@dedrickshoots: Short man Khumo 😂😂😂

Dedrick Bonolo
Dedrick Bonolo
Open In TikTok:
Region: ZA
Wednesday 28 October 2026 14:39:36 GMT
317263
53328
391
2492

Music

Download

Comments

mphoza6360
M_phow💕 :
Ase je mabone 😭😭
2026-10-28 14:42:10
4014
han1e.b
Hanie B :
“I told Mini Khumo to start Content with Dedrick “
2026-10-28 15:26:48
185
khumo.oh
Khumo :
Microwave lwena 😭😭😭
2026-10-28 14:43:44
2449
babaton91
abutiie nice times🏆 :
“neke naganne oven”😭
2026-10-28 15:53:10
154
keletsow.n0
Keletsow :
“Sahlapa mo ke feditxe johh”🤣🤣
2026-10-28 14:48:48
846
user1633512019989
user1633512019989 :
"a se je mabone" 😭
2026-10-28 15:03:54
368
kuvonakala_m
KuvonakalaM. :
“Nke ose bethile leka microwave johh”😭😭😭😭😭😭😭
2026-10-28 16:08:41
539
cooper_pabi
pabi_cooper :
2026-10-29 05:01:50
1036
stoichkovhernandez
Theophilus La Parada :
serang aseje Mabone boswaaka🤣🤣🤣
2026-10-28 14:46:04
120
koketsongaka
Koketso Ngaka Unitie :
tlwaaa tlwaaa
2026-10-28 15:18:20
71
darkskinned.doll7
bahumii M🫧🎀 :
aowa sa tlhapa mo ke feditse ase je mabone 😂😂😂
2026-10-29 10:52:38
13
olerato.mphuthii
Rato’s visual diary🧚🏾🤎 :
Dedrick and khumo ! What a duo 😂😂😂
2026-10-29 23:10:05
13
palesaa_3
tshilidzi💓 :
“ase je mabone”😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
2026-10-28 22:17:44
22
sibusiso.mahapa
Sibusiso Mahapa :
😄😄A se je mabone west mara
2026-10-29 09:52:50
14
duduzile.sharon
Duduzile Sharon :
ke size Yao tlwaaaa tlwaaa[Tears of joy][Tears of joy][Tears of joy][Tears of joy]
2026-10-29 12:33:17
5
tshepi_mabs
IG: Tshepi_Mabs :
If I laugh will I go to hell???
2026-11-05 20:05:33
0
tlotlomasuku
Mantle cakes💋 :
Ase je mabone😭😭😭😭😭
2026-10-28 22:11:55
6
mokapi11
Issac :
"tlwa tlwa tlwa tlwa "
2026-10-28 14:57:34
14
baby_boy1416
Baby_Boy :
mara😂
2026-10-28 14:52:11
6
lydialee519
Lydia lee🥹❤️ :
😂😂😂😂
2026-10-28 16:06:57
2
ihotg1rl
ℳ.ℳ. :
“ ke size yao tlwa tlwa tlwa“ eh Weste 😂😭😭😭😭
2026-10-29 10:23:30
4
__katgalane
__KatGalane :
2026-10-30 10:02:03
1
microphone.worshi
Microphone Worshiper :
these 2 😂
2026-10-30 06:59:05
2
rejoyce_4
Rejoyce🌸 :
Neke naganne oven😂😂😭😭
2026-10-29 17:15:12
1
To see more videos from user @dedrickshoots, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap,  penuh keputusasaan yang mencekam, dan membuatku sering menangis terisak sendirian di sudut kamar tanpa ada yang mengerti, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku:  aku sudah capek dan lelah banget hidup berdampingan dengan suami yang terkena stroke akibat dari dulu hobi menyepelekan darah tinggi. Sekarang, suami yang dulu menjadi tempat bersandar malah lumpuh, tidak bisa berbuat apa-apa, dan sepenuhnya hanya menjadi beban hidupku yang harus kerepotan mengurusnya setiap hari tanpa henti. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali suamiku pulang kerja ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles.  Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah mau peduli ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang ditumpuk suamiku tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Suamiku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan atau main game, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istrinya,  ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan badannya kelihatannya kokoh, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuh sebelah kanannya langsung ambruk lemas tak berdaya di lantai. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh keputusasaan yang mencekam, dan membuatku sering menangis terisak sendirian di sudut kamar tanpa ada yang mengerti, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sudah capek dan lelah banget hidup berdampingan dengan suami yang terkena stroke akibat dari dulu hobi menyepelekan darah tinggi. Sekarang, suami yang dulu menjadi tempat bersandar malah lumpuh, tidak bisa berbuat apa-apa, dan sepenuhnya hanya menjadi beban hidupku yang harus kerepotan mengurusnya setiap hari tanpa henti. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali suamiku pulang kerja ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah mau peduli ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang ditumpuk suamiku tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Suamiku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan atau main game, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istrinya, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan badannya kelihatannya kokoh, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuh sebelah kanannya langsung ambruk lemas tak berdaya di lantai. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang."Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 215/110! Pembuluh darahnya sudah pecah dan ini Serangan Stroke Berat!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis menahun yang memicu Stroke Akut! Fisiknya lumpuh total, tidak bisa mandiri, dan membutuhkan perawatan serta pendampingan penuh seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Rumah tangga kami berubah jadi penjara penderitaan: suami lumpuh total di atas tempat tidur, tabungan ludes terkuras habis, dan aku terjebak dalam kelelahan fisik serta mental yang luar biasa berat karena harus mengurusnya setiap hari sendirian. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu kami begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kerja keras, merusak organ tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa hingga lumpuh, tapi masa depan rumah tangga, kebebasan, dan kewarasan kita ikut dihancurkan tak bersisa. #darahtinggi #tekanandarahtinggi #fyp #hipertensi #viral

About