@agnesgracella72: #fypage #djharisnugraha #djold #djremix

Nesya
Nesya
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 28 October 2026 11:00:07 GMT
8068
774
18
37

Music

Download

Comments

kiollcintaaa5
kiaae :
duh idol cakep ahett[Hati kembar]
2026-10-28 11:05:42
1
dandelions_115
dandelions :
duh my mine
2026-10-28 17:12:53
1
dinoandrean_ya
orang baru 🥀 :
apakah ini orang lamanya
2026-10-30 17:45:27
0
bakhrie26
Bakhrie. :
bebep nesya🥰🥰🥰
2026-10-29 01:42:08
0
supriadi_rikardo
S. ADi. RIKARDO MANIK RAJA :
aku suka samamu dek demi tuhan
2026-10-28 15:28:10
0
bagasalfatih52
Nandoklx🌱 :
2026-10-29 02:46:34
0
akuu_iksannnn
🅰️ :
idola
2026-10-28 21:57:18
0
vanwnabeyurss
🇺🇸🇷🇺EvanRx☆📉📊 :
2026-10-28 11:03:30
1
taufiq.downsize
TABOY :
fb
2026-10-29 11:53:47
0
cristianoqayra
qayy :
2026-10-29 04:07:41
0
rcasper11
Casper's :
kelas berapa dah dek😊
2026-10-28 11:52:20
0
mekanik8338
mekanik muda 🛠️ :
👋👋👋👋🫡
2026-10-29 10:37:12
0
aasar.mukahil
Yhaser🇵🇭 :
🥰🥰🥰
2026-11-03 03:34:54
0
To see more videos from user @agnesgracella72, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Berdebat, Gatot Nurmantyo VS Listyo Sigit Jakarta — Kontroversi pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait wacana penempatan Polri di bawah kementerian memantik kritik keras dari mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Gatot menilai pernyataan tersebut bukan sekadar respons institusional, melainkan sinyal serius yang berpotensi mengganggu tatanan demokrasi dan konstitusi. Sorotan Gatot tertuju pada diksi ekstrem Kapolri yang menyatakan akan 'bertahan sampai titik darah penghabisan' apabila muncul usulan menempatkan Polri di bawah kementerian. Menurut Gatot, pernyataan tersebut mengandung pesan intimidatif yang berbahaya dan tidak pantas disampaikan di ruang publik oleh pejabat negara. Gatot menegaskan, ucapan Kapolri tidak bisa dimaknai sebagai sikap defensif semata, melainkan telah berubah menjadi tekanan simbolik yang secara implisit diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang kekuasaan konstitusional tertinggi. “Ketika Kapolri menyatakan akan bertahan sampai darah penghabisan dan memerintahkan seluruh jajarannya, itu alarm darurat demokrasi. Itu bahasa konflik, bahasa tekanan kekuasaan, bahkan intimidasi,” ungkap Gatot saat menyampaikan pidato dalam acara 'Inaugurasi Revosa' di Universitas Sangga Buana, sebagaimana dikutip dari saluran YouTube Hersubeno Point, Jumat, 30 Januari 2026. Menurut Gatot, ini bukan kali pertama Kapolri menunjukkan sikap yang ia nilai sebagai pembangkangan terhadap negara. Ia menyebut setidaknya terdapat tiga peristiwa yang menjadi puncak akumulasi persoalan tersebut. Pertama, ketika Polri menerbitkan Peraturan Kepolisian Nomor 10 yang disebutnya sebagai bentuk 'reformasi tandingan', meskipun Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan yang membuka ruang koreksi terhadap institusi tersebut. Kedua, saat Polri dinilai tidak sepenuhnya tunduk pada semangat konstitusi. Ketiga, ketika Kapolri secara terbuka melontarkan pernyataan bernada konfrontatif terkait struktur kelembagaan Polri. “Ini sinyal bahaya. Disiplin konstitusi sedang diuji secara terbuka,” tekan Gatot. Source: isi.sumut #listyosigitprabowo #gatotnurmantyo #polri #makar #penyadapan
Berdebat, Gatot Nurmantyo VS Listyo Sigit Jakarta — Kontroversi pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait wacana penempatan Polri di bawah kementerian memantik kritik keras dari mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Gatot menilai pernyataan tersebut bukan sekadar respons institusional, melainkan sinyal serius yang berpotensi mengganggu tatanan demokrasi dan konstitusi. Sorotan Gatot tertuju pada diksi ekstrem Kapolri yang menyatakan akan 'bertahan sampai titik darah penghabisan' apabila muncul usulan menempatkan Polri di bawah kementerian. Menurut Gatot, pernyataan tersebut mengandung pesan intimidatif yang berbahaya dan tidak pantas disampaikan di ruang publik oleh pejabat negara. Gatot menegaskan, ucapan Kapolri tidak bisa dimaknai sebagai sikap defensif semata, melainkan telah berubah menjadi tekanan simbolik yang secara implisit diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang kekuasaan konstitusional tertinggi. “Ketika Kapolri menyatakan akan bertahan sampai darah penghabisan dan memerintahkan seluruh jajarannya, itu alarm darurat demokrasi. Itu bahasa konflik, bahasa tekanan kekuasaan, bahkan intimidasi,” ungkap Gatot saat menyampaikan pidato dalam acara 'Inaugurasi Revosa' di Universitas Sangga Buana, sebagaimana dikutip dari saluran YouTube Hersubeno Point, Jumat, 30 Januari 2026. Menurut Gatot, ini bukan kali pertama Kapolri menunjukkan sikap yang ia nilai sebagai pembangkangan terhadap negara. Ia menyebut setidaknya terdapat tiga peristiwa yang menjadi puncak akumulasi persoalan tersebut. Pertama, ketika Polri menerbitkan Peraturan Kepolisian Nomor 10 yang disebutnya sebagai bentuk 'reformasi tandingan', meskipun Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan yang membuka ruang koreksi terhadap institusi tersebut. Kedua, saat Polri dinilai tidak sepenuhnya tunduk pada semangat konstitusi. Ketiga, ketika Kapolri secara terbuka melontarkan pernyataan bernada konfrontatif terkait struktur kelembagaan Polri. “Ini sinyal bahaya. Disiplin konstitusi sedang diuji secara terbuka,” tekan Gatot. Source: isi.sumut #listyosigitprabowo #gatotnurmantyo #polri #makar #penyadapan

About