@soloposofficial: Seluruh peserta karnaval memadati halaman Kantor Terpadu Pemda Sragen. Mereka berbaris sebelum Bupati bersama pimpinan daerah dan perwakilan 17 perguruan pencak silat membuka festival secara simbolis dengan menabuh gong. Acara kemudian dilanjutkan dengan peragaan lima jurus kolosal yang melibatkan 300 pendekar dari 17 perguruan. Gerakan tersebut kemudian ditirukan oleh para pendekar lain yang hadir. Peragaan jurus kolosal itu dicatatkan dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Dalam kesempatan tersebut, Sigit menyapa perwakilan 17 perguruan satu per satu. Ia mengaku gembira dan terharu atas pelaksanaan festival yang melibatkan ribuan pendekar dari berbagai wilayah di Kabupaten Sragen. Menurut Sigit, festival tersebut menjadi wadah untuk merawat warisan leluhur, melestarikan budaya bangsa, serta menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Ia berharap festival bela diri dapat membantu membangun karakter, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air. Video: Tri Rahayu Editor: Candra Mantovani