@tribunnews: Indonesia mulai mengurangi ekspor gas pipa ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari atau Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) sejak 24 Oktober 2026. Pemerintah menyatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri, termasuk pasokan bahan baku bagi industri manufaktur. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pengurangan pasokan gas ke Singapura masih berada dalam batas minimum kontrak yang disepakati kedua negara. Karena itu, menurut dia, kebijakan tersebut tidak melanggar komitmen ekspor Indonesia. "Total ekspor kita gas pipa dari dua tempat, satu adalah dari Laut Natuna, satu adalah dari Sumatera, itu totalnya sebesar 409,55 MMBTU. Yang kemarin kita potong itu adalah 31 MMBTU. Hanya kurang lebih sekitar 8 persen. 31 yang kita potong sebagian itu masih dalam batas kontrak minimum," tutur Bahlil dalam Konferensi Pers Ketahanan Energi Nasional, Kementerian ESDM, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026). Bahlil menyebut, batas minimum kontrak ekspor gas berada di kisaran 91-92 persen. #BahlilLahadalia #EksporGas #Singapura
Tribunnews
Region: ID
Monday 26 October 2026 14:28:37 GMT
Music
Download
Comments
𝖓𝖉𝖉𝖆 :
mantap my little bolu ketan
2026-10-26 14:35:43
0
rockysuryadilibertus :
guru... jangan ajarin mereka, guru....
2026-10-26 15:01:05
0
lament17 :
Gasss
2026-10-26 14:34:26
0
Kachell_ :
Kasih keras guru
2026-10-26 15:10:30
0
Bang Jo :
nah gini dong ribut
2026-10-26 15:08:32
0
ALLDI :
Kalo gak mau diajari emang kalian ini siapa? Tuhan?
2026-10-26 14:40:24
1
Suriati Hamzah :
iya iyalh
2026-10-26 14:42:16
0
jacobian :
2026-10-26 15:23:48
0
To see more videos from user @tribunnews, please go to the Tikwm
homepage.