@yy90966:

Tiểu Nguyệt Nguyệt
Tiểu Nguyệt Nguyệt
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 26 October 2026 16:10:31 GMT
5766
176
1
10

Music

Download

Comments

akmdkosar
Anton Košar :
🥰🥰🥰
2026-10-26 16:22:22
0
To see more videos from user @yy90966, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Eskalasi konflik AS-Iran kembali memanas di tengah proses negosiasi damai yang sedang berjalan. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (28/5/2026, 08:15 WIB) bahwa militer Amerika Serikat dilaporkan kembali melancarkan serangan udara baru ke wilayah Iran pada Rabu (27/5) waktu setempat. Seorang pejabat AS yang menolak disebutkan identitasnya menyebut operasi tersebut menyasar pangkalan militer yang dinilai jadi ancaman langsung bagi pasukan AS dan lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz. Selain menghancurkan target di darat, militer AS juga berhasil tembak jatuh sejumlah drone Iran yang dinilai bawa ancaman serupa. Yang menarik, serangan ini terjadi justru di tengah negosiasi damai. Sebelum serangan, Presiden Donald Trump pada Rabu siang udah bantah keras laporan media pemerintah Iran terkait kendali Hormuz, yang mengeklaim Iran dan Oman akan kelola bersama lalu lintas pelayaran di selat tersebut sebagai bagian dari draf kesepakatan damai. Trump tegaskan Hormuz tetap status perairan internasional terbuka bagi siapa saja. Konflik bersenjata yang udah masuk bulan ketiga ini sudah telan ribuan korban jiwa dan picu lonjakan tajam harga energi global sejak pertama kali pecah pada 28 Februari 2026. Buat audiens Indonesia, eskalasi terbaru ini punya implikasi serius. Pertama, harga minyak global langsung naik lagi (sebelumnya emas turun karena harapan damai, sekarang berpotensi balik rally). Kedua, rupiah yang udah hampir di Rp17.900/USD di offshore makin terancam karena risk-off sentiment dorong dolar AS makin kuat. Ketiga, Fed waspada inflasi dari biaya energi (Wakil Gubernur Fed Philip Jefferson kasih warning hari ini), yang berarti suku bunga AS bisa tetap tinggi lebih lama. Buat investor RI, ini momentum hati-hati: pantau saham eksportir sawit/migas yang bisa diuntungkan kenaikan minyak, plus diversifikasi ke emas yang lagi koreksi sebagai hedging. Source: TWS News #amerika #iran #konflik #kontencom #kontencomxtws
Eskalasi konflik AS-Iran kembali memanas di tengah proses negosiasi damai yang sedang berjalan. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (28/5/2026, 08:15 WIB) bahwa militer Amerika Serikat dilaporkan kembali melancarkan serangan udara baru ke wilayah Iran pada Rabu (27/5) waktu setempat. Seorang pejabat AS yang menolak disebutkan identitasnya menyebut operasi tersebut menyasar pangkalan militer yang dinilai jadi ancaman langsung bagi pasukan AS dan lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz. Selain menghancurkan target di darat, militer AS juga berhasil tembak jatuh sejumlah drone Iran yang dinilai bawa ancaman serupa. Yang menarik, serangan ini terjadi justru di tengah negosiasi damai. Sebelum serangan, Presiden Donald Trump pada Rabu siang udah bantah keras laporan media pemerintah Iran terkait kendali Hormuz, yang mengeklaim Iran dan Oman akan kelola bersama lalu lintas pelayaran di selat tersebut sebagai bagian dari draf kesepakatan damai. Trump tegaskan Hormuz tetap status perairan internasional terbuka bagi siapa saja. Konflik bersenjata yang udah masuk bulan ketiga ini sudah telan ribuan korban jiwa dan picu lonjakan tajam harga energi global sejak pertama kali pecah pada 28 Februari 2026. Buat audiens Indonesia, eskalasi terbaru ini punya implikasi serius. Pertama, harga minyak global langsung naik lagi (sebelumnya emas turun karena harapan damai, sekarang berpotensi balik rally). Kedua, rupiah yang udah hampir di Rp17.900/USD di offshore makin terancam karena risk-off sentiment dorong dolar AS makin kuat. Ketiga, Fed waspada inflasi dari biaya energi (Wakil Gubernur Fed Philip Jefferson kasih warning hari ini), yang berarti suku bunga AS bisa tetap tinggi lebih lama. Buat investor RI, ini momentum hati-hati: pantau saham eksportir sawit/migas yang bisa diuntungkan kenaikan minyak, plus diversifikasi ke emas yang lagi koreksi sebagai hedging. Source: TWS News #amerika #iran #konflik #kontencom #kontencomxtws

About