Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@mah_dr4: #في هاذ اليوم
﮼م
Open In TikTok:
Region: PS
Wednesday 28 October 2026 21:06:20 GMT
1676
110
0
7
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.29MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.24MB
)
Watermark .mp4 (
0.29MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @mah_dr4, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#اعدت_نشر🔃 #العرب_لوله_قالو☝ #امي #شتاوي_وغناوي_ع_الفاهق #صوب_خليل_خلق_للجمله🎶❤🔥💔💔
#kymman #quatangnguoiyeu
Jet Tempur F-16 Paksa Mendarat Pesawat Asing di Pekanbaru Dalam Skenario Latihan Force Down Sebuah pesawat asing terdeteksi memasuki wilayah udara Indonesia tanpa mengantongi izin penerbangan. Situasi itu memicu pengerahan jet tempur F-16 untuk melakukan intersepsi hingga pesawat tersebut dipaksa mendarat. Namun, pendaratan paksa atau force down bukan akhir dari operasi. Begitu pesawat menyentuh landasan, tahapan penegakan hukum dan pemeriksaan oleh sejumlah instansi harus segera dilakukan. Rangkaian situasi tersebut menjadi skenario latihan penanganan pasca-force down yang digelar Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin di apron pangkalan, Pekanbaru. Latihan ini menggambarkan bagaimana sebuah dugaan pelanggaran wilayah udara ditangani sejak pesawat terdeteksi, diintersepsi, diidentifikasi, hingga dipaksa mendarat dan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur. Dalam skenario latihan, pesawat tidak dikenal atau Low and Slow Aircraft (LASA X) terpantau bergerak di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I menuju wilayah udara Indonesia. Pemantauan Kosek I mendapati pesawat tersebut memasuki kawasan Selat Malaka tanpa dilengkapi Surat Clearance (SC) dan Flight Clearance (FC). Kondisi itu membuat pesawat dikategorikan sebagai pesawat tidak dikenal yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Merespons temuan tersebut, Pangkosek I memerintahkan Skadron Udara 16 mengerahkan pesawat tempur melalui mekanisme scramble. Proses intersepsi dilakukan dengan dukungan Ground Control Intercept (GCI) untuk mendekati sekaligus memastikan identitas pesawat yang dicurigai melanggar aturan penerbangan. Setelah identifikasi visual dilakukan, pesawat F-16 Skadron Udara 16 diperintahkan melaksanakan force down. Begitu pesawat berhasil dipaksa mendarat, penanganan berlanjut ke tahap berikutnya. Asops Kosek I berkoordinasi dengan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin untuk menjalankan prosedur penegakan hukum pasca-force down. Pada tahap inilah koordinasi lintas instansi menjadi penting. Penanganan tidak hanya melibatkan unsur TNI AU, tetapi juga instansi terkait di bidang kebandarudaraan, karantina, imigrasi, kesehatan, dan bea cukai. Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris mengatakan, latihan yang digelar pada Rabu (21/10/2026) tersebut dirancang untuk menguji kesiapan personel dalam menghadapi pelanggaran wilayah udara oleh pesawat asing, termasuk memastikan prosedur setelah pesawat dipaksa mendarat berjalan sesuai ketentuan. “Latihan ini bertujuan melatihkan unsur TNI AU, khususnya Lanud Roesmin Nurjadin, dalam menangani pelanggaran wilayah udara oleh pesawat asing. Selain itu, latihan ini juga melibatkan unsur kementerian dan lembaga terkait untuk menguji mekanisme penanganan pesawat asing setelah dilakukan pemaksaan mendarat (force down),” jelasnya. Menurut Abdul Haris, latihan tersebut sekaligus menguji Rencana Operasi Penegakan Hukum Pasca-Force Down dan prosedur tetap yang berlaku di Komando Daerah TNI AU I (Kodau I) beserta jajaran pangkalan di bawahnya. Ia menegaskan, setiap tahapan harus dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, mengingat penanganan pesawat asing membutuhkan keterlibatan berbagai unsur sesuai kewenangan masing-masing. #latihan #pesawattempur #tniau
YouTuber IShowSpeed tiba-tiba menjadi sorotan setelah ngomong bahasa Indonesia saat bermain OmeTV. Dalam momen siaran langsung itu, ia tampak bertemu banyak orang dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Lucunya, Speed langsung mencoba berbicara bahasa Indonesia. Dengan sangat yakin, ia memamerkan skill bahasa Indonesianya itu. “Oke, santai santai. Aku bisa bicara bahasa Indonesia. Jadi, santai,” kata IShowSpeed dalam video yang viral. Saat ditanya di mana ia belajar bahasa Indonesia, Speed mengaku mempelajarinya lewat berbagai acara televisi. Speed juga mencoba bertanya kepada perempuan tersebut terkait namanya sebelum menutup pembicaraan. Nah Sobat MinSu kalau ketemu Speed berarti nanti tinggal pakai bahasa Indonesia nih! #IShowSpeed #Speed #BahasaIndonesia #IShowSpeedBahasaIndonesai #Viral
#congolaise🇨🇩 #mwangaza💡 #fypシ゚viral #jifunzekitu #viralvideo
TANGIS ISTRI SAH DWI BAGUS MARTONO DALAM PROSES REKONSTRUKSI Tangis seorang perempuan pecah saat tersangka Dwi Bagus Martono alias Tono menjalani pra-rekonstruksi dan mutilasi i terhadap DH (30) dan anaknya, AG (4), di Kota Madiun Selasa (27/10/2026). Perempuan berjilbab dengan pakaian serba hitam tersebut belakangan diketahui adalah MA, istri sah Bagus. Perempuan yang berprofesi sebagai guru itu tampak memeluk suaminya erat. Sambil menangis, dia menengadahkan wajah dan menatap lekat mata Bagus seolah menyampaikan sesuatu. Pertemuan tersebut berlangsung di rumah mereka di Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Momen tersebut pun menyita perhatian di tengah proses penyidikan kasus yang menggemparkan warga Madiun. Terlebih, istri sah Bagus disebut tidak mengetahui dugaan peristiwa yang berkaitan dengan kematian DH dan anaknya, termasuk aktivitas yang diduga berlangsung di halaman belakang rumah mereka. Dirreskrimum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, mengatakan istri sah Bagus tidak mengetahui peristiwa tersebut. “Istri sah memang tidak mengetahui adanya peristiwa ini, memang betul dilakukan di rumahnya dan halamannya cukup luas sehingga bisa menyembunyikannya di belakang dari rumahnya,” ujarnya. Reporter: Riyanto T Editor: Fauzan #IDNTimesNews #IDNTimesVideo #IDNTimes_FFi
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy