Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@oceanvioli:
oceanvioli
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 28 October 2026 03:02:26 GMT
898
134
5
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.88MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.18MB
)
Watermark .mp4 (
2.66MB
)
Music .mp3
Comments
alexandra :
bhad lil chick
2026-10-28 06:54:46
0
zoeyoffergeld :
Shmooddd
2026-10-28 07:17:42
0
shia makenzie 💛 :
bhad
2026-10-28 03:49:02
0
ava🧘♀️ :
shorts 🔥
2026-10-28 03:52:46
0
Halia🌀 :
Yuhhh
2026-10-28 04:53:29
0
To see more videos from user @oceanvioli, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Replying to @macandy911Linkothi on Dhem scott Again
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid buka suara setelah politikus Singapura Calvin Cheng Ern Lee mengunggah cuitan kontroversial mengenai ketergantungan konektivitas internet Indonesia terhadap Singapura. Meutya mengingatkan bahwa sebagian besar jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menghubungkan Singapura dengan jaringan internet global melintasi perairan Indonesia. Melalui akun Instagram terverifikasinya, Meutya menilai Indonesia tidak perlu merespons persoalan tersebut dengan kemarahan. Dia menekankan bahwa infrastruktur digital harus dipandang sebagai kepentingan bersama yang menopang konektivitas global. “Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia,” tulis Meutya dalam unggahannya pada Selasa (27/10/2026). Meutya juga menyebut bahwa apabila kabel laut tersebut terputus atau dipotong, 80% kapasitas konektivitas Singapura berpotensi lumpuh. Namun, unggahannya tidak merinci sumber maupun dasar perhitungan angka tersebut. Pernyataan Meutya muncul setelah Calvin Cheng, melalui akun X @calvinelcheng, mengunggah infografis mengenai ketergantungan infrastruktur internet Indonesia terhadap jalur konektivitas yang melewati Singapura. Pada 25 Oktober 2026, mantan anggota parlemen Singapura tersebut mengunggah infografis disertai satu kata singkat, yakni “Cut” atau potong. Di bawah cuitan itu, Calvin menambahkan pernyataan yang menyebut bahwa Singapura merupakan negara yang taat hukum dan tidak akan melakukan tindakan tersebut. “Kami adalah orang-orang beradab yang taat hukum. Tentu saja kami tidak akan melakukan hal ini,” tulis Calvin dalam unggahannya. Infografis yang dibagikan Calvin mengklaim bahwa 90% lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura. Materi tersebut juga menempatkan pusat data (data center), konektivitas cloud, dan kabel bawah laut sebagai komponen penting dalam jaringan konektivitas digital Indonesia. “Singapura adalah jalur utama Indonesia untuk internet global,” demikian bunyi infografis tersebut. Angka 90% yang dicantumkan dalam infografis Calvin berbeda konteks dari angka 80% yang disebut Meutya. Angka pertama merujuk pada klaim lalu lintas internet internasional Indonesia yang melewati Singapura, sedangkan angka kedua merujuk pada kapasitas konektivitas Singapura yang menurut Meutya berpotensi terdampak jika kabel laut terputus. Kedua klaim tersebut belum disertai perincian metodologi dalam materi yang tersedia. Polemik Berawal dari Persoalan Perjanjian Dalam unggahan sebelumnya, Calvin juga menyoroti pentingnya menghormati perjanjian antara negara. Dia menyebut pemerintah Indonesia tidak menghargai perjanjian setelah muncul informasi mengenai pemangkasan ekspor gas ke Singapura. Rangkaian unggahan tersebut mengaitkan persoalan hubungan bilateral dengan ketergantungan infrastruktur digital dan pasokan energi. Namun, pernyataan Calvin merupakan pandangannya dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya ancaman pemutusan kabel laut. Menanggapi persoalan konektivitas, Meutya turut menekankan besarnya pasar digital Indonesia. Dia menyebut jumlah penduduk Indonesia mencapai 47 kali lipat dibandingkan Singapura, dengan 267 juta masyarakat Indonesia terhubung ke internet. “Penduduk Indonesia jumlahnya 47 kali lipat dari Singapura. 267 juta masyarakat terhubung ke internet. Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura,” tulis Meutya. #infofakta #menkomdigi #indonesia🇮🇩 #singapura🇸🇬 #internet
#capcut #capcutpioneer #pioneertemplate
baccccc #gym #back #GymTok
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy