@o9u_5a: #اكسبلورexplore

ععطباَان♪♕.
ععطباَان♪♕.
Open In TikTok:
Region: SA
Sunday 25 October 2026 22:00:55 GMT
451
21
1
0

Music

Download

Comments

aabo5_03
📿 :
برررري حالي
2026-10-26 21:17:26
1
To see more videos from user @o9u_5a, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sejumlah pemerintah di berbagai negara mulai mendorong warganya menyiapkan persediaan kebutuhan dasar untuk menghadapi situasi darurat. Newsweek pada Rabu (28/10/2026) mencatat sedikitnya 33 negara yang memiliki imbauan terkait kesiapsiagaan darurat dan penyimpanan persediaan makanan bagi masyarakatnya. Durasi persediaan yang dianjurkan berbeda-beda. Sejumlah negara meminta warga memiliki kebutuhan darurat yang cukup untuk setidaknya tiga hari, sementara negara lainnya merekomendasikan persediaan hingga sekitar satu minggu atau bahkan 10 hari. 33 negara serukan stok darurat Newsweek menyusun daftar negara yang pemerintahnya memberikan imbauan terkait kesiapsiagaan darurat dan penyimpanan persediaan makanan. Di Eropa, negara-negara tersebut meliputi Inggris, Irlandia, Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lituania, Polandia, Ceko, Austria, Swiss, dan Kroasia. Di Amerika Utara, daftarnya mencakup Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di Amerika Selatan terdapat Chile, Kolombia, Argentina, dan Brasil. Sementara di Afrika, Afrika Selatan masuk dalam daftar. Untuk Asia, negara yang tercatat adalah Jepang, Taiwan, Israel, India, Filipina, dan Singapura. Adapun di kawasan Oseania terdapat Selandia Baru dan Australia. Persediaan untuk 72 jam hingga 10 hari Perancis dan Inggris baru-baru ini meminta masyarakat menyiapkan persediaan untuk menghadapi kondisi darurat selama 72 jam. “Jangan menunggu keadaan darurat: bersiaplah sekarang!” tulis akun pemerintah wilayah Normandia, Perancis, dalam pernyataan di media sosial pada Selasa. Di Inggris, Perdana Menteri juga memberikan contoh mengenai barang yang dapat disiapkan masyarakat ketika diwawancarai BBC Radio. “Saya menyukai kacang-kacangan, jadi saya punya banyak persediaan di lemari, begitu pula sup. Menurut saya, itu adalah jenis bahan makanan yang akan saya sarankan untuk dimiliki orang-orang,” ujarnya. Jepang, Meksiko, dan Belanda juga menganjurkan warga memiliki perlengkapan darurat untuk kebutuhan selama 72 jam. Kanada menerapkan anjuran serupa dengan meminta masyarakat menyiapkan perlengkapan darurat untuk periode 72 jam. Sementara itu, beberapa negara menetapkan durasi yang lebih panjang. Swedia dan Norwegia menganjurkan persediaan untuk sekitar satu minggu, sedangkan Jerman menyarankan persediaan yang dapat mencukupi kebutuhan hingga 10 hari. Meski demikian, tidak semua negara menetapkan jangka waktu secara spesifik. Di India, misalnya, National Disaster Management Authority menganjurkan rumah tangga memiliki perlengkapan darurat untuk menghadapi bencana, tetapi tidak menentukan berapa lama persediaan tersebut harus bertahan. Di Amerika Serikat (AS), panduan yang dipublikasikan melalui Ready.gov, situs Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, menyebut bahwa kesiapsiagaan berarti memiliki makanan, air, dan kebutuhan lainnya untuk bertahan selama beberapa hari. “Siap siaga berarti memiliki persediaan makanan, air, dan kebutuhan lainnya yang cukup untuk beberapa hari,” demikian bunyi panduan tersebut. Sumber: Kompas.com
Sejumlah pemerintah di berbagai negara mulai mendorong warganya menyiapkan persediaan kebutuhan dasar untuk menghadapi situasi darurat. Newsweek pada Rabu (28/10/2026) mencatat sedikitnya 33 negara yang memiliki imbauan terkait kesiapsiagaan darurat dan penyimpanan persediaan makanan bagi masyarakatnya. Durasi persediaan yang dianjurkan berbeda-beda. Sejumlah negara meminta warga memiliki kebutuhan darurat yang cukup untuk setidaknya tiga hari, sementara negara lainnya merekomendasikan persediaan hingga sekitar satu minggu atau bahkan 10 hari. 33 negara serukan stok darurat Newsweek menyusun daftar negara yang pemerintahnya memberikan imbauan terkait kesiapsiagaan darurat dan penyimpanan persediaan makanan. Di Eropa, negara-negara tersebut meliputi Inggris, Irlandia, Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lituania, Polandia, Ceko, Austria, Swiss, dan Kroasia. Di Amerika Utara, daftarnya mencakup Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di Amerika Selatan terdapat Chile, Kolombia, Argentina, dan Brasil. Sementara di Afrika, Afrika Selatan masuk dalam daftar. Untuk Asia, negara yang tercatat adalah Jepang, Taiwan, Israel, India, Filipina, dan Singapura. Adapun di kawasan Oseania terdapat Selandia Baru dan Australia. Persediaan untuk 72 jam hingga 10 hari Perancis dan Inggris baru-baru ini meminta masyarakat menyiapkan persediaan untuk menghadapi kondisi darurat selama 72 jam. “Jangan menunggu keadaan darurat: bersiaplah sekarang!” tulis akun pemerintah wilayah Normandia, Perancis, dalam pernyataan di media sosial pada Selasa. Di Inggris, Perdana Menteri juga memberikan contoh mengenai barang yang dapat disiapkan masyarakat ketika diwawancarai BBC Radio. “Saya menyukai kacang-kacangan, jadi saya punya banyak persediaan di lemari, begitu pula sup. Menurut saya, itu adalah jenis bahan makanan yang akan saya sarankan untuk dimiliki orang-orang,” ujarnya. Jepang, Meksiko, dan Belanda juga menganjurkan warga memiliki perlengkapan darurat untuk kebutuhan selama 72 jam. Kanada menerapkan anjuran serupa dengan meminta masyarakat menyiapkan perlengkapan darurat untuk periode 72 jam. Sementara itu, beberapa negara menetapkan durasi yang lebih panjang. Swedia dan Norwegia menganjurkan persediaan untuk sekitar satu minggu, sedangkan Jerman menyarankan persediaan yang dapat mencukupi kebutuhan hingga 10 hari. Meski demikian, tidak semua negara menetapkan jangka waktu secara spesifik. Di India, misalnya, National Disaster Management Authority menganjurkan rumah tangga memiliki perlengkapan darurat untuk menghadapi bencana, tetapi tidak menentukan berapa lama persediaan tersebut harus bertahan. Di Amerika Serikat (AS), panduan yang dipublikasikan melalui Ready.gov, situs Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, menyebut bahwa kesiapsiagaan berarti memiliki makanan, air, dan kebutuhan lainnya untuk bertahan selama beberapa hari. “Siap siaga berarti memiliki persediaan makanan, air, dan kebutuhan lainnya yang cukup untuk beberapa hari,” demikian bunyi panduan tersebut. Sumber: Kompas.com

About