@serilizawaty:

butterfly 🦋
butterfly 🦋
Open In TikTok:
Region: MY
Sunday 25 October 2026 03:35:57 GMT
15857
153
17
41

Music

Download

Comments

february.girl61
February girl :
kenapa KLU tengok dari jauh mulut nya mcm nok senget sebelah mcm tuan nya senget
2026-10-25 05:10:03
12
_nur_safia_
Nur Ainna :
nampak tua dr biasa..tp npak sopan kak liza..
2026-10-25 03:48:30
6
ida_zaidah
ida zaidah :
terus x berselera nak beli🤣
2026-10-26 03:26:47
1
bumihanyahayalan18
nico Robin :
moga dipemudahkan segala ursan akk liza
2026-10-25 05:30:52
3
mieyaadiena
~💫BiNtaNg🌜BuLaN🌞MeNtaRi~ :
Ada Iras Fauziah Nawi
2026-10-26 02:50:59
0
kak_ketumbar
kak_ketumbar :
Cantik tudung2 nya.. klau dekat boleh pergi
2026-10-25 09:37:24
0
fzemann
MieMimie :
ingatkan mak ĺeha😂😂
2026-10-25 11:10:43
1
acar.warisan.home
Pakcik Arie Shop :
2026-10-25 08:01:25
0
love.red10
💕baby sweet 💕 :
2026-10-25 10:00:21
0
daisyloff6
Daisyloff :
nampak style memakcik terus rang tua ni pakai
2026-10-25 18:59:04
1
riema101
mami riema :
terus nampak mcm iklan bundle
2026-10-25 06:03:06
4
americano6390
americano :
tanpa filter
2026-10-25 10:43:17
1
inarahamzah
k@kMie :
ingatkan nk sebut jgk rami cing² kreng²
2026-10-25 06:49:58
0
sebabbolehdik21
KETUA PANITIA SIGMA :
2026-10-25 11:46:22
0
ciknur44
Eyykinn🌸 :
2026-10-25 19:23:37
0
shahrularsad
Shahrularsad :
Cing2 Kreng2 serrr2 hahahaha
2026-10-25 04:23:16
0
zya_zaraa
ZYA ZARA :
👌👌
2026-10-25 06:26:32
0
To see more videos from user @serilizawaty, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Suara.com - Bangunan baru Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes di kawasan Aek Tapa, Rantauprapat, nyaris tenggelam setelah terendam air banjir akibat hujan deras. Gedung fasilitas publik tersebut berdiri di dataran rendah yang selama ini dikenal sebagai titik langganan genangan air saat cuaca ekstrem. Kondisi memprihatinkan ini terekam jelas dalam unggahan akun media sosial @rezakurniawan0 yang memperlihatkan air kecokelatan merendam bagian bawah pintu bangunan. Ironisnya, fasilitas tersebut terpantau masih sepenuhnya kosong tanpa aktivitas operasional maupun barang dagangan di dalamnya. Warga setempat langsung melontarkan kritik tajam terhadap proses perencanaan dan penentuan lokasi proyek pembangunan fasilitas desa ini. Publik menilai instansi terkait mengabaikan faktor kerawanan lingkungan sebelum mendirikan bangunan di wilayah rawan genangan. Gelombang kekecewaan warganet turut memadati kolom komentar media sosial menanggapi insiden kebanjiran fasilitas desa tersebut. Kritik pedas mengalir menyoroti efektivitas anggaran negara dalam merealisasikan proyek infrastruktur bagi masyarakat akar rumput.
Suara.com - Bangunan baru Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes di kawasan Aek Tapa, Rantauprapat, nyaris tenggelam setelah terendam air banjir akibat hujan deras. Gedung fasilitas publik tersebut berdiri di dataran rendah yang selama ini dikenal sebagai titik langganan genangan air saat cuaca ekstrem. Kondisi memprihatinkan ini terekam jelas dalam unggahan akun media sosial @rezakurniawan0 yang memperlihatkan air kecokelatan merendam bagian bawah pintu bangunan. Ironisnya, fasilitas tersebut terpantau masih sepenuhnya kosong tanpa aktivitas operasional maupun barang dagangan di dalamnya. Warga setempat langsung melontarkan kritik tajam terhadap proses perencanaan dan penentuan lokasi proyek pembangunan fasilitas desa ini. Publik menilai instansi terkait mengabaikan faktor kerawanan lingkungan sebelum mendirikan bangunan di wilayah rawan genangan. Gelombang kekecewaan warganet turut memadati kolom komentar media sosial menanggapi insiden kebanjiran fasilitas desa tersebut. Kritik pedas mengalir menyoroti efektivitas anggaran negara dalam merealisasikan proyek infrastruktur bagi masyarakat akar rumput. "Tujuan utama bukan . untuk memakmurkan Pedes.. tetapi bagaimana anggaran itu keluar... dan dilaksanakan perkara tempat dan omset .. nomor sekian........" tulis salah satu akun menyoroti dugaan lemahnya orientasi hasil program. Sorotan tajam masyarakat kian meluas mempertanyakan pertanggungjawaban hukum dari pihak pelaksana proyek pembangunan yang dinilai salah sasaran. Sejumlah warganet mendesak aparat berwenang untuk mengaudit potensi kerugian negara dari fasilitas yang mangkrak dan terendam banjir. "Ini termasuk kerugian negara bukan sih? klu ada, UUD apa yg dipakai ya? team pelaksana & perencanaan nya bisa di kenakan pasal berapa?" tanya akun lain mempermasalahkan aspek regulasi penggunaan anggaran. Persoalan pemilihan lokasi pembangunan fasilitas publik ternyata juga memicu polemik serupa di berbagai daerah lain di tanah air. Minimnya pengawasan dari tingkat pusat sering kali membuat realisasi program di lapangan jauh dari fungsi utamanya. "Di tempatku kopdes bukan untuk koprasi desa...tp di pke buat padel tempatnya kdg buat acra2 besar..wkwkwkwk...atasan mana tahuuu.tahunyaaaa duitnya cair aja," ungkap warganet lain mengungkap dugaan alih fungsi bangunan di wilayahnya. Kasus ini bermula dari derasnya curah hujan yang mengguyur wilayah Jalan S.M. Raja, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Kondisi geografis kawasan Aek Tapa yang rendah membuat debit air dengan cepat mengepung bangunan tanpa sistem drainase memadai. 🎬 @prawira_dijaya ——

About