@ankaaxml: #fyp #MLBB #mobilelegends #ankaaxml

Ankaaa
Ankaaa
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 27 October 2026 04:57:49 GMT
43127
3830
36
243

Music

Download

Comments

user1673177853
Zaw Lay :
pro.plidhyrs
2026-10-27 11:21:11
0
rubystory2_
KALL JJ ★彡RR★彡 :
kapan terakhir aku dengar notif dana
2026-10-27 06:31:39
16
dimzz0738
DIMZ GPP KN🙂 :
gak berharap lagi gw mah🥀
2026-10-27 10:51:06
1
virgo160912
ダイ'dinn🐾 :
ngapain nunggu klo memang gk mungkin kembali🙂🥀
2026-10-27 10:01:36
6
anak.rantau12452
anak rantau :
judul lagu nya
2026-10-27 09:25:22
2
aliando2465
Aliando :
notif yang ku tunggu tunggu ada lah notif brimo
2026-10-27 11:25:06
0
sanggabirawa
don.corleon♠️♉ :
dia gak bakal kembali
2026-10-27 10:05:20
1
dyysprk1e
Dyy`sz✦ :
2026-10-27 11:57:03
0
arfrfii_
Xanee. :
presett bang
2026-10-27 09:30:18
0
user831621200433
yomprik fanny :
yss lu hebat bangat
2026-10-27 05:03:07
1
tediseptadani090998
DI&TE 1408 :
sedih setiap kli liat ataupun dengar cepat lah kembali notif favorit ku... klo cwo ku pernah bilang cepat lah pulang n kembali ke pada ku ke rumah mu...jgn jauh"pergi main nya ..n akhirnya aku kembali... dia sangat senang bahagia sampai setiap vc dia selalu menangis.... terima kasih sayang sebegitu nya kamu telah mencintai Ku....
2026-10-27 11:37:54
0
iniciciyaaaaaa
Ciciyaaa :
yes pertama
2026-10-27 04:59:17
1
rahmaklf4b3
rama :
kayaknya gak bakalan kembali sih and main game sudah mulai bosen
2026-10-27 11:14:18
0
.musangg
. :
2026-10-27 05:21:35
1
beniwardana912
wardana😶‍🌫️ :
masih sibuk kerja dia bg,kalo ship pagi piginya jam 4 pulgnya jam 9 malam,dia kerjanya di kilang Malaysia😁
2026-10-27 10:46:05
0
mrz.edw
𝙀𝘿𝙒𝙄𝙉𝙉? :
temuin gw di setiap lagu ini
2026-10-27 10:56:25
0
rama.dhani9580
RAMA DANI :
2026-10-27 09:20:54
0
galihragil472
GalTzy. :
kedua nih
2026-10-27 05:00:56
0
anyaa.xml
anyaa :
2026-10-27 07:07:06
0
user831621200433
yomprik fanny :
Fani bg gw liat ya bagus
2026-10-27 05:02:41
0
zxrickyxnovatiktok
panggil aja kyy :
intinya kita bakalan kalah sama orang barunya
2026-10-27 11:58:10
0
z.dylan
Dylan :
masa gw ngesad pakai fredrin🗿
2026-10-27 09:05:21
0
apayaagatau06
aku :
halo sapa kingg
2026-10-27 05:07:07
0
ytta48452
YTTA :
when ya bisa lambada ke hero
2026-10-27 09:13:28
0
farrasssss__
~farras :
my fav notif
2026-10-27 10:12:29
0
To see more videos from user @ankaaxml, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Nama pengamat politik Rocky Gerung kembali menjadi sorotan setelah mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, mengungkap percakapan keduanya mengenai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam konferensi pers pada Jumat (9/10/2026), Denny menceritakan bahwa Rocky sempat menyerukan agar masyarakat memberikan tekanan politik kepada DPR dengan ungkapan, “Kepung DPR!” Menurut penuturan Denny, pernyataan tersebut muncul ketika keduanya melakukan rekaman bersama dan membicarakan perkembangan polemik setelah putusan MK. Seruan itu kemudian dikaitkan dengan kemungkinan adanya tindak lanjut politik atas persoalan persyaratan pendidikan Gibran. Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan yang disampaikan dalam konteks diskusi politik, bukan keputusan resmi dari lembaga negara. Polemik ini mencuat setelah MK membacakan putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada 6 Oktober 2026. Dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat dijadikan dasar untuk menyetarakan pendidikan Gibran dengan jenjang minimal SMA atau sederajat. Mahkamah Konstitusi Namun, MK menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima karena persoalan kedudukan hukum. Mahkamah juga menegaskan tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran dari jabatan wakil presiden melalui perkara sengketa hasil pemilihan presiden tersebut. Dengan demikian, putusan itu tidak secara otomatis memberhentikan Gibran dari jabatannya ataupun memerintahkan DPR untuk memulai proses pemakzulan. Di sisi lain, Denny Indrayana mendesak Presiden Prabowo Subianto agar menyampaikan sikap secara terbuka setelah putusan tersebut. Menurut Denny, persoalan yang menyangkut syarat pencalonan wakil presiden dan temuan dalam pertimbangan hukum MK perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Ia menilai presiden tidak seharusnya mengabaikan polemik yang berkembang di tengah masyarakat. Desakan tersebut menempatkan pemerintah dan DPR dalam sorotan publik. Meski demikian, perlu dibedakan antara tuntutan politik agar presiden memberikan tanggapan dan kewajiban konstitusional yang secara hukum mengharuskan presiden mengambil tindakan tertentu. Putusan MK dalam perkara ini tidak secara langsung menetapkan langkah politik yang harus ditempuh pemerintah. Seruan Rocky Gerung yang disampaikan melalui penuturan Denny juga memunculkan pertanyaan mengenai bentuk partisipasi masyarakat dalam menanggapi putusan lembaga negara. Penyampaian aspirasi melalui demonstrasi, audiensi, maupun forum resmi merupakan bagian dari ruang demokrasi, sepanjang dilakukan secara damai dan sesuai ketentuan hukum. Adapun makna dan konteks lengkap pernyataan Rocky perlu merujuk pada rekaman atau keterangan langsung yang dapat diverifikasi. Perkembangan polemik ini menunjukkan bahwa persoalan ijazah Gibran tidak hanya dibahas dari sisi hukum, tetapi juga menjadi perdebatan politik mengenai akuntabilitas pejabat publik. Meski berbagai pihak menyampaikan tafsir dan tuntutan masing-masing, tindak lanjut atas putusan MK tetap harus mengacu pada kewenangan lembaga negara serta mekanisme konstitusional yang berlaku. Publik kini menantikan penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat, termasuk mengenai konteks pernyataan Rocky Gerung dan respons pemerintah terhadap desakan Denny Indrayana. Di tengah perdebatan tersebut, isi putusan MK dan batas kewenangan masing-masing lembaga tetap menjadi rujukan penting agar diskusi berlangsung berdasarkan fakta, bukan kesimpulan yang melampaui keputusan pengadilan. #updatewarga #sedangviralindonesia #kamibantuviral
Nama pengamat politik Rocky Gerung kembali menjadi sorotan setelah mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, mengungkap percakapan keduanya mengenai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam konferensi pers pada Jumat (9/10/2026), Denny menceritakan bahwa Rocky sempat menyerukan agar masyarakat memberikan tekanan politik kepada DPR dengan ungkapan, “Kepung DPR!” Menurut penuturan Denny, pernyataan tersebut muncul ketika keduanya melakukan rekaman bersama dan membicarakan perkembangan polemik setelah putusan MK. Seruan itu kemudian dikaitkan dengan kemungkinan adanya tindak lanjut politik atas persoalan persyaratan pendidikan Gibran. Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan yang disampaikan dalam konteks diskusi politik, bukan keputusan resmi dari lembaga negara. Polemik ini mencuat setelah MK membacakan putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada 6 Oktober 2026. Dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat dijadikan dasar untuk menyetarakan pendidikan Gibran dengan jenjang minimal SMA atau sederajat. Mahkamah Konstitusi Namun, MK menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima karena persoalan kedudukan hukum. Mahkamah juga menegaskan tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran dari jabatan wakil presiden melalui perkara sengketa hasil pemilihan presiden tersebut. Dengan demikian, putusan itu tidak secara otomatis memberhentikan Gibran dari jabatannya ataupun memerintahkan DPR untuk memulai proses pemakzulan. Di sisi lain, Denny Indrayana mendesak Presiden Prabowo Subianto agar menyampaikan sikap secara terbuka setelah putusan tersebut. Menurut Denny, persoalan yang menyangkut syarat pencalonan wakil presiden dan temuan dalam pertimbangan hukum MK perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Ia menilai presiden tidak seharusnya mengabaikan polemik yang berkembang di tengah masyarakat. Desakan tersebut menempatkan pemerintah dan DPR dalam sorotan publik. Meski demikian, perlu dibedakan antara tuntutan politik agar presiden memberikan tanggapan dan kewajiban konstitusional yang secara hukum mengharuskan presiden mengambil tindakan tertentu. Putusan MK dalam perkara ini tidak secara langsung menetapkan langkah politik yang harus ditempuh pemerintah. Seruan Rocky Gerung yang disampaikan melalui penuturan Denny juga memunculkan pertanyaan mengenai bentuk partisipasi masyarakat dalam menanggapi putusan lembaga negara. Penyampaian aspirasi melalui demonstrasi, audiensi, maupun forum resmi merupakan bagian dari ruang demokrasi, sepanjang dilakukan secara damai dan sesuai ketentuan hukum. Adapun makna dan konteks lengkap pernyataan Rocky perlu merujuk pada rekaman atau keterangan langsung yang dapat diverifikasi. Perkembangan polemik ini menunjukkan bahwa persoalan ijazah Gibran tidak hanya dibahas dari sisi hukum, tetapi juga menjadi perdebatan politik mengenai akuntabilitas pejabat publik. Meski berbagai pihak menyampaikan tafsir dan tuntutan masing-masing, tindak lanjut atas putusan MK tetap harus mengacu pada kewenangan lembaga negara serta mekanisme konstitusional yang berlaku. Publik kini menantikan penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat, termasuk mengenai konteks pernyataan Rocky Gerung dan respons pemerintah terhadap desakan Denny Indrayana. Di tengah perdebatan tersebut, isi putusan MK dan batas kewenangan masing-masing lembaga tetap menjadi rujukan penting agar diskusi berlangsung berdasarkan fakta, bukan kesimpulan yang melampaui keputusan pengadilan. #updatewarga #sedangviralindonesia #kamibantuviral

About