@iloveyou102311: #s #Love #fy

￴
￴
Open In TikTok:
Region: US
Monday 26 October 2026 07:06:56 GMT
1874
487
0
30

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @iloveyou102311, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), dan Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (26/10/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah agar menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara serius. Demonstrasi sempat diwarnai aksi saling dorong antara massa aksi dan petugas yang berjaga di lokasi. Massa menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah terkait penanganan karhutla yang dinilai membutuhkan langkah konkret dan menyeluruh. Salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah mendesak Presiden Republik Indonesia dan pemerintah pusat segera menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Menurut mahasiswa, penetapan status tersebut diharapkan dapat mendorong penanganan karhutla yang lebih maksimal, tegas, dan terkoordinasi, mengingat dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat. Selain itu, mahasiswa menuntut aparat penegak hukum menindak tegas perusahaan yang terbukti terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan. Mereka menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya karhutla. Mahasiswa juga mendesak pemerintah membuka data terkait 33 kasus karhutla yang saat ini sedang diproses hukum. Keterbukaan informasi tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan penanganan kasus serta memastikan proses hukum berjalan secara transparan. Tuntutan lainnya berkaitan dengan pemulihan lingkungan. Mahasiswa meminta agar lahan-lahan bekas terbakar dipulihkan dan dikembalikan menjadi kawasan hutan sehingga fungsi ekologisnya dapat kembali terjaga. Melalui aksi demonstrasi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap seluruh tuntutan yang disampaikan. Mereka juga mendorong agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi turut mencakup penegakan hukum, transparansi penanganan perkara, serta pemulihan kawasan hutan yang terdampak kebakaran.
Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), dan Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (26/10/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah agar menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara serius. Demonstrasi sempat diwarnai aksi saling dorong antara massa aksi dan petugas yang berjaga di lokasi. Massa menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah terkait penanganan karhutla yang dinilai membutuhkan langkah konkret dan menyeluruh. Salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah mendesak Presiden Republik Indonesia dan pemerintah pusat segera menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Menurut mahasiswa, penetapan status tersebut diharapkan dapat mendorong penanganan karhutla yang lebih maksimal, tegas, dan terkoordinasi, mengingat dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat. Selain itu, mahasiswa menuntut aparat penegak hukum menindak tegas perusahaan yang terbukti terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan. Mereka menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya karhutla. Mahasiswa juga mendesak pemerintah membuka data terkait 33 kasus karhutla yang saat ini sedang diproses hukum. Keterbukaan informasi tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan penanganan kasus serta memastikan proses hukum berjalan secara transparan. Tuntutan lainnya berkaitan dengan pemulihan lingkungan. Mahasiswa meminta agar lahan-lahan bekas terbakar dipulihkan dan dikembalikan menjadi kawasan hutan sehingga fungsi ekologisnya dapat kembali terjaga. Melalui aksi demonstrasi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap seluruh tuntutan yang disampaikan. Mereka juga mendorong agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi turut mencakup penegakan hukum, transparansi penanganan perkara, serta pemulihan kawasan hutan yang terdampak kebakaran.

About