@momaz.id: Mahu dukung anak yang semakin membesar tapi takut bahu cepat lenguh? Jom cuba gaya gendong belakang menggunakan Ultra Comfy Hipseat! Rekaannya sangat mesra pengguna; ibu-ibu boleh pasang sendiri tali pinggangnya tanpa memerlukan bantuan orang lain. Beban anak akan terbahagi dengan rata, menjadikan bahu anda bebas daripada rasa lenguh dan sakit. Inilah solusi paling selesa untuk mendukung toddler sambil membolehkan ibu kekal bebas beraktiviti! Momaz #1HipSafeBabyCarrierApproveByDSA #BabyCarrierMalaysia #HipseatCarrier #GendongBelakang #UltraComfyHipseat #Momaz

Momaz.id
Momaz.id
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 30 October 2026 05:30:00 GMT
466
1
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @momaz.id, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kalau lagu Whitney Houston yang satu ini terdengar begitu menyayat, ternyata perjalanan lagunya juga cukup menarik. “All at Once” ditulis oleh Michael Masser dan Jeffrey Osborne. Pada awalnya, lagu ini bahkan direncanakan untuk dinyanyikan oleh Jeffrey Osborne sendiri. Osborne ikut menulis lagu tersebut bersama Masser untuk proyek albumnya. Tapi Osborne akhirnya memutuskan tidak memasukkannya ke albumnya karena menurutnya sudah terlalu banyak lagu ballad. Di saat yang sama, Michael Masser sedang mencari lagu untuk album debut seorang penyanyi muda bernama Whitney Houston. Setelah Whitney merekam “Hold Me” bersama Teddy Pendergrass, Masser mengirimkan beberapa lagu kepadanya—termasuk “All at Once.” Whitney kemudian merekamnya di Los Angeles pada 1984. Lagu itu akhirnya masuk ke album debut Whitney Houston yang dirilis pada 1985, dengan Michael Masser sebagai produser.  Menariknya, ketika album tersebut disusun, Clive Davis sempat merasa terlalu banyak ballad di dalamnya. Namun “All at Once” tetap dipertahankan. Dan keputusan itu ternyata tepat. Lagu ini kemudian dirilis sebagai single di sejumlah negara Eropa dan Jepang. Di Belanda, lagu tersebut mencapai Top 10, sementara di Belgia bahkan masuk Top 3.  Yang membuat rekamannya begitu kuat adalah aransemen khas ballad pop-soul 80-an: synthesizer, string lembut, bass, drum, gitar, dan tentu saja vokal Whitney yang perlahan naik menuju klimaks.  Jadi perjalanan lagu ini cukup unik: Ditulis Masser & Osborne → awalnya dipertimbangkan untuk Jeffrey Osborne → akhirnya diberikan kepada penyanyi muda bernama Whitney Houston → masuk album debutnya → kemudian menjadi salah satu lagu Whitney yang paling dikenang penggemarnya. Dan mungkin itu yang membuat judulnya terasa pas. Kadang seseorang tidak benar-benar menyadari sebuah kehilangan sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya… semuanya terasa sekaligus. 🎧 “All at Once.” Kalau kamu dulu sering dengar lagu ini di radio atau kaset, bagian mana yang paling bikin merinding? ❤️ #AllAtOnce #WhitneyHouston #Lagu80an #Nostalgia80an #CeritaDiBalikLagu
Kalau lagu Whitney Houston yang satu ini terdengar begitu menyayat, ternyata perjalanan lagunya juga cukup menarik. “All at Once” ditulis oleh Michael Masser dan Jeffrey Osborne. Pada awalnya, lagu ini bahkan direncanakan untuk dinyanyikan oleh Jeffrey Osborne sendiri. Osborne ikut menulis lagu tersebut bersama Masser untuk proyek albumnya. Tapi Osborne akhirnya memutuskan tidak memasukkannya ke albumnya karena menurutnya sudah terlalu banyak lagu ballad. Di saat yang sama, Michael Masser sedang mencari lagu untuk album debut seorang penyanyi muda bernama Whitney Houston. Setelah Whitney merekam “Hold Me” bersama Teddy Pendergrass, Masser mengirimkan beberapa lagu kepadanya—termasuk “All at Once.” Whitney kemudian merekamnya di Los Angeles pada 1984. Lagu itu akhirnya masuk ke album debut Whitney Houston yang dirilis pada 1985, dengan Michael Masser sebagai produser. Menariknya, ketika album tersebut disusun, Clive Davis sempat merasa terlalu banyak ballad di dalamnya. Namun “All at Once” tetap dipertahankan. Dan keputusan itu ternyata tepat. Lagu ini kemudian dirilis sebagai single di sejumlah negara Eropa dan Jepang. Di Belanda, lagu tersebut mencapai Top 10, sementara di Belgia bahkan masuk Top 3. Yang membuat rekamannya begitu kuat adalah aransemen khas ballad pop-soul 80-an: synthesizer, string lembut, bass, drum, gitar, dan tentu saja vokal Whitney yang perlahan naik menuju klimaks. Jadi perjalanan lagu ini cukup unik: Ditulis Masser & Osborne → awalnya dipertimbangkan untuk Jeffrey Osborne → akhirnya diberikan kepada penyanyi muda bernama Whitney Houston → masuk album debutnya → kemudian menjadi salah satu lagu Whitney yang paling dikenang penggemarnya. Dan mungkin itu yang membuat judulnya terasa pas. Kadang seseorang tidak benar-benar menyadari sebuah kehilangan sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya… semuanya terasa sekaligus. 🎧 “All at Once.” Kalau kamu dulu sering dengar lagu ini di radio atau kaset, bagian mana yang paling bikin merinding? ❤️ #AllAtOnce #WhitneyHouston #Lagu80an #Nostalgia80an #CeritaDiBalikLagu

About