@thecameraseven: ни за что!😄 #рек #юмор

КАМЕРА №7
КАМЕРА №7
Open In TikTok:
Region: KZ
Sunday 25 October 2026 15:27:06 GMT
6755
188
1
12

Music

Download

Comments

user5650802049953
user5650802049953 :
😂😂😂😂😂😂
2026-10-25 18:56:07
2
To see more videos from user @thecameraseven, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KESULTANAN SINTANG Kesultanan Sintang adalah sebuah institusi adat, budaya, dan sejarah yang berpusat di Kota Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia. Kerajaan ini memiliki riwayat yang sangat panjang di sepanjang pedalaman Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, bertransformasi dari kerajaan bercorak lokal dan Hindu hingga menjadi kesultanan Islam yang berdaulat, dan kini lestari sebagai pemangku adat Melayu. Perjalanan sejarah Sintang secara garis besar terbagi menjadi tiga fase utama: Fase Kuno & Hindu (Abad ke-13): Berawal dari pemukiman purba di Nanga Sepauk. Tokoh legendaris Aji Melayu membawa pengaruh Hindu ke wilayah ini. Pusat pemerintahan kemudian dipindahkan oleh Demang Irawan ke daerah Senatang (Sintang) di persimpangan sungai. Tokoh perempuan terkenal, Dara Juanti, juga memimpin pada era kuno ini. Fase Islam & Kesultanan (Abad ke-17): Kerajaan resmi bertransformasi menjadi kesultanan Islam pada akhir abad ke-17 saat penguasanya, Sultan Nata Muhammad Syamsuddin Sa'adul Khari Waddin (Abang Nata), memeluk Islam. Sejak masa ini, gelar penguasa diubah secara resmi menjadi Sultan. Integrasi ke NKRI (1960): Setelah masa kolonial Belanda dan pendudukan Jepang, sistem pemerintahan Swapraja Kesultanan Sintang resmi dihapuskan secara politik pada 1 April 1960 untuk berintegrasi penuh ke dalam struktur pemerintahan Republik Indonesia. Saat ini, Kesultanan Sintang tidak lagi memegang kekuasaan politik pemerintahan, melainkan berfungsi penuh sebagai lembaga adat dan pelestari kebudayaan. Pemimpin Saat Ini: Sultan Raden Barrie Danu Brata (dinobatkan pada 10 Mei 2023). Gelar Resmi Kesultanan: Beliau memegang jabatan sebagai Sultan Sintang ke-31, dengan gelar takhta resmi Pangeran Ratu Prabu Rahmatullah Ismail Tsyafioeddin Kesuma Negara. (Dalam tradisi Melayu Kalimantan Barat, istilah
KESULTANAN SINTANG Kesultanan Sintang adalah sebuah institusi adat, budaya, dan sejarah yang berpusat di Kota Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia. Kerajaan ini memiliki riwayat yang sangat panjang di sepanjang pedalaman Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, bertransformasi dari kerajaan bercorak lokal dan Hindu hingga menjadi kesultanan Islam yang berdaulat, dan kini lestari sebagai pemangku adat Melayu. Perjalanan sejarah Sintang secara garis besar terbagi menjadi tiga fase utama: Fase Kuno & Hindu (Abad ke-13): Berawal dari pemukiman purba di Nanga Sepauk. Tokoh legendaris Aji Melayu membawa pengaruh Hindu ke wilayah ini. Pusat pemerintahan kemudian dipindahkan oleh Demang Irawan ke daerah Senatang (Sintang) di persimpangan sungai. Tokoh perempuan terkenal, Dara Juanti, juga memimpin pada era kuno ini. Fase Islam & Kesultanan (Abad ke-17): Kerajaan resmi bertransformasi menjadi kesultanan Islam pada akhir abad ke-17 saat penguasanya, Sultan Nata Muhammad Syamsuddin Sa'adul Khari Waddin (Abang Nata), memeluk Islam. Sejak masa ini, gelar penguasa diubah secara resmi menjadi Sultan. Integrasi ke NKRI (1960): Setelah masa kolonial Belanda dan pendudukan Jepang, sistem pemerintahan Swapraja Kesultanan Sintang resmi dihapuskan secara politik pada 1 April 1960 untuk berintegrasi penuh ke dalam struktur pemerintahan Republik Indonesia. Saat ini, Kesultanan Sintang tidak lagi memegang kekuasaan politik pemerintahan, melainkan berfungsi penuh sebagai lembaga adat dan pelestari kebudayaan. Pemimpin Saat Ini: Sultan Raden Barrie Danu Brata (dinobatkan pada 10 Mei 2023). Gelar Resmi Kesultanan: Beliau memegang jabatan sebagai Sultan Sintang ke-31, dengan gelar takhta resmi Pangeran Ratu Prabu Rahmatullah Ismail Tsyafioeddin Kesuma Negara. (Dalam tradisi Melayu Kalimantan Barat, istilah "Pangeran Ratu" adalah gelar agung bagi penguasa tertinggi/Sultan yang bertahta, bukan berarti statusnya diturunkan menjadi pangeran biasa). Identitas resmi Kesultanan Sintang saat ini menyatu dalam satu visual: Bendera Resmi: Berupa kain berwarna kuning menyala (warna kebesaran dan kedaulatan daulat Melayu) yang di bagian tengahnya memuat lambang resmi kesultanan. Lambang Resmi: Berbentuk lingkaran biru bertuliskan "Kesultanan Sintang" yang di dalamnya berisi gambar Burung Garuda Sintang emas berciri khas lokal dengan mahkota di kepala serta tameng di dadanya. Hubungan dengan Garuda Pancasila: Patung fisik Garuda Sintang asli (terbuat dari kayu) merupakan inspirasi utama cikal bakal Lambang Negara RI. Patung ini dipinjam oleh Sultan Hamid II dari Pontianak pada tahun 1948 untuk dirancang dan disempurnakan menjadi Garuda Pancasila. Seluruh aktivitas adat dan pemeliharaan warisan budaya kesultanan saat ini berpusat di: Istana Al-Mukarramah (Keraton Sintang): Terletak di Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kota Sintang. Istana yang dijuluki "Rumah Kuning" ini berada tepat di kawasan Saka Tiga (tanjung persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi). Kompleks ini juga difungsikan sebagai Museum Dara Juanti tempat menyimpan patung Garuda Sintang asli dan meriam-meriam kuno. Masjid Jami' Sultan Nata: Masjid bersejarah berbahan kayu ulin yang berdiri tepat di dekat keraton, menjadi simbol kejayaan syiar Islam di pedalaman Kalimantan Barat. #sintang #kesultanan #kalimantanbarat #zainal_edit #sintangkalbar

About