@mizan02722:

মারজিয়া আকতার রিয়া মনি❤️‍🩹
মারজিয়া আকতার রিয়া মনি❤️‍🩹
Open In TikTok:
Region: AE
Monday 26 October 2026 11:04:30 GMT
3965
407
0
72

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @mizan02722, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Wacana penyesuaian hari efektif belajar dari 6 hari menjadi 5 hari (full day school) bagi jenjang sekolah negeri SD dan SMP di Kabupaten Trenggalek memicu perdebatan hangat. Dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Trenggalek, Komisi IV DPRD Trenggalek menyampaikan terdapat masukan aspirasi masyarakat yang tidak setuju berlakunya full day school. Selain itu Komisi IV DPRD Trenggalek secara tegas meminta wacana penerapan 5 hari sekolah atau full day school diurungkan, pihaknya juga bakal bersurat kepada pimpinan DPRD. Sikap tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin setelah rapat bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek untuk membahas wacana perubahan jadwal sekolah dari enam menjadi lima hari. Sukarodin mengatakan, gagasan sekolah lima hari sebelumnya juga pernah menjadi pembahasan secara nasional, tetapi akhirnya tidak diterapkan setelah melalui berbagai kajian. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak terburu-buru mengubah kebijakan serupa tanpa evaluasi mendalam. “Kalau dievaluasi bahwa Dinas Pendidikan misalnya merasa belum berhasil dalam pendidikan karakternya, ya yang dirubah itu jangan urusan 5 hari atau 6 hari. Yang dicek itu manajemen pendidikannya di masing-masing sekolah,” ujarnya. Menurut Sukarodin, Dinas Pendidikan seharusnya mengidentifikasi sekolah yang telah berhasil menerapkan pendidikan karakter dan menjadikannya sebagai model bagi satuan pendidikan lain. Ia menilai setiap sekolah memiliki karakteristik dan pola kepemimpinan kepala sekolah yang berbeda, meskipun sama-sama berpedoman pada kurikulum. Karena itu, evaluasi perlu diarahkan pada metode pembelajaran dan pelaksanaan pendidikan karakter. “Yang sudah berhasil itu dijadikan model. Karena masing-masing kepala sekolah saya kira meskipun ada kurikulum sebagai patokan untuk melaksanakan pendidikan di sekolahnya masing-masing, tapi kan model kepemimpinannya tentu berbeda,” katanya Sukarodin juga menegaskan, tidak ada jaminan penerapan sekolah lima hari dengan sistem full day akan membuat pendidikan karakter lebih berhasil. Ia meminta kebijakan tersebut tidak dijadikan patokan utama untuk memperbaiki kualitas pendidikan. #trenggalek #trenggalek24jam #fulldayschool #pendidikan #viral
Wacana penyesuaian hari efektif belajar dari 6 hari menjadi 5 hari (full day school) bagi jenjang sekolah negeri SD dan SMP di Kabupaten Trenggalek memicu perdebatan hangat. Dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Trenggalek, Komisi IV DPRD Trenggalek menyampaikan terdapat masukan aspirasi masyarakat yang tidak setuju berlakunya full day school. Selain itu Komisi IV DPRD Trenggalek secara tegas meminta wacana penerapan 5 hari sekolah atau full day school diurungkan, pihaknya juga bakal bersurat kepada pimpinan DPRD. Sikap tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin setelah rapat bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek untuk membahas wacana perubahan jadwal sekolah dari enam menjadi lima hari. Sukarodin mengatakan, gagasan sekolah lima hari sebelumnya juga pernah menjadi pembahasan secara nasional, tetapi akhirnya tidak diterapkan setelah melalui berbagai kajian. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak terburu-buru mengubah kebijakan serupa tanpa evaluasi mendalam. “Kalau dievaluasi bahwa Dinas Pendidikan misalnya merasa belum berhasil dalam pendidikan karakternya, ya yang dirubah itu jangan urusan 5 hari atau 6 hari. Yang dicek itu manajemen pendidikannya di masing-masing sekolah,” ujarnya. Menurut Sukarodin, Dinas Pendidikan seharusnya mengidentifikasi sekolah yang telah berhasil menerapkan pendidikan karakter dan menjadikannya sebagai model bagi satuan pendidikan lain. Ia menilai setiap sekolah memiliki karakteristik dan pola kepemimpinan kepala sekolah yang berbeda, meskipun sama-sama berpedoman pada kurikulum. Karena itu, evaluasi perlu diarahkan pada metode pembelajaran dan pelaksanaan pendidikan karakter. “Yang sudah berhasil itu dijadikan model. Karena masing-masing kepala sekolah saya kira meskipun ada kurikulum sebagai patokan untuk melaksanakan pendidikan di sekolahnya masing-masing, tapi kan model kepemimpinannya tentu berbeda,” katanya Sukarodin juga menegaskan, tidak ada jaminan penerapan sekolah lima hari dengan sistem full day akan membuat pendidikan karakter lebih berhasil. Ia meminta kebijakan tersebut tidak dijadikan patokan utama untuk memperbaiki kualitas pendidikan. #trenggalek #trenggalek24jam #fulldayschool #pendidikan #viral

About