing-masing yang perlu menjadi perhatian,” terang Triadi. Proyeksi Anggaran 2027 Turun ke Kisaran Rp1,7 Triliun Penajaman program menjadi penting karena proyeksi kemampuan fiskal Kabupaten Trenggalek mengalami penurunan. Triadi menyebutkan, total anggaran daerah pada 2027 diperkirakan hanya mencapai kisaran Rp1,7 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kemampuan anggaran pada tahun-tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp1,9 triliun. “Kalau dulu bisa mencapai Rp1,9 triliun, tahun ini diperkirakan Rp1,7 triliun sekian,” beber Triadi. Penurunan proyeksi anggaran tersebut mendorong pemerintah daerah menyeleksi usulan kegiatan secara lebih cermat. Pemkab perlu mempertimbangkan kebutuhan pelayanan dasar, penanggulangan kemiskinan, serta pembangunan infrastruktur penting. Melalui penajaman KUA-PPAS, pemerintah daerah dan DPRD dapat mengevaluasi kembali program yang telah diusulkan. Penyesuaian diperlukan agar rencana belanja tetap sejalan dengan kapasitas fiskal daerah. Pemkab Menunggu Kepastian TKD dan DBH Di tengah pembahasan anggaran, Pemkab Trenggalek masih menunggu penetapan alokasi transfer dari pemerintah pusat. Hingga kini, pemerintah daerah belum menerima kepastian besaran Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk tahun anggaran 2027. “Termasuk berkaitan dengan TKD maupun dana bagi hasil, kita juga menunggu alokasi dari pusat,” ungkap Triadi. Kepastian alokasi tersebut akan menentukan kemampuan Pemkab Trenggalek membiayai program pembangunan dan pelayanan publik. Pemerintah daerah perlu menyesuaikan rencana belanja setelah menerima angka resmi dari pemerintah pusat.(CIA) #ProyeksiAPBD2027 #FiskalTrenggalek #KUAPPAS2027 #BeritaTrenggalek #BiozTV
Pemerintah Kabupaten Trenggalek mempertajam prioritas program dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Langkah ini menyusul proyeksi penurunan kemampuan fiskal daerah akibat berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Pemkab Trenggalek bersama komisi-komisi DPRD kini membahas dan mempertajam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027. Pembahasan tersebut bertujuan menyesuaikan rencana program dengan kemampuan keuangan daerah. Penjabat (PJ)  Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan DPRD terus menyelaraskan program kerja. Langkah ini diperlukan agar pemerintah dapat mengalokasikan anggaran sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan. “Dalam pembahasan atau penajaman di komisi, sejauh mana dari beberapa yang sudah diajukan mulai tahapan awal sampai kondisi saat ini, dimungkinkan ada skala prioritas program-program pemerintah melalui kementerian masing-masing yang perlu menjadi perhatian,” terang Triadi. Proyeksi Anggaran 2027 Turun ke Kisaran Rp1,7 Triliun Penajaman program menjadi penting karena proyeksi kemampuan fiskal Kabupaten Trenggalek mengalami penurunan. Triadi menyebutkan, total anggaran daerah pada 2027 diperkirakan hanya mencapai kisaran Rp1,7 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kemampuan anggaran pada tahun-tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp1,9 triliun. “Kalau dulu bisa mencapai Rp1,9 triliun, tahun ini diperkirakan Rp1,7 triliun sekian,” beber Triadi. Penurunan proyeksi anggaran tersebut mendorong pemerintah daerah menyeleksi usulan kegiatan secara lebih cermat. Pemkab perlu mempertimbangkan kebutuhan pelayanan dasar, penanggulangan kemiskinan, serta pembangunan infrastruktur penting. Melalui penajaman KUA-PPAS, pemerintah daerah dan DPRD dapat mengevaluasi kembali program yang telah diusulkan. Penyesuaian diperlukan agar rencana belanja tetap sejalan dengan kapasitas fiskal daerah. Pemkab Menunggu Kepastian TKD dan DBH Di tengah pembahasan anggaran, Pemkab Trenggalek masih menunggu penetapan alokasi transfer dari pemerintah pusat. Hingga kini, pemerintah daerah belum menerima kepastian besaran Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk tahun anggaran 2027. “Termasuk berkaitan dengan TKD maupun dana bagi hasil, kita juga menunggu alokasi dari pusat,” ungkap Triadi. Kepastian alokasi tersebut akan menentukan kemampuan Pemkab Trenggalek membiayai program pembangunan dan pelayanan publik. Pemerintah daerah perlu menyesuaikan rencana belanja setelah menerima angka resmi dari pemerintah pusat.(CIA) #ProyeksiAPBD2027 #FiskalTrenggalek #KUAPPAS2027 #BeritaTrenggalek #BiozTV

About