umra.arr :
aku bukan bagian dari istri"kuat itu,aku cuma seorang anak yang jadi saksi kuatnya perempuan"itu,mau cerita sedikit,12 tahun yg lalu ada momen yang paling tidak bisa aku lupa sampai sekarang,momen dimana aku hampir kehilangan ayahku di penugasan saat itu,aku ingat sekali hari dimana aku sendiri yg mengantarkan ayahku sampai tak terlihat lagi raganya dihadapanku,saat kabar itu kudengar aku sedang melaksanakan kenaikan sabuk dan berjanji akan menelpon ayahku ketika nanti aku lulus,namun tuhan berkehendak lain belum sempat aku pulang kerumah datang lah kabar bahwa ayahku salah 1 korban dari insiden itu hancur hatiku saat perkiraan ayahku sudah meninggal dan melihat tenda didepan rumahku berdiri,alhamdulillah beberapa jam menunggu info yang minim ayahku di nyatakan selamat dengan kondisi kritis,hancur lagi hatiku saat aku melihat ayahku sendiri disiaran tv dengan tubuh penuh darah naik ke heli,pertama kali seumur hidupku menjadi anak seorang tentara,bukan pelabuhan bukan bandara bukan pula lapangan tempat aku menyambutnya pulang melainkan disebuah rumah sakit,aku juga menjadi saksi runtuhnya 5 orang istri yg kehilangan suaminya,Salah satunya istri sahabat ayah, yang sampai sekarang belum menikah lagi dan masih sering posting almarhum suaminya. Dulu orang-orang kira dia yang paling cepat menikah lagi, tapi ternyata sampai sekarang masih bertahan dengan kenangannya. Mungkin dia sudah ikhlas, tapi bukan berarti rasa kehilangan itu hilang. Dari situ aku sadar, di balik kuatnya seorang perempuan, ada luka yang mungkin nggak akan pernah benar-benar sembuh.
2026-10-29 03:21:05