@nicholecatherine: PSA- invest in your skin. #skincare #skincaretips

Nichole Catherine
Nichole Catherine
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 27 October 2026 15:18:15 GMT
305
2
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nicholecatherine, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV:  The Bad Boy, Tamed By Love. Nama Lee Heeseung sudah lama menjadi bahan pembicaraan di kampus. Siapa yang tidak kenal? Sosok pria dengan wajah tampan, tatapan tajam, dan senyum setengah miring yang seakan bisa melumpuhkan siapa saja. Rambut hitamnya selalu berantakan dengan gaya yang entah bagaimana terlihat begitu keren. Ditambah lagi, suara motornya yang khas hampir setiap hari terdengar menggelegar di sekitar kampus. Heeseung dikenal sebagai bad boy sejati, juga playboy kelas kakap. Hari ini ia bisa terlihat merangkul seorang gadis di parkiran, besoknya ia sudah duduk di kantin bersama yang lain. Tak ada yang bisa benar-benar menaklukkan pria itu. Semua orang tahu, ia hanya bermain-main dengan cinta. Tapi akhir-akhir ini, ada yang berbeda. Targetnya kali ini bukan sembarang gadis. Sasarannya adalah Y/N—si gadis yang mungkin jadi satu-satunya orang yang tidak pernah tergoda dengan pesona Heeseung. --- “Lu yakin, Seung?” suara Jay terdengar saat mereka nongkrong di parkiran basecamp malam itu. Asap rokok mengepul dari tangannya, sementara Jake dan Sunghoon sibuk dengan obrolan sendiri. “Y/N itu bukan tipe cewek yang gampang digodain,” tambah Jake sambil tertawa kecil. “Tuh anak terkenal cuek, pinter, sama… well, dia nggak pernah nyari perhatian cowok,” sambung Sunghoon dengan nada santai. Heeseung hanya menyeringai. Tangannya memutar kunci motor dengan santai. “Justru itu yang bikin gue penasaran,” jawabnya, nada suaranya penuh percaya diri. “Cewek kayak dia pasti punya titik lemah. Dan gue bakal nemuin itu.” Keesokan harinya, kampus kembali ramai. Y/N berjalan santai di koridor dengan buku di pelukannya. Rambutnya yang tergerai membuat beberapa pasang mata diam-diam memperhatikannya. Tapi Y/N sudah terbiasa dengan sorotan itu. Tiba-tiba, suara derap langkah santai mendekat. “Hei, princess.” Suara berat itu membuat Y/N menoleh sekilas. Benar saja, Lee Heeseung berdiri di sebelahnya dengan senyum andalannya. Y/N hanya menaikkan alis. “Apa?” “Nggak biasanya gue ngeliat lo sendirian.” Heeseung berjalan seirama, tangannya dimasukkan ke saku jaket kulitnya. “Lo nggak takut gue culik, huh?”  Y/N mendengus kecil. “Sorry, aku nggak main sama anak kayak kamu. Jawaban itu sukses membuat Heeseung tertawa pelan. “Gue beda, sweetheart. Kalo sama lo, gue bisa jinak kok.” Y/N berhenti, menatapnya datar. “Heeseung, aku nggak punya waktu buat main-main kayak lo. Jadi please, cari orang lain aja buat digoda.” Lalu ia berbalik, meninggalkan pria itu begitu saja. Heeseung mengangkat sudut bibirnya, bukannya kesal, malah semakin tertarik. “Menarik…” gumamnya. --- Hari-hari berikutnya, Heeseung benar-benar serius dengan incarannya. Ia mulai muncul di tempat-tempat yang sering didatangi Y/N—perpustakaan, kantin, bahkan ruang kelas. Selalu dengan cara yang menyebalkan. Kadang ia pura-pura duduk di sebelah Y/N hanya untuk bertanya hal-hal konyol. “Eh, kalo gue nulis nama lo di helm motor gue, itu tandanya lo jadi milik gue nggak, sih?” Atau menggodanya saat Y/N sibuk belajar. “Princess, jangan belajar terus. Gue bisa ajarin lo hal-hal lain yang lebih… menyenangkan.” Tentu saja Y/N selalu menatapnya dengan wajah malas, lalu mengabaikannya. Tapi jauh di dalam hati, Y/N harus mengakui kalau keberanian dan keteguhan Heeseung itu cukup mengganggu pikirannya. Sampai suatu malam, saat kampus sudah sepi. Y/N baru saja keluar dari gedung setelah rapat organisasi. Langkahnya terhenti ketika mendengar suara motor meraung dari kejauhan. Tak butuh waktu lama, siluet Heeseung muncul dengan jaket kulitnya. Ia berhenti tepat di depan Y/N, membuka helmnya dengan satu tangan. Senyum miring itu kembali muncul. “Gue tau lo pulang sendirian. Gue anterin, ya?” “Enggak perlu,” jawab Y/N cepat. “Come on, princess. Malam gini nggak aman buat gadis cantik sendirian. Apa lo lebih milih jalan kaki daripada duduk manis di belakang gue?” (lanjut di komen) ⚠JUST POV⚠ #POV #HEESEUNG
POV: The Bad Boy, Tamed By Love. Nama Lee Heeseung sudah lama menjadi bahan pembicaraan di kampus. Siapa yang tidak kenal? Sosok pria dengan wajah tampan, tatapan tajam, dan senyum setengah miring yang seakan bisa melumpuhkan siapa saja. Rambut hitamnya selalu berantakan dengan gaya yang entah bagaimana terlihat begitu keren. Ditambah lagi, suara motornya yang khas hampir setiap hari terdengar menggelegar di sekitar kampus. Heeseung dikenal sebagai bad boy sejati, juga playboy kelas kakap. Hari ini ia bisa terlihat merangkul seorang gadis di parkiran, besoknya ia sudah duduk di kantin bersama yang lain. Tak ada yang bisa benar-benar menaklukkan pria itu. Semua orang tahu, ia hanya bermain-main dengan cinta. Tapi akhir-akhir ini, ada yang berbeda. Targetnya kali ini bukan sembarang gadis. Sasarannya adalah Y/N—si gadis yang mungkin jadi satu-satunya orang yang tidak pernah tergoda dengan pesona Heeseung. --- “Lu yakin, Seung?” suara Jay terdengar saat mereka nongkrong di parkiran basecamp malam itu. Asap rokok mengepul dari tangannya, sementara Jake dan Sunghoon sibuk dengan obrolan sendiri. “Y/N itu bukan tipe cewek yang gampang digodain,” tambah Jake sambil tertawa kecil. “Tuh anak terkenal cuek, pinter, sama… well, dia nggak pernah nyari perhatian cowok,” sambung Sunghoon dengan nada santai. Heeseung hanya menyeringai. Tangannya memutar kunci motor dengan santai. “Justru itu yang bikin gue penasaran,” jawabnya, nada suaranya penuh percaya diri. “Cewek kayak dia pasti punya titik lemah. Dan gue bakal nemuin itu.” Keesokan harinya, kampus kembali ramai. Y/N berjalan santai di koridor dengan buku di pelukannya. Rambutnya yang tergerai membuat beberapa pasang mata diam-diam memperhatikannya. Tapi Y/N sudah terbiasa dengan sorotan itu. Tiba-tiba, suara derap langkah santai mendekat. “Hei, princess.” Suara berat itu membuat Y/N menoleh sekilas. Benar saja, Lee Heeseung berdiri di sebelahnya dengan senyum andalannya. Y/N hanya menaikkan alis. “Apa?” “Nggak biasanya gue ngeliat lo sendirian.” Heeseung berjalan seirama, tangannya dimasukkan ke saku jaket kulitnya. “Lo nggak takut gue culik, huh?” Y/N mendengus kecil. “Sorry, aku nggak main sama anak kayak kamu. Jawaban itu sukses membuat Heeseung tertawa pelan. “Gue beda, sweetheart. Kalo sama lo, gue bisa jinak kok.” Y/N berhenti, menatapnya datar. “Heeseung, aku nggak punya waktu buat main-main kayak lo. Jadi please, cari orang lain aja buat digoda.” Lalu ia berbalik, meninggalkan pria itu begitu saja. Heeseung mengangkat sudut bibirnya, bukannya kesal, malah semakin tertarik. “Menarik…” gumamnya. --- Hari-hari berikutnya, Heeseung benar-benar serius dengan incarannya. Ia mulai muncul di tempat-tempat yang sering didatangi Y/N—perpustakaan, kantin, bahkan ruang kelas. Selalu dengan cara yang menyebalkan. Kadang ia pura-pura duduk di sebelah Y/N hanya untuk bertanya hal-hal konyol. “Eh, kalo gue nulis nama lo di helm motor gue, itu tandanya lo jadi milik gue nggak, sih?” Atau menggodanya saat Y/N sibuk belajar. “Princess, jangan belajar terus. Gue bisa ajarin lo hal-hal lain yang lebih… menyenangkan.” Tentu saja Y/N selalu menatapnya dengan wajah malas, lalu mengabaikannya. Tapi jauh di dalam hati, Y/N harus mengakui kalau keberanian dan keteguhan Heeseung itu cukup mengganggu pikirannya. Sampai suatu malam, saat kampus sudah sepi. Y/N baru saja keluar dari gedung setelah rapat organisasi. Langkahnya terhenti ketika mendengar suara motor meraung dari kejauhan. Tak butuh waktu lama, siluet Heeseung muncul dengan jaket kulitnya. Ia berhenti tepat di depan Y/N, membuka helmnya dengan satu tangan. Senyum miring itu kembali muncul. “Gue tau lo pulang sendirian. Gue anterin, ya?” “Enggak perlu,” jawab Y/N cepat. “Come on, princess. Malam gini nggak aman buat gadis cantik sendirian. Apa lo lebih milih jalan kaki daripada duduk manis di belakang gue?” (lanjut di komen) ⚠JUST POV⚠ #POV #HEESEUNG

About