@wendydayy47: I love cre:koechan_6#xuhuong#lovelanguage#voiceacting#viral#fyp

Wendydayy🍀
Wendydayy🍀
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 27 October 2026 12:52:35 GMT
513
36
8
2

Music

Download

Comments

dtsocnek
sóc nek :
😂
2026-10-28 04:42:17
0
190825tobie
Tobiee🍀 :
Hihi ❤️
2026-10-27 16:23:50
1
mnh.duy12345
Mạnh Duy :
ước j chị ấy nói vs mik
2026-10-27 15:06:52
0
sk.bidi.2
^_^ :
giọng cute z
2026-10-27 13:25:38
0
chupp784
htp💸 :
Sowmsm nò
2026-10-27 13:49:44
0
huynh.nhu045
lốp trưởng 💢 :
đầu 😍
2026-10-27 13:05:55
0
tiendat512213
Đạt♛Tổng🥶LẠNKLÙNK🍀 :
2026-10-27 13:59:41
0
khanhui0
Pé Bi và Pé Kun 😛 :
😳
2026-10-28 07:33:29
0
To see more videos from user @wendydayy47, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tuhan, dalam kehidupan yang sekali ini, aku takut, aku tidak bisa menjadi apa-apa. Tapi Tuhanku ini, Ia maha segalanya. Segala yang pernah aku pinta, tentu, bernilai kecil di hadapan-Nya. Lantas apa yang perlu aku takutkan? Aku gelisah Tuhan, pada yang belum mesti menjadi takdirku. Hatiku, akal ku, sungguh, betapa sempit mereka. Sehingga, dalam memahami cara-Mu, mereka tidak sampai.  Aku ingin menjadi sesuatu, Tuhanku—seseorang yang berarti, seseorang yang berhasil, seseorang yang cukup dan mencukupkan. Namun bukankah sejak awal, keberadaanku saja adalah bukti bahwa Engkau tidak pernah menciptakan aku sebagai yang “tidak berarti”? Inilah, sungguh inilah kebenarannya—aku tidak pernah diciptakan untuk menjadi sia-sia. Ampuni aku, Tuhanku. Ampuni aku.  Dan, ajarilah aku untuk tidak mengukur diriku dari apa yang belum aku capai, aku ingin menjadi manusia yang besar rasa syukurnya. Sebab mungkin, menjadi “apa-apa” di dunia ini tidak selalu tentang dikenal, dipuji, atau diakui, melainkan tentang bagaimana aku tetap hidup tanpa kehilangan percaya kepada-Mu. Dan jika suatu hari nanti aku tidak menjadi seperti yang aku bayangkan, maka jangan biarkan aku merasa gagal—selama aku masih menjadi hamba yang Engkau jaga, yang Engkau arahkan, dan yang tidak Engkau tinggalkan. Tuhan, jika aku terlalu kecil di hadapan dunia, maka cukup besarkan aku di hadapan-Mu. Sebab pada akhirnya, aku tidak ingin menjadi “apa-apa” bagi manusia—aku hanya ingin menjadi seseorang yang tidak Engkau sia-siakan, atau merasa seperti Engkau sia-siakan. #dhiyandjournal
Tuhan, dalam kehidupan yang sekali ini, aku takut, aku tidak bisa menjadi apa-apa. Tapi Tuhanku ini, Ia maha segalanya. Segala yang pernah aku pinta, tentu, bernilai kecil di hadapan-Nya. Lantas apa yang perlu aku takutkan? Aku gelisah Tuhan, pada yang belum mesti menjadi takdirku. Hatiku, akal ku, sungguh, betapa sempit mereka. Sehingga, dalam memahami cara-Mu, mereka tidak sampai.  Aku ingin menjadi sesuatu, Tuhanku—seseorang yang berarti, seseorang yang berhasil, seseorang yang cukup dan mencukupkan. Namun bukankah sejak awal, keberadaanku saja adalah bukti bahwa Engkau tidak pernah menciptakan aku sebagai yang “tidak berarti”? Inilah, sungguh inilah kebenarannya—aku tidak pernah diciptakan untuk menjadi sia-sia. Ampuni aku, Tuhanku. Ampuni aku. Dan, ajarilah aku untuk tidak mengukur diriku dari apa yang belum aku capai, aku ingin menjadi manusia yang besar rasa syukurnya. Sebab mungkin, menjadi “apa-apa” di dunia ini tidak selalu tentang dikenal, dipuji, atau diakui, melainkan tentang bagaimana aku tetap hidup tanpa kehilangan percaya kepada-Mu. Dan jika suatu hari nanti aku tidak menjadi seperti yang aku bayangkan, maka jangan biarkan aku merasa gagal—selama aku masih menjadi hamba yang Engkau jaga, yang Engkau arahkan, dan yang tidak Engkau tinggalkan. Tuhan, jika aku terlalu kecil di hadapan dunia, maka cukup besarkan aku di hadapan-Mu. Sebab pada akhirnya, aku tidak ingin menjadi “apa-apa” bagi manusia—aku hanya ingin menjadi seseorang yang tidak Engkau sia-siakan, atau merasa seperti Engkau sia-siakan. #dhiyandjournal

About