@fauxelle222: Every view deserves a soundtrack. 🤎🎶 (Never Said Hello)-@FAUXBEATMUSIC #SceneryAndMusic #SoundtrackOfLife #MusicVibes #FauxBeatMusic

fauxelle222
fauxelle222
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 28 October 2026 14:36:07 GMT
7
2
4
2

Music

Download

Comments

fauxbeatmusic
FAUXBEATMUSIC :
2026-10-28 14:37:28
1
phatmatt85
Phat-Matt :
😇
2026-10-28 15:01:16
1
To see more videos from user @fauxelle222, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#KING_KEVIN BERBAGI ONLINE GUY'S 📸 Sejarah #Fotografi Jakarta (Batavia)   🏛️ Era Awal: Pertengahan Abad ke-19   - 1841: Kamera daguerreotype pertama tiba di Batavia, dibawa oleh seorang perwira kesehatan Belanda untuk mendokumentasikan alam dan pemandangan  - 1854: Studio foto pertama — milik Antoine F. Lecouteux — dibuka di Batavia. Tak lama kemudian bekerja sama dengan pelukis Isidore van Kinsbergen - 1857: Woodbury & Page (Walter B. Woodbury & James Page) membuka studio di kawasan Harmonie, Batavia. Ini menjadi studio komersial paling sukses dan berpengaruh di masa itu, memproduksi foto pemandangan kota, bangunan kolonial, serta potret penduduk  - Foto-foto awal Batavia merekam kawasan Kota Tua, Kanal Molenvliet, Gedung Harmonie, Istana Welsevreden, dan kawasan Tanah Abang    🖼️ Akhir Abad ke-19 – Awal Abad ke-20: Masa Kejayaan Studio   - Teknik pelat kering membuat fotografi lebih praktis; banyak studio bermunculan: Kurkdjian & Co., Lux Studio, Fotax, Wijnand Kerkhoff, J.A. Meessen  - Fotografi bukan lagi sekadar dokumentasi pemerintah, melainkan industri potret diri yang bergengsi — tanda status sosial - Isidore van Kinsbergen mendokumentasikan candi-candi kuno dan melakukan misi fotografi resmi pemerintah kolonial - Woodbury & Page bertahan hingga 1908, menghasilkan ribuan foto yang kini menjadi arsip berharga   📷 Masa Pendudukan & Pasca-Kemerdekaan (1942–1960-an)   - Studio foto tetap beroperasi namun dengan keterbatasan bahan; banyak arsip lama yang rusak atau hilang akibat perang - Setelah 1945, fokus bergeser dari dokumentasi kolonial ke pembangunan bangsa. Foto mencatat perubahan nama Batavia menjadi Jakarta, proyek infrastruktur, dan kehidupan masyarakat baru - Fotografer pribumi mulai mendominasi, merekam Jakarta sebagai ibu kota negara baru   🌆 Era Modern & Kontemporer (1970-an – Sekarang)   - Teknologi analog berkembang pesat; studio foto tersebar di seluruh penjuru kota - Fotografi jurnalistik dan dokumentasi sosial berkembang kuat, merekam pertumbuhan kota yang pesat — dari kampung hingga gedung pencakar langit - Era digital (abad ke-21): fotografi menjadi sangat demokratis. Komunitas fotografer Jakarta tumbuh besar, merekam keragaman budaya, kehidupan jalanan, dan perubahan wajah kota dengan berbagai perspektif   📂 Koleksi & Arsip Penting   - Koleksi Woodbury & Page: tersimpan di berbagai museum dunia dan Arsip Nasional RI - Arsip Nasional Republik Indonesia: menyimpan ribuan foto kolonial Jakarta - Museum Sejarah Jakarta (Kota Tua): koleksi foto perkembangan kota dari masa VOC hingga kemerdekaan       Ciri khas fotografi Jakarta adalah merekam transformasi kota yang sangat dinamis — dari pelabuhan kolonial, ibu kota baru, hingga megapolitan. Setiap periode meninggalkan jejak visual yang tak tergantikan.#tebaktebakan #kingkevinberbagi #sejarahjakarta
#KING_KEVIN BERBAGI ONLINE GUY'S 📸 Sejarah #Fotografi Jakarta (Batavia) 🏛️ Era Awal: Pertengahan Abad ke-19 - 1841: Kamera daguerreotype pertama tiba di Batavia, dibawa oleh seorang perwira kesehatan Belanda untuk mendokumentasikan alam dan pemandangan - 1854: Studio foto pertama — milik Antoine F. Lecouteux — dibuka di Batavia. Tak lama kemudian bekerja sama dengan pelukis Isidore van Kinsbergen - 1857: Woodbury & Page (Walter B. Woodbury & James Page) membuka studio di kawasan Harmonie, Batavia. Ini menjadi studio komersial paling sukses dan berpengaruh di masa itu, memproduksi foto pemandangan kota, bangunan kolonial, serta potret penduduk - Foto-foto awal Batavia merekam kawasan Kota Tua, Kanal Molenvliet, Gedung Harmonie, Istana Welsevreden, dan kawasan Tanah Abang 🖼️ Akhir Abad ke-19 – Awal Abad ke-20: Masa Kejayaan Studio - Teknik pelat kering membuat fotografi lebih praktis; banyak studio bermunculan: Kurkdjian & Co., Lux Studio, Fotax, Wijnand Kerkhoff, J.A. Meessen - Fotografi bukan lagi sekadar dokumentasi pemerintah, melainkan industri potret diri yang bergengsi — tanda status sosial - Isidore van Kinsbergen mendokumentasikan candi-candi kuno dan melakukan misi fotografi resmi pemerintah kolonial - Woodbury & Page bertahan hingga 1908, menghasilkan ribuan foto yang kini menjadi arsip berharga 📷 Masa Pendudukan & Pasca-Kemerdekaan (1942–1960-an) - Studio foto tetap beroperasi namun dengan keterbatasan bahan; banyak arsip lama yang rusak atau hilang akibat perang - Setelah 1945, fokus bergeser dari dokumentasi kolonial ke pembangunan bangsa. Foto mencatat perubahan nama Batavia menjadi Jakarta, proyek infrastruktur, dan kehidupan masyarakat baru - Fotografer pribumi mulai mendominasi, merekam Jakarta sebagai ibu kota negara baru 🌆 Era Modern & Kontemporer (1970-an – Sekarang) - Teknologi analog berkembang pesat; studio foto tersebar di seluruh penjuru kota - Fotografi jurnalistik dan dokumentasi sosial berkembang kuat, merekam pertumbuhan kota yang pesat — dari kampung hingga gedung pencakar langit - Era digital (abad ke-21): fotografi menjadi sangat demokratis. Komunitas fotografer Jakarta tumbuh besar, merekam keragaman budaya, kehidupan jalanan, dan perubahan wajah kota dengan berbagai perspektif 📂 Koleksi & Arsip Penting - Koleksi Woodbury & Page: tersimpan di berbagai museum dunia dan Arsip Nasional RI - Arsip Nasional Republik Indonesia: menyimpan ribuan foto kolonial Jakarta - Museum Sejarah Jakarta (Kota Tua): koleksi foto perkembangan kota dari masa VOC hingga kemerdekaan   Ciri khas fotografi Jakarta adalah merekam transformasi kota yang sangat dinamis — dari pelabuhan kolonial, ibu kota baru, hingga megapolitan. Setiap periode meninggalkan jejak visual yang tak tergantikan.#tebaktebakan #kingkevinberbagi #sejarahjakarta

About