@priscila.tracz: #LIVEIncentiveProgram #SideHustleLIVE #PaidPartnership

Pri Tracz
Pri Tracz
Open In TikTok:
Region: BR
Tuesday 27 October 2026 09:51:06 GMT
277
1
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @priscila.tracz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Latihan Cengkok Minang : Menguasai langgam Minang klasik seperti gaya pengiring Saluang (tiup) atau Rabab (gesek) untuk lagu sejenis
Latihan Cengkok Minang : Menguasai langgam Minang klasik seperti gaya pengiring Saluang (tiup) atau Rabab (gesek) untuk lagu sejenis "Dendang Parantauan" membutuhkan teknik vokal khusus yang disebut [Ratok (ratapan)](https://avant-garde.ppj.unp.ac.id/index.php/avant-garde/article/view/203. Karakter utamanya adalah suara yang mendayu-dayu, bergetar tipis, namun memiliki artikulasi pantun yang sangat jelas. Berdasarkan kajian teknik vokal maestro Minang (seperti Misramolai dan Alkawi), berikut adalah panduan latihan teknik dasar untuk pemula: 1. Kuasai "Garinyiak" (Cengkok Khas Minang) Jika dalam dangdut dikenal istilah cengkok, dalam dendang Minang teknik ini disebut Garinyiak. Karakter garinyiak menyerupai liukan melodi alat musik saluang atau rabab yang patah-patah namun lembut. * Cara Latihan: Jangan mengayunkan suara terlalu lebar seperti opera. Buat lekukan nada sedekat mungkin (jarak setengah nada atau semitone). * Langkah: Mulai dengan bersenandung (humming) "Mmm-hmmm" dengan nada meliuk cepat naik-turun. Fokuskan getaran di area tenggorokan bagian atas dan belakang hidung (resonansi nasofaring) untuk mendapatkan warna suara "cempreng syahdu" khas pesisir. 2. Membagi Ornamen Garinyiak (Pangka, Tangah, Ujuang) Dalam teknik profesional, garinyiak dibagi menjadi tiga penempatan: * Pangka (Pangkal): Ornamen liukan diletakkan tepat di awal kata saat baru mengambil nada. * Tangah (Tengah): Liukan disisipkan di tengah kata atau suku kata panjang. * Ujuang (Ujung): Liukan halus diletakkan di akhir kalimat. Untuk pemula, fokuslah pada Ujuang, yaitu memberikan getaran meliuk sebelum memutus napas di akhir lirik pantun. 3. Teknik "Gadiiek" (Sentakan Emosi) Gadiiek adalah teknik memberikan tekanan atau hentakan kecil di pita suara saat nada berbelok. Ini yang memberikan efek "merinding" atau kesan penyanyi sedang menahan tangis saat membawakan lagu perantauan. * Cara Latihan: Nyanyikan satu nada datar panjang, lalu patahkan secara tiba-tiba ke nada yang lebih rendah menggunakan tumpuan otot perut (diafragma), bukan mencekik leher. 4. Manajemen Napas Pendek-Cepat (Mengikuti Ketukan Saluang) Penyanyi dendang saluang biasanya berhadapan dengan bait pantun yang padat dengan tempo dinamis. * Cara Latihan: Berbeda dengan pop yang menarik napas dalam-dalam secara perlahan, dendang Minang sering kali menggunakan teknik pernapasan dada/cepat di jeda antar baris pantun agar artikulasi lirik tidak tertinggal oleh ketukan instrumen. Latihlah membaca lirik "Lapeh nan dari Muaro Kalaban, ka Solok alun lai sampai" dalam satu embusan napas pendek yang efisien. 5. Penekanan Artikulasi Sebutan (Dialek) Keindahan dendang Minang ada pada penyampaian pesan pantunnya. Vokal huruf hidup harus dibawakan secara tegas namun bulat: * Huruf "A" sering ditarik agak ke belakang (menuju rongga tenggorokan). * Latihlah mengucapkan kata-kata khas perantauan seperti Mande (Ibu), Rantau, dan Sansai (Sengsara) dengan penghayatan artikulasi yang jelas, tidak terseret atau bergumam. ------------------------------ Tips Memulai Belajar Mandiri: 1. Dengarkan rekaman instrumen Saluang murni tanpa vokal di YouTube. Coba ikuti liukan nadanya menggunakan vokal "Aaa" atau "Ooo". 2. Rekam suara Anda saat mencoba menyanyikan bait pertama "Dendang Parantauan", lalu bandingkan seberapa mirip liukan akhir kata Anda dengan bunyi gesekan Rabab atau tiupan Saluang. #indonesia #indosiar #da8 #da8indosiar #viraltiktok @DA8 MURAMA @DA8 INDOSIAR @soimah_pancawati_39

About