@tampham5563: Dep nam nu quai ngang #depnamnu #depquaingang #depxinhmoingay #xuhuong

hoàng uyên
hoàng uyên
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 27 October 2026 00:30:25 GMT
18
1
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @tampham5563, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Menelusuri Situs Kotakapur di Bangka, Jejak Candi dan Peninggalan Bersejarah Masa Sriwijaya Hamparan kebun kelapa sawit, pohon karet, dan durian milik warga menjadi pemandangan yang mengiringi perjalanan menuju Situs Kotakapur di Desa Kotakapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Di balik aktivitas warga menuju kebun, tersimpan jejak peradaban masa lampau yang berkaitan dengan kejayaan maritim Kerajaan Sriwijaya. Kawasan situs cagar budaya Kotakapur memiliki luas kurang lebih 154 hektare.  Di dalamnya terdapat sejumlah peninggalan penting, mulai dari Candi 1, Candi 2, Candi 3, Benteng Tanah, dermaga kuno, hingga Prasasti Kotakapur yang menjadi salah satu bukti pengaruh Sriwijaya di Pulau Bangka. Namun, suasana situs ini tidak seperti kawasan cagar budaya yang sepenuhnya terpisah dari aktivitas masyarakat.  Perkebunan warga justru menjadi bagian dari lanskap kawasan tersebut. Pohon kelapa sawit tumbuh berdampingan dengan karet dan durian.  Jalan setapak yang membelah kawasan juga masih digunakan warga untuk menuju kebun maupun ke arah laut.  Di tengah lanskap itulah, sejumlah tinggalan arkeologi masih tersimpan. Juru Pelihara Situs Kotakapur, Ali Akbar (43), warga Desa Kotakapur yang telah mengabdikan diri sejak 2011, mengatakan keberadaan kebun warga menjadi bagian dari kondisi kawasan yang selama ini ia jaga. Salah satu titik yang menarik perhatian adalah Candi 3.  Dari permukaan, bangunan tersebut tidak langsung terlihat seperti candi.  Bentuknya lebih menyerupai gundukan tanah besar atau bukit kecil yang berada di tengah perkebunan warga. Pohon karet yang telah disadap tumbuh di sekitar lokasi.  Beberapa pohon durian juga terlihat berada di atas maupun sekitar gundukan tanah tersebut.
Menelusuri Situs Kotakapur di Bangka, Jejak Candi dan Peninggalan Bersejarah Masa Sriwijaya Hamparan kebun kelapa sawit, pohon karet, dan durian milik warga menjadi pemandangan yang mengiringi perjalanan menuju Situs Kotakapur di Desa Kotakapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Di balik aktivitas warga menuju kebun, tersimpan jejak peradaban masa lampau yang berkaitan dengan kejayaan maritim Kerajaan Sriwijaya. Kawasan situs cagar budaya Kotakapur memiliki luas kurang lebih 154 hektare. Di dalamnya terdapat sejumlah peninggalan penting, mulai dari Candi 1, Candi 2, Candi 3, Benteng Tanah, dermaga kuno, hingga Prasasti Kotakapur yang menjadi salah satu bukti pengaruh Sriwijaya di Pulau Bangka. Namun, suasana situs ini tidak seperti kawasan cagar budaya yang sepenuhnya terpisah dari aktivitas masyarakat. Perkebunan warga justru menjadi bagian dari lanskap kawasan tersebut. Pohon kelapa sawit tumbuh berdampingan dengan karet dan durian. Jalan setapak yang membelah kawasan juga masih digunakan warga untuk menuju kebun maupun ke arah laut. Di tengah lanskap itulah, sejumlah tinggalan arkeologi masih tersimpan. Juru Pelihara Situs Kotakapur, Ali Akbar (43), warga Desa Kotakapur yang telah mengabdikan diri sejak 2011, mengatakan keberadaan kebun warga menjadi bagian dari kondisi kawasan yang selama ini ia jaga. Salah satu titik yang menarik perhatian adalah Candi 3. Dari permukaan, bangunan tersebut tidak langsung terlihat seperti candi. Bentuknya lebih menyerupai gundukan tanah besar atau bukit kecil yang berada di tengah perkebunan warga. Pohon karet yang telah disadap tumbuh di sekitar lokasi. Beberapa pohon durian juga terlihat berada di atas maupun sekitar gundukan tanah tersebut. "Di gundukan tanah di tengah candi ini terdapat struktur bangunan candi," kata Ali saat dibincangi Bangka Pos, Rabu (16/9/2026). "Karet-karet ini sebelumnya masih disadap oleh para warga. Walaupun sudah dijadikan sebagai cagar budaya, tetapi ini tetap perkebunan mereka. Jadi, pagi jam 4 mereka masih mengambil karet," katanya. #tiktokberita #localexperience

About