@wonogirikitaofficial: Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Wonogiri mengungkap fakta terbaru terkait dugaan keracunan yang dialami lebih dari 400 siswa dan guru SMPN 1 Jatisrono. Gejala yang mengarah pada keracunan tersebut ternyata mulai dirasakan sejak Rabu (21/10/2026) sore. Wakil Bupati Wonogiri sekaligus Wakil Ketua Satgas MBG Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengatakan informasi tersebut diperoleh dari hasil penelusuran dan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri. "Setelah penelusuran dan berdasarkan laporan dari Pak Barok (Kepala Dinkes Wonogiri Mubarok), gejala mulai dirasakan anak-anak pada Rabu (21/10/2026) sore," ujar Imron, Rabu (28/10/2026). Jumlah siswa dan guru yang mengalami gejala tersebut terus bertambah pada Kamis dan Jumat (22–23/10/2026). Secara keseluruhan, lebih dari 400 siswa dan guru dilaporkan sempat mengalami keluhan kesehatan. Gejala yang dirasakan meliputi diare, mual, muntah, sakit perut, hingga pusing. Tiga siswa bahkan sempat menjalani rawat inap di puskesmas setempat. Satu siswa dirawat pada Kamis, sedangkan dua lainnya pada Jumat. Satgas MBG melalui Dinkes Wonogiri telah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Namun, upaya penelusuran terkendala karena sampel makanan yang disajikan pada Rabu sudah tidak tersedia. Padahal, berdasarkan kronologi yang ditemukan, gejala mulai muncul pada hari tersebut sehingga menu yang disajikan saat itu turut menjadi perhatian dalam penelusuran. Menu MBG pada Rabu (21/10/2026) diketahui terdiri atas nugget ayam, selada, saus, campuran kacang polong dan wortel, serta buah semangka. Pihaknya juga telah memeriksa sampel makanan berupa ayam bakar yang disajikan pada Jumat (23/10/2026). Namun, hingga Rabu pagi, hasil uji laboratorium terhadap sampel tersebut belum diterima. "Kalau kita lihat gejala sudah mulai di hari Rabu sore. Berarti kan dugaannya menu di hari itu. Tapi kami tidak mendapatkan sampel menunya. Dan ini yang kami sayangkan," jelas Imron. Selain melakukan penelusuran, Imron menyampaikan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungsari telah menghentikan operasional sementara. Kejadian tersebut juga telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk ditindaklanjuti. Di tengah kejadian tersebut, dukungan agar program MBG tetap berjalan turut disampaikan oleh orang tua siswa yang mengalami diare setelah mengonsumsi makanan program tersebut. Pandhu, salah satu orang tua siswa, menilai MBG memberikan manfaat bagi keluarga karena membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mengurangi pengeluaran untuk uang saku. "Saya berharap program ini berjalan kembali. Manfaatnya sangat besar untuk membantu pemenuhan gizi anak kami di sekolah. Untuk selanjutnya memang perlu evaluasi dan monitoring yang lebih ketat," katanya. Meski demikian, penyebab pasti munculnya gejala yang dialami ratusan siswa dan guru SMPN 1 Jatisrono masih perlu dipastikan melalui penelusuran lebih lanjut. Dugaan keterkaitan dengan menu MBG belum dapat disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan dan pengujian laboratorium diketahui. sc:radarsolo #Wonogiri
WonogiriKita
Region: ID
Wednesday 28 October 2026 08:17:29 GMT
Music
Download
Comments
puspadewi :
stop mbg
2026-10-28 13:12:40
0
☀️TOMBO LUWE☀️ :
kakean drama 😡😡😡
2026-10-28 09:13:47
4
mbahe tekek :
stop mbg ganti pendidikan gratis
2026-10-28 16:57:35
2
yanto :
KLO mau maksa mbg jalan dan manfaat untuk kalangan bawah .tolong daerah harus berani ambil alih.jafikan mbg program kantin sehat.sebetulnya sekolah swasta sudah dulu pakai ketring.kadih kesempatan melanjutkan ketring dan tentunya ketring juga belanja di daerah setempat bukan keluar mencari yg jauh lebih murah.
2026-10-28 21:02:00
2
Ekin Sport :
Drakor😁
2026-10-29 04:03:30
0
Masato Atok :
tindakkan yg menyebabkan banyak orang keracunan apa ada hukum pidananya,ada koki,ada ahli gizi,ada kepala dapur,ada kepala MBG, tetapi tetap membuat banyak orang keracunan. Siapa yang harus menanggung biaya pengobatan dan perawatan.
2026-10-28 12:52:00
1
gothel404 :
yg gak beracun ..kagak dimakan ..maaf banget bukan nolak cuma definisi makan itu" aja .ank JD bosan 😳😳😳
2026-10-29 01:15:39
0
Budi Santoso :
sampel kok hilang....segera evaluasi sppg ya p.wakil bupati
2026-10-28 23:50:42
0
kheyfa29 :
anak sm ponakanku akhirnya jg tumbang...mual diare dan pusing..
2026-10-28 21:11:34
0
sentot465 :
tutup wae dapure ,kesuwen
2026-10-28 12:02:16
0
Bag :
stop MBG
2026-10-28 17:01:47
1
tebleng :
hilang apa dihilangkan
2026-10-28 14:41:19
0
Pak Dyanto :
#tutuptotalmbg
2026-10-28 13:52:34
0
dib :
tolak wae mbg
2026-10-28 12:33:58
0
particepuk :
lebih baek tutup permanen selese
2026-10-28 15:14:58
0
ver :
mending di tindakan saja, anak² SMK jarang ada yang mau makan mbg, katanya ada ayam yang masih ada bulu nya
2026-10-28 14:26:58
0
MamiekAryAsmoro_77 :
2026-10-28 12:04:07
0
mother5908 :
membagongkan...
2026-10-28 11:55:37
0
wahyu widodo :
itu tidak hilang tapi DIBUANG🤣🤣🤣
2026-10-28 10:43:23
1
mandor :
saiki usume ternak ayam + mentok..eman mbg gak ada yg makan😄
2026-10-28 15:59:30
0
abu :
Stop meracuni siswa...[Suka][Suka]
2026-10-28 15:50:04
0
Na'i Pya&i :
beneran hilang atau mungkin sengaja di hilang kan?
2026-10-28 15:38:46
0
S 484 AR :
tumtut sppg yang menyebabkan keracunan
2026-10-28 15:31:24
0
denmas bey :
sampel sengaja dihilangkan
2026-10-28 12:59:37
0
Yoko :
pertanyaanya si Pandhu itu hbs ketemu siapa?
soalnya dulu saya punya kawan juga gitu, tiba-tiba ngotot mendukung prahoro gataunya dia hbs dpt 200rb.
padahal cuma dpt 200rb lho.
2026-10-28 10:38:00
0
To see more videos from user @wonogirikitaofficial, please go to the Tikwm
homepage.