@firmandalamsaku: Bayangkan kita adalah seorang anak kecil yang sedang berjalan sambil menggenggam tangan Tuhan. Sampai suatu ketika, kita melihat sebuah lumpur hisap. Karena penasaran, kita ingin mendekatinya. Namun, Tuhan berkata, “Jangan ke sana, Nak. Tetaplah berjalan bersama-Ku.” Sayangnya, kita merasa penasaran dan berpikir bahwa tidak ada salahnya mencoba. Kita pun melepaskan tangan Tuhan dan berjalan mendekati lumpur itu. Hingga akhirnya, kita benar-benar terperosok ke dalamnya. Kita panik dan mulai meronta. Tuhan datang dan berkata, “Tenang, Nak. Aku akan menolongmu.” Tetapi kita terus berusaha menyelamatkan diri dengan kekuatan sendiri. Semakin kita panik dan meronta, semakin dalam kita tenggelam. Hingga akhirnya, kita kehabisan tenaga dan menyerahkan diri kepada pertolongan Tuhan. Tuhan mengulurkan tangan-Nya untuk mengangkat kita. Namun, ketika melihat tubuh kita penuh lumpur, kita justru berkata, “Tuhan, jangan pegang aku. Aku kotor. Aku tidak mau mengotori tangan-Mu.” Tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita. Dengan sabar, Ia membersihkan kita hingga kembali bersih, lalu memeluk kita dengan erat. Saudara, bukankah terkadang kita seperti anak kecil itu? Kita sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Firman Tuhan sudah memperingatkan kita, tetapi kita tetap memilih melakukan apa yang kita kehendaki. Kita merasa masih bisa mengendalikan semuanya, sampai akhirnya terjebak dalam konsekuensi dari pilihan kita sendiri. Ketika jatuh, kita panik dan berusaha memperbaiki semuanya dengan kekuatan sendiri. Bahkan, kita terkadang menjauh dari Tuhan karena malu dan merasa tidak layak datang kepada-Nya. Padahal, 1 Yohanes 1:9 berkata, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." Seperti anak kecil yang tidak mampu membersihkan dirinya sendiri dari lumpur, kita juga membutuhkan Tuhan untuk mengampuni dan menyucikan kita dari dosa. Kita tidak perlu berpura-pura bersih sebelum datang kepada-Nya. Kita perlu mengakui dosa, bertobat, dan menerima pengampunan-Nya. Namun, jangan sampai kita meremehkan kasih itu. Roma 2:4 mengingatkan kita bahwa kemurahan Allah bertujuan untuk menuntun kita kepada pertobatan. Artinya, Tuhan memberi kita kesempatan bukan supaya kita bisa terus mengulangi kesalahan tanpa merasa bersalah, melainkan supaya kita sadar, bertobat, dan kembali kepada-Nya. Jangan pernah berpikir, “Tidak apa-apa berbuat dosa, nanti Tuhan juga mengampuni.” Kasih Tuhan memang besar, tetapi bukan berarti kita boleh mempermainkan pengampunan-Nya. Jika hari ini kamu merasa sedang tenggelam dalam lumpur akibat keputusanmu sendiri, jangan terus meronta dengan kekuatanmu sendiri. Jangan pula menjauh dari Tuhan karena merasa terlalu kotor untuk datang kepada-Nya. Akuilah dosamu, datanglah dengan hati yang bertobat, dan percayalah bahwa Tuhan sanggup mengampuni serta memulihkanmu. Dan ketika Tuhan telah mengangkatmu keluar dari lumpur itu, jangan kembali ke tempat yang sama seolah-olah kamu lupa betapa dalamnya kamu pernah tenggelam. Genggamlah tangan-Nya kembali. Dengarkan tuntunan-Nya dan belajarlah berjalan dalam ketaatan. #KasihYesus #Pengampunan #RenunganHarian #PemudaKristen #Amin

firmandalamsaku
firmandalamsaku
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 28 October 2026 13:00:00 GMT
1804
408
2
7

Music

Download

Comments

prskyla23
🪽 :
TUHAN YESUSKU BERKUASA AMIN😇😇😇😇😇
2026-10-29 11:53:42
3
To see more videos from user @firmandalamsaku, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About