@lindafromrio: Obsessed ♥️🎄

Shortneyyy
Shortneyyy
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 27 October 2026 04:45:00 GMT
37118
275
0
37

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @lindafromrio, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kapten kapal tanker MT Honour 25, Ashari Samadikun (34), menceritakan detik-detik penyelamatan dirinya bersama kru setelah disandera perompak di perairan Somalia selama lebih dari lima bulan. Ashari dan 17 kru lainnya disandera sejak 21 April 2026 dan dibebaskan pada 29 September 2026. Dari total 18 orang di kapal, empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI), yakni Ashari, Wahudinanto (48), Adi Faizal (27) asal Bulukumba, dan Fiki Mutakin (25). Ditemui di kediamannya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2026), Ashari menceritakan pengalaman mencekam tersebut dengan didampingi kedua orangtuanya. Menurut Ashari, proses penyelamatan oleh militer Puntland, wilayah semiotonom di timur laut Somalia, berubah menjadi baku tembak selama sekitar enam jam. Sebelum operasi penyelamatan, Ashari sempat melakukan panggilan video dengan tenaga medis bernama Mr Leslie yang disebut berasal dari Inggris dan diutus pemerintah.
Kapten kapal tanker MT Honour 25, Ashari Samadikun (34), menceritakan detik-detik penyelamatan dirinya bersama kru setelah disandera perompak di perairan Somalia selama lebih dari lima bulan. Ashari dan 17 kru lainnya disandera sejak 21 April 2026 dan dibebaskan pada 29 September 2026. Dari total 18 orang di kapal, empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI), yakni Ashari, Wahudinanto (48), Adi Faizal (27) asal Bulukumba, dan Fiki Mutakin (25). Ditemui di kediamannya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2026), Ashari menceritakan pengalaman mencekam tersebut dengan didampingi kedua orangtuanya. Menurut Ashari, proses penyelamatan oleh militer Puntland, wilayah semiotonom di timur laut Somalia, berubah menjadi baku tembak selama sekitar enam jam. Sebelum operasi penyelamatan, Ashari sempat melakukan panggilan video dengan tenaga medis bernama Mr Leslie yang disebut berasal dari Inggris dan diutus pemerintah. "Saya sempat video call, sempat dia tanyakan keadaan awak semua. Dia bilang, kami butuh garansi dari pembajak bahwa kru semua selamat," kata Ashari. Ashari kemudian diminta mengarahkan kapal dari Durdura menuju Dinawda yang berjarak sekitar 170 mil, meski kondisi mesin hanya sekitar 30 persen. "Saya tidak yakin kapal bisa bergerak karena kondisi kesehatan mesin saya cuma 30 persen," ujarnya. Dalam perjalanan, para perompak mendapat informasi bahwa kapal lain bernama Busati diserang sehingga mereka memasang senjata di sekeliling kapal. Beberapa hari kemudian, seluruh kru diminta salat Subuh berjamaah sebelum diikat di dek kapal. "Jadi kami salat Subuh berjamaah, kami selesai salat Subuh berjamaah itu kru saya diikat semua di dek," tuturnya. Ashari menghubungi sejumlah pihak, termasuk MSISC, organisasi nonpemerintah asal Pakistan, dan pemerintah Indonesia, untuk meminta agar kapal mereka tidak diserang karena para kru masih terikat. "Pak, minta tolong jangan ada serang kapal ini karena yang paling pertama mereka bunuh kalau ada apa-apa anggota saya. Kami semua di sini," kata Ashari. Namun, situasi berubah ketika sebuah kapal besar mendekat sekitar pukul 08.00 waktu setempat pada 29 September 2026. Para perompak mengira kapal tersebut merupakan pasukan yang hendak menyerang mereka. Tak lama kemudian, tembakan terdengar dan menurut Ashari berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Ashari berulang kali meminta tim penyelamat menghentikan tembakan karena khawatir peluru mengenai kru yang masih terikat di dek. "Saya bilang, jangan tembak, jangan tembak. Kru saya ada di dek, kru saya mereka ikat di dek, jangan tembak," ucapnya. Akibat baku tembak, bagian kapal, termasuk pagar dek dan anjungan, mengalami kerusakan. "Saya tidak pernah lihat peluru sebanyak itu selama hidup saya ini. Itu dek semua railing-railing itu meletus meletup terus, itu bridge saya hancur-hancur," kata Ashari. Di tengah situasi tersebut, Ashari melihat Fiki Mutakin terkapar dengan tubuh bersimbah darah. "Fiki ditembak. Saya suruh berhenti, itu dia sempat berhenti sejenak. Pas saya lihat berdiri, Fiki sudah terkapar, saya lihat penuh darah," tuturnya. Ashari mengatakan, tembakan terus berlangsung dari arah laut dan darat hingga sejumlah kru di dek terkapar. Ia menyebut lima kru meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka, sedangkan tujuh orang selamat. Menurut Ashari, para kru terkena tembakan dari pihak perompak yang panik saat operasi penyelamatan berlangsung. "Kru ditembak dari pembajak karena pembajak panik," ujarnya. Melihat banyak anak buahnya terkapar, Ashari mengaku tak mampu menahan tangis. "Saya bilang, meninggal kru saya. Di situ saya tidak berhenti menangis," katanya. Ashari kemudian turun dari anjungan untuk membantu kru yang masih hidup dan terluka. Ia kembali meminta tim penyelamat menghentikan tembakan agar para sandera bisa turun dari kapal. "Saya bilang, stop! Stop! Mereka sudah mau turun. Kasih saya waktu, kau bilang 30 menit," ujarnya. #tiktokberita

About