@.j__5i: 🫠❤️.#نوره_راكان #احلى_نصيب (جميع حقوق النشر تعود إلى شاهدوmbc) (جميع حقوق النشر تعود إلى شاهدوmbc)#ميلا_الزهراني #محمد_الشهري #لايك__explore___ @milaalzahrani @MoElshehri | محمد الشهري

.j__5i
.j__5i
Open In TikTok:
Region: SA
Sunday 25 October 2026 19:00:06 GMT
4256
268
7
18

Music

Download

Comments

layan5361
𝐿𝒶𝓎𝒶𝓃 🦢 :
قهرونيي مافي مشاهد اكصتراا رومنسي 😭
2026-10-25 19:34:09
3
z9iir1
🤍🇸🇦 :
كيوت والله
2026-10-25 21:24:38
1
u_w_w1
u_w_w1 :
الله ياخذ الجفاف
2026-10-25 20:58:36
2
j507_o
جوري الشهراني🇸🇦🐎. :
2026-10-25 19:07:46
2
um__ai
يُسر :
وشو لهسة مشفنة تأثير الاعتراف مافي فرق
2026-10-25 22:55:54
0
To see more videos from user @.j__5i, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kasus dugaan pemerasan yang menimpa Mahfud, Ketua SPPG Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan. Berawal dari isu dugaan perselingkuhan, persoalan ini disebut berkembang menjadi ancaman pemberitaan yang disertai tuntutan uang puluhan juta rupiah. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak korban, Mahfud mulai menerima pesan WhatsApp pada (8/10/2026). Pesan tersebut disebut berisi sejumlah pertanyaan, foto, dan video kebersamaannya dengan seorang relawan dapur SPPG, disertai tenggat waktu klarifikasi dan ancaman publikasi. Mahfud kemudian berupaya melakukan klarifikasi secara langsung. Pertemuan yang direncanakan pada (12/10/2026) itu disebut bergeser ke kawasan Ciomas, Kabupaten Bogor. Namun, pada 11–12 Oktober 2026, persoalan tersebut diklaim berkembang menjadi tuntutan uang sebesar Rp50 juta hingga Rp60 juta agar berita tidak dipublikasikan. Pihak korban juga menyebut adanya tangkapan layar yang diklaim memperlihatkan empat draf berita siap tayang sebagai bagian dari tekanan. Pada Senin, (12/10/2026), transaksi penyerahan uang di wilayah Ciomas disebut berujung pada operasi tangkap tangan (OTT) setelah pihak korban berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Sejumlah barang bukti yang disebut dalam kronologi meliputi percakapan WhatsApp, rekaman telepon, foto dan video, tangkapan layar draf berita, serta rekaman transaksi penyerahan uang. Kasus dugaan pemerasan ini disebut telah dilaporkan dan tengah ditangani Satreskrim Polres Bogor. Penyidik diharapkan mengusut fakta, alat bukti, serta peran masing-masing pihak untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Perlu ditegaskan, informasi tersebut berdasarkan kronologi dari pihak korban dan belum merupakan kesimpulan hukum. Dugaan perselingkuhan maupun dugaan pemerasan perlu ditempatkan secara proporsional hingga ada hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. source video: istimewa editor: megaa #pojokbogor #ott #pemerasan #sppg #dramaga
Kasus dugaan pemerasan yang menimpa Mahfud, Ketua SPPG Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan. Berawal dari isu dugaan perselingkuhan, persoalan ini disebut berkembang menjadi ancaman pemberitaan yang disertai tuntutan uang puluhan juta rupiah. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak korban, Mahfud mulai menerima pesan WhatsApp pada (8/10/2026). Pesan tersebut disebut berisi sejumlah pertanyaan, foto, dan video kebersamaannya dengan seorang relawan dapur SPPG, disertai tenggat waktu klarifikasi dan ancaman publikasi. Mahfud kemudian berupaya melakukan klarifikasi secara langsung. Pertemuan yang direncanakan pada (12/10/2026) itu disebut bergeser ke kawasan Ciomas, Kabupaten Bogor. Namun, pada 11–12 Oktober 2026, persoalan tersebut diklaim berkembang menjadi tuntutan uang sebesar Rp50 juta hingga Rp60 juta agar berita tidak dipublikasikan. Pihak korban juga menyebut adanya tangkapan layar yang diklaim memperlihatkan empat draf berita siap tayang sebagai bagian dari tekanan. Pada Senin, (12/10/2026), transaksi penyerahan uang di wilayah Ciomas disebut berujung pada operasi tangkap tangan (OTT) setelah pihak korban berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Sejumlah barang bukti yang disebut dalam kronologi meliputi percakapan WhatsApp, rekaman telepon, foto dan video, tangkapan layar draf berita, serta rekaman transaksi penyerahan uang. Kasus dugaan pemerasan ini disebut telah dilaporkan dan tengah ditangani Satreskrim Polres Bogor. Penyidik diharapkan mengusut fakta, alat bukti, serta peran masing-masing pihak untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Perlu ditegaskan, informasi tersebut berdasarkan kronologi dari pihak korban dan belum merupakan kesimpulan hukum. Dugaan perselingkuhan maupun dugaan pemerasan perlu ditempatkan secara proporsional hingga ada hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. source video: istimewa editor: megaa #pojokbogor #ott #pemerasan #sppg #dramaga

About