@sabaahamade:

saba family
saba family
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 28 October 2026 19:54:48 GMT
364086
29240
752
3120

Music

Download

Comments

abidalii209
Abidalii❤❤ :
[Tears of joy]
2026-11-03 18:54:02
0
user7003158853118
شہزادی💯 :
وے صدقے سرایکی😂🥰
2026-10-29 13:12:31
19
falakshair4364
💫🥀فـلک کھــو کھــر💫🥀 :
میں نے کل پیٹی سے کمبل نکالا کمبل ہنس کر بولا اس سال بھی شادی نہیں ہوئی 😛😛😛
2026-11-01 13:55:59
11
salahkhan59
@salah :
اس ک کیا مطلب ہے بائ پٹانی
2026-10-29 18:10:48
5
shoaibkarim98
جام شعیب کریم :
اللہ تعالیٰ ہدایت دے
2026-11-01 15:43:47
7
tanveerabbasdgk121472
تنویر عباس کھوسہ🦅🇦🇪♥️🇵🇰 :
معافی میڈا اللہ
2026-10-30 16:48:45
5
rizwanbhatti1877
rizwan1877 :
tedi awaz taa wal [Tears of joy][Tears of joy][Tears of joy]
2026-10-31 16:21:41
7
khan929.k
KHAN 🔥 :
translate pls 🙃🙃🙃
2026-11-01 10:30:13
3
saimiali1
Balloch Girl 👧 :
chsss agai
2026-11-02 15:56:35
2
user4486053677059
Amirkhan 60 :
wow
2026-10-31 06:58:03
1
abeehasajid726
bia🇵🇰 🇴🇲 :
bhi ka glow😁😁
2026-11-01 12:48:44
1
sardar.ali23469
Sardar Ali :
❤️
2026-10-30 14:14:30
0
salmanbakhsh39
SALMAN💗bakhsh :
2026-10-30 12:16:21
1
abidalii209
Abidalii❤❤ :
🤸
2026-11-03 18:55:06
0
jna5280
JAN.M.47.♥️🦋🫠 :
2026-10-29 11:17:38
1
user084610857
Sana Rajput :
2026-10-31 12:21:03
3
sherkhan04880
SHER KHAN 🇵🇰 :
2026-10-30 12:18:13
1
maharbrother777
🇦🇪سرؤر محمد ماهر السكهيره :
😂
2026-10-29 19:09:30
4
tsjugi1122bhai
JUGI Ahmadani 🥰 :
heeee dalaaaaa😁
2026-11-03 15:57:39
0
user7152235576117
MShahid :
2026-11-03 16:00:52
0
nomee.jam
Nomee Jam :
tok
2026-11-03 18:50:56
0
zakir.bugti44
Zakir Bugti :
💞💞
2026-11-03 17:24:25
0
khanmujahid233
khanmujahid233 :
❤️❤️
2026-11-03 18:47:24
0
raufayaz1
✨🄹🄰🄼❉্᭄͜͡🆁🅰🆄🅵❤️ :
kuhari kitahi we.......
2026-11-03 15:11:18
1
To see more videos from user @sabaahamade, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di atas tempat tidur,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh istriku sendiri hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja akibat lumpuh stroke, padahal semua penderitaan ini terjadi karena dulu aku banting tulang lembur siang malam demi mencari nafkah untuk keluarga! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh.  Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.”  Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istri, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di atas tempat tidur, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh istriku sendiri hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja akibat lumpuh stroke, padahal semua penderitaan ini terjadi karena dulu aku banting tulang lembur siang malam demi mencari nafkah untuk keluarga! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istri, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf secara permanen, separuh tubuhnya lumpuh total, dan butuh perawatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lumpuh tak berdaya, tabungan ludes tak bersisa untuk berobat, tidak bisa lagi mencari nafkah, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, istri yang kubanting tulangi siang malam justru tega melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh kesetiaannya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kerja keras, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang lumpuh, tapi keutuhan rumah tangga, masa depan, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa oleh orang yang paling kita cintai. #darahtinggi #hipertensi #viral #tekanandarahtinggi #fyp

About