Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@abdulraqib.solan: أحلى أيامنا والله، تلك التي عشناها بلا ساعة، بلا قلق، بلا تفكير في بكرة. كنا نضحك لأننا كنا عايشين بلا هم، نحسب الثواني بضحكة، والعمر بنبضة قلب. #اقتباسات_عبارات_خواطر #كلام_عميق_اتمنى_إن_تفكر_جيداً #خواطر
Abdulraqib Solan
Open In TikTok:
Region: YE
Thursday 29 October 2026 02:23:30 GMT
91
3
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.37MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.37MB
)
Watermark .mp4 (
2.24MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @abdulraqib.solan, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Ketika Presiden Prabowo Subianto menyebut Singapura sebagai negara kecil dengan sekitar lima juta penduduk dan wilayah sebesar satu kota, kita perlu melihat persoalan ini lebih jauh daripada sekadar perbandingan jumlah penduduk dan luas wilayah. Indonesia memang jauh lebih besar, memiliki sumber daya alam melimpah, pasar domestik yang luas, serta posisi strategis di kawasan. Namun, kebesaran geografis tidak otomatis menjadi keunggulan ekonomi, teknologi, pertahanan, dan diplomasi. Singapura menunjukkan bahwa negara kecil pun dapat memiliki pengaruh internasional yang besar apabila mampu membangun institusi yang efisien, ekonomi yang kompetitif, dan strategi nasional yang konsisten. Sejarah Konfrontasi Indonesia–Malaysia pada 1963–1966 memberikan pelajaran bahwa konflik dengan negara tetangga tidak pernah sesederhana adu besar wilayah dan jumlah penduduk. Inggris, Australia, dan Selandia Baru ketika itu mendukung Malaysia, sementara Singapura masih menjadi bagian dari Federasi Malaysia hingga 1965. Saat ini, Singapura dan Malaysia juga terhubung dengan Inggris, Australia, serta Selandia Baru melalui Five Power Defence Arrangements (FPDA), yang menyediakan mekanisme konsultasi pertahanan. Pengaturan tersebut tidak otomatis berarti semua anggotanya pasti berperang jika terjadi konflik, tetapi memperlihatkan bahwa keputusan menghadapi satu negara harus memperhitungkan lingkungan strategis yang lebih luas. Karena itu, keberanian tanpa kalkulasi justru dapat membawa risiko besar bagi kepentingan nasional. Persoalan hubungan ekonomi Indonesia–Singapura juga harus dilihat secara adil. Singapura memiliki fasilitas perdagangan, pengolahan, penyimpanan, dan pembiayaan yang membuatnya menjadi simpul penting dalam rantai pasok regional, termasuk sektor energi. Jika Indonesia merasa dirugikan oleh suatu kontrak atau terlalu bergantung pada fasilitas di luar negeri, pertanyaan mendasarnya adalah siapa yang menyusun kontrak tersebut, siapa yang menyetujuinya, dan mengapa kapasitas dalam negeri belum mampu menyediakan alternatif yang kompetitif. Kasus Petral menunjukkan pentingnya membenahi tata kelola pengadaan energi dan mengawasi potensi konflik kepentingan. Jangan sampai semua kesalahan dilemparkan kepada pihak asing, sementara kelemahan pengawasan dan keputusan para pejabat atau pelaku usaha di dalam negeri justru luput dari pemeriksaan. Indonesia tidak perlu minder terhadap Singapura, tetapi juga tidak boleh jumawa. Diplomasi yang matang bukanlah perlombaan menunjukkan siapa yang paling besar atau paling berani, melainkan kemampuan menjaga kepentingan nasional melalui kecerdasan, penghormatan, ketegasan, dan perhitungan yang rasional. Kekuatan Indonesia harus dibangun melalui pendidikan berkualitas, industri yang mandiri, pertahanan yang siap, penegakan hukum yang konsisten, serta tata kelola yang bebas dari korupsi dan konflik kepentingan. Negara besar belum tentu selalu menang; negara yang cerdas tahu bagaimana menggunakan kekuatannya tanpa menciptakan permusuhan yang tidak perlu. #IndoPolitika #Indonesia #Singapura #Diplomasi #KepentinganNasional
#verbaonline #CORDEFOL @VERBA ONLINE
#rekkkkkkkk🤍 #respectwomen #fpppppppppppppp #resepsimple #explore @♥️Dil_ozorim_♥️
Goodbye for now
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy