@oanhclothingo: #thoitrangnu #Áo Khoác Gió Kaki Nhật#fyp #xuhuong #xuhuongtiktok

oanh_clothing
oanh_clothing
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 27 October 2026 04:35:18 GMT
9
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @oanhclothingo, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

. Al-Habib Abubakar Al-Adani Al-Masyhur menjelaskan makna ungkapan dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seorang ulama besar dan pendiri Tarekat Qadiriyah yang dijuluki sebagai Sulthonul Auliya (Raja Para Wali), beliau berkata:
. Al-Habib Abubakar Al-Adani Al-Masyhur menjelaskan makna ungkapan dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seorang ulama besar dan pendiri Tarekat Qadiriyah yang dijuluki sebagai Sulthonul Auliya (Raja Para Wali), beliau berkata: "قدمي هذه على رقبة كل ولي" "Qadami hadzihi 'ala raqabati kulli waliyyullah" Artinya: Kakiku berada di atas leher setiap wali. Apa maknanya..? Sebagian pengikutnya memahaminya: Ini adalah kaki fisiknya (kaki yang sebenarnya), dan kakinya itulah yang berada di atas leher para wali Allah. Hal ini karena kedudukan beliau lebih tinggi dan lebih utama dibandingkan dengan para wali lainya. Dengan ungkapan itu, mereka (para pengikutnya) menganggap beliau meninggikan dirinya melebihi seluruh hamba Allah. Dan inilah pemahaman yang dahulu tersebar luas. Namun, ketika kita merujuk pada ilmu fiqih tahawulat (penafsiran makna) dan hakikat ungkapan, kita akan mengetahui bahwa perkataan para ulama sufi bersifat kiasan dan simbolik, bukan dimaksudkan secara harfiah apa adanya. Maka yang dimaksudkan Syeikh Jailani dengan kata “kakiku” adalah: jalan yang telah aku susun dan metode yang telah aku tempuh, hal itu menjadi amanah yang harus dipikul oleh setiap wali Allah. Dalam bahasa Arab kita sering dengar kalimat: أنا في رقبتك "Aku di lehermu". Maksudnya “Aku menjadi tanggung jawabmu”, atau أنا دمي في رقبة فلان "Darahku ada di leher si fulan". Maksudnya "Aku menjadikan diriku menjadi tanggung jawab si fulan". Jadi, ungkapan beliau di atas disampaikan dengan makna seperti itu: kata “kakiku” berarti jalanku. Sebab bagi mereka, makna “kaki” melambangkan perjalanan dan upaya dalam berdakwah kepada Allah — baik melalui lisan, tulisan, maupun langkah perjalanan. Jadi maksud sebenarnya dari ungkapan beliau "kakiku berada di atas leher setiap wali" adalah: jalan dan ajaran yang telah dirumuskan oleh Imam Abdul Qadir Al-Jailani dalam membina jalur tarekat sufi berdasarkan syarat-syarat yang benar, adalah amanah yang harus dipelihara dan dipikul oleh para wali serta orang-orang saleh. wallahu'alan

About