@delosreyesallyssa:

Allyssa Delos Reyes
Allyssa Delos Reyes
Open In TikTok:
Region: PH
Monday 26 October 2026 12:37:34 GMT
2039
162
1
0

Music

Download

Comments

annegmai3
𑣲⋆ :
[Heartwarming][Heartwarming][Heartwarming]
2026-10-26 12:39:26
0
To see more videos from user @delosreyesallyssa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kedewasaan seseorang tidak hanya terlihat dari seberapa luas pengetahuannya atau seberapa tinggi kedudukannya, tetapi juga dari kemampuannya menjaga perasaan orang lain. Ada orang yang merasa bebas mengatakan apa saja atas nama kejujuran, tanpa memikirkan dampak perkataannya. Mereka menganggap bahwa selama sesuatu yang diucapkan benar menurut versinya, orang lain harus menerimanya. Padahal, kebenaran yang disampaikan tanpa empati dapat berubah menjadi alat untuk merendahkan dan melukai. Menjaga perasaan orang lain bukan berarti harus selalu menyenangkan semua orang atau menyembunyikan kebenaran demi menghindari konflik. Ada kalanya seseorang memang perlu mendengar kritik yang tidak menyenangkan. Namun, cara menyampaikan kritik menentukan apakah perkataan itu membantu seseorang memperbaiki diri atau justru membuatnya merasa tidak berharga. Mengoreksi kesalahan berbeda dengan mempermalukan, sebagaimana berkata jujur berbeda dengan sengaja menyakiti. Orang yang matang secara emosional memahami bahwa setiap manusia memiliki pergulatan yang tidak selalu terlihat. Senyuman seseorang tidak menjamin bahwa hidupnya baik-baik saja, dan sikap diamnya tidak berarti ia kebal terhadap perkataan orang lain. Kalimat yang bagi seseorang dianggap sekadar candaan bisa menjadi luka mendalam bagi orang yang menerimanya. Karena itu, berpikir sebelum berbicara bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk tanggung jawab atas dampak yang mungkin ditimbulkan oleh perkataan sendiri. Ironisnya, sebagian orang sangat sensitif ketika dirinya dihina, tetapi begitu mudah meremehkan perasaan orang lain. Mereka menuntut penghormatan, tetapi tidak terbiasa menghormati. Ketika perkataannya dipersoalkan, mereka berlindung di balik alasan bahwa orang lain terlalu sensitif. Sikap semacam ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan sekadar kebebasan berbicara, melainkan ketidakmampuan memahami bahwa orang lain juga memiliki harga diri dan batas emosional yang layak dihormati. Empati tidak mengharuskan seseorang menyetujui semua pendapat atau menghindari setiap perbedaan. Empati hanya menuntut kesadaran bahwa manusia dapat menyampaikan ketidaksetujuan tanpa merendahkan martabat orang lain. Sebelum berbicara, ada baiknya seseorang bertanya kepada dirinya sendiri: apakah perkataan ini benar-benar diperlukan, apakah cara penyampaiannya tepat, dan apakah tujuannya memperbaiki keadaan atau sekadar melampiaskan ego? Menurut Anda, apakah alasan “saya hanya berkata jujur” dapat dibenarkan ketika seseorang sengaja mengucapkan sesuatu yang melukai hati orang lain? #sahabatrumi  #jalaluddinrumi  #memahamikebenaran  #viralvideos
Kedewasaan seseorang tidak hanya terlihat dari seberapa luas pengetahuannya atau seberapa tinggi kedudukannya, tetapi juga dari kemampuannya menjaga perasaan orang lain. Ada orang yang merasa bebas mengatakan apa saja atas nama kejujuran, tanpa memikirkan dampak perkataannya. Mereka menganggap bahwa selama sesuatu yang diucapkan benar menurut versinya, orang lain harus menerimanya. Padahal, kebenaran yang disampaikan tanpa empati dapat berubah menjadi alat untuk merendahkan dan melukai. Menjaga perasaan orang lain bukan berarti harus selalu menyenangkan semua orang atau menyembunyikan kebenaran demi menghindari konflik. Ada kalanya seseorang memang perlu mendengar kritik yang tidak menyenangkan. Namun, cara menyampaikan kritik menentukan apakah perkataan itu membantu seseorang memperbaiki diri atau justru membuatnya merasa tidak berharga. Mengoreksi kesalahan berbeda dengan mempermalukan, sebagaimana berkata jujur berbeda dengan sengaja menyakiti. Orang yang matang secara emosional memahami bahwa setiap manusia memiliki pergulatan yang tidak selalu terlihat. Senyuman seseorang tidak menjamin bahwa hidupnya baik-baik saja, dan sikap diamnya tidak berarti ia kebal terhadap perkataan orang lain. Kalimat yang bagi seseorang dianggap sekadar candaan bisa menjadi luka mendalam bagi orang yang menerimanya. Karena itu, berpikir sebelum berbicara bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk tanggung jawab atas dampak yang mungkin ditimbulkan oleh perkataan sendiri. Ironisnya, sebagian orang sangat sensitif ketika dirinya dihina, tetapi begitu mudah meremehkan perasaan orang lain. Mereka menuntut penghormatan, tetapi tidak terbiasa menghormati. Ketika perkataannya dipersoalkan, mereka berlindung di balik alasan bahwa orang lain terlalu sensitif. Sikap semacam ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan sekadar kebebasan berbicara, melainkan ketidakmampuan memahami bahwa orang lain juga memiliki harga diri dan batas emosional yang layak dihormati. Empati tidak mengharuskan seseorang menyetujui semua pendapat atau menghindari setiap perbedaan. Empati hanya menuntut kesadaran bahwa manusia dapat menyampaikan ketidaksetujuan tanpa merendahkan martabat orang lain. Sebelum berbicara, ada baiknya seseorang bertanya kepada dirinya sendiri: apakah perkataan ini benar-benar diperlukan, apakah cara penyampaiannya tepat, dan apakah tujuannya memperbaiki keadaan atau sekadar melampiaskan ego? Menurut Anda, apakah alasan “saya hanya berkata jujur” dapat dibenarkan ketika seseorang sengaja mengucapkan sesuatu yang melukai hati orang lain? #sahabatrumi #jalaluddinrumi #memahamikebenaran #viralvideos

About