@peterobncnp: Help me decide my ed

College stuff
College stuff
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 27 October 2026 23:37:21 GMT
1023
41
1
0

Music

Download

Comments

annabelfarrell4
Annabel’s priv :
Honestly, if you talk to an admissions person, they’ll tell you that they don’t have a cut off number for kids from certain schools. For example one year they can pick 2 people from your school and the next they can pick 11. If your application is good, it doesn’t matter how many people are sent to the school a year.
2026-10-28 04:20:27
0
To see more videos from user @peterobncnp, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TUHAN YANG UTUS,  TUHAN YANG URUS:  APAKAH BENAR JIKA PEMILIHANNYA MENYIMPANG DARI FIRMAN TUHAN? Ungkapan “Tuhan yang utus, Tuhan yang urus”  sering dipakai setelah pemilihan penatua dan diaken.  Namun, apakah setiap orang yang terpilih otomatis merupakan orang yang diutus Tuhan, sekalipun proses pemilihannya menyimpang dari standar Alkitab? Hasil pemilihan manusia tidak otomatis menjadi pengesahan Tuhan atas orang yang terpilih.  Jabatan gerejawi tidak membuat seseorang memenuhi syarat pelayanan jika kehidupannya bertentangan dengan firman Tuhan. 1. Tuhan menetapkan standar bagi pelayan-Nya Dalam 1 Timotius 3:2–13,  Paulus menetapkan persyaratan bagi penilik jemaat dan diaken.  Pelayan Tuhan harus memiliki karakter, penguasaan diri, kehidupan keluarga, dan kesaksian yang baik. Artinya, jabatan pelayanan harus tunduk pada standar firman Tuhan, bukan kepentingan manusia.  Jika seseorang memperoleh jabatan melalui manipulasi, kampanye terselubung yang tidak jujur, atau proses yang mengabaikan persyaratan Alkitab, gereja tidak boleh menutupi penyimpangan itu dengan mengatakan, “Tuhan yang memilih.” 2. Iblis pun dapat melakukan perkara supranatural. Alkitab memperingatkan bahwa kuasa supranatural tidak otomatis membuktikan bahwa sesuatu berasal dari Tuhan. ■  Alkitab menulis Iblis pernah menawarkan kekuasaan dunia kepada Yesus. Matius 4:8–9 mencatat bahwa Iblis memperlihatkan kerajaan dunia beserta kemegahannya dan menawarkan semuanya kepada Yesus.  Peristiwa ini memperlihatkan bahwa Iblis dapat menawarkan kekuasaan dan kemuliaan dunia untuk menggoda manusia agar menyimpang dari kehendak Allah. ■ Iblis dapat menyamar sebagai malaikat terang. 2 Korintus 11:14 berkata, “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.” Artinya, penampilan yang meyakinkan dan kesan rohani tidak otomatis membuktikan bahwa sumbernya adalah Tuhan. ■ Ada mujizat yang dilakukan oleh kuasa yang menyesatkan. Matius 24:24 memperingatkan tentang mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu yang mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat untuk menyesatkan, jika mungkin, orang-orang pilihan juga. Karena itu, mujizat, keberhasilan, popularitas, bahkan jabatan rohani tidak boleh dijadikan bukti tunggal bahwa seseorang diutus Tuhan. 3. Bagaimana dengan penatua dan diaken?
TUHAN YANG UTUS, TUHAN YANG URUS: APAKAH BENAR JIKA PEMILIHANNYA MENYIMPANG DARI FIRMAN TUHAN? Ungkapan “Tuhan yang utus, Tuhan yang urus” sering dipakai setelah pemilihan penatua dan diaken. Namun, apakah setiap orang yang terpilih otomatis merupakan orang yang diutus Tuhan, sekalipun proses pemilihannya menyimpang dari standar Alkitab? Hasil pemilihan manusia tidak otomatis menjadi pengesahan Tuhan atas orang yang terpilih. Jabatan gerejawi tidak membuat seseorang memenuhi syarat pelayanan jika kehidupannya bertentangan dengan firman Tuhan. 1. Tuhan menetapkan standar bagi pelayan-Nya Dalam 1 Timotius 3:2–13, Paulus menetapkan persyaratan bagi penilik jemaat dan diaken. Pelayan Tuhan harus memiliki karakter, penguasaan diri, kehidupan keluarga, dan kesaksian yang baik. Artinya, jabatan pelayanan harus tunduk pada standar firman Tuhan, bukan kepentingan manusia. Jika seseorang memperoleh jabatan melalui manipulasi, kampanye terselubung yang tidak jujur, atau proses yang mengabaikan persyaratan Alkitab, gereja tidak boleh menutupi penyimpangan itu dengan mengatakan, “Tuhan yang memilih.” 2. Iblis pun dapat melakukan perkara supranatural. Alkitab memperingatkan bahwa kuasa supranatural tidak otomatis membuktikan bahwa sesuatu berasal dari Tuhan. ■ Alkitab menulis Iblis pernah menawarkan kekuasaan dunia kepada Yesus. Matius 4:8–9 mencatat bahwa Iblis memperlihatkan kerajaan dunia beserta kemegahannya dan menawarkan semuanya kepada Yesus. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa Iblis dapat menawarkan kekuasaan dan kemuliaan dunia untuk menggoda manusia agar menyimpang dari kehendak Allah. ■ Iblis dapat menyamar sebagai malaikat terang. 2 Korintus 11:14 berkata, “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.” Artinya, penampilan yang meyakinkan dan kesan rohani tidak otomatis membuktikan bahwa sumbernya adalah Tuhan. ■ Ada mujizat yang dilakukan oleh kuasa yang menyesatkan. Matius 24:24 memperingatkan tentang mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu yang mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat untuk menyesatkan, jika mungkin, orang-orang pilihan juga. Karena itu, mujizat, keberhasilan, popularitas, bahkan jabatan rohani tidak boleh dijadikan bukti tunggal bahwa seseorang diutus Tuhan. 3. Bagaimana dengan penatua dan diaken? "Jangan menganggap" bahwa seseorang terpilih pasti dipilih Tuhan hanya karena ia berhasil memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan gereja. Manusia dapat memilih berdasarkan, kampanye, kedekatan, kepentingan, pengaruh, atau pertimbangan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Jika prosesnya menyimpang dari firman Tuhan, jangan menyebut penyimpangan itu sebagai kehendak Tuhan. Gereja harus berani mengevaluasi proses dan kelayakan orang yang terpilih berdasarkan standar Alkitab. Kitapun tidak dapat menyimpulkan bahwa setiap orang yang terpilih melalui proses yang buruk pasti diutus Iblis. Namun, kita juga tidak boleh mengklaim bahwa "Tuhan pasti mengutusnya" hanya karena ia memenangkan pemilihan. 4. Bagaimana jika pendeta memberkati hasil pemilihan yang menyimpang? Jika seorang pendeta mengetahui bahwa pemilihan penatua atau diaken telah menyimpang dari standar Alkitab, tetapi ia tetap menumpangkan tangan dan memberkati orang yang terpilih seolah-olah semuanya benar, tindakannya tidak otomatis menjadi pengesahan Tuhan. Penumpangan tangan bukan jaminan bahwa Tuhan menyetujui orang yang menerimanya. Dalam 1 Timotius 5:22, Paulus berkata, “Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang dan janganlah terbawa-bawa ke dalam dosa orang lain.” Ayat ini keras memperingatkan bahwa penumpangan tangan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada tanggung jawab rohani di balik tindakan tersebut. Jika pendeta mengetahui adanya pelanggaran yang nyata, ia seharusnya tidak mengabaikannya demi melanjutkan seremoni itu. Ia harus menguji persoalan itu berdasarkan firman Tuhan. Yakobus 4:17 berkata, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”

About