@jhona.m.reyes: #pelicula de amor ##sadtiktok #neflixserie

jhonreyes
jhonreyes
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 29 October 2026 03:25:14 GMT
1194566
87169
647
3619

Music

Download

Comments

romelin1666
Bárbara Romelín Rodr :
La película se llama el diario de Noah
2026-10-29 22:04:45
114
jesus.angel049
jesus angel :
Ryan goslyng💀💀💀
2026-11-01 14:46:18
0
tuverdadero2
Josema10😎 :
ése día Harry kane lo entendió todo 😞
2026-10-30 13:20:44
1573
francisconavarro015
Francisco Navarro :
y porque no le mostraron este video a la muchacha para q se diera cuenta q su mamá le estába ocultando las cartas
2026-10-30 15:20:40
620
geibergonzale
geibergonzalez327 :
Películas románticas para mujeres =infidelidad qué romántico
2026-10-30 06:21:00
326
santi50219
￴ ￴￴￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴￴￴￴ ￴￴￴￴ ￴ ￴ ￴ :
Cuando la infidelidad fue romanizado .
2026-10-30 01:37:19
64
kerrycopito284
Kerry Copito :
Pero la que sufre es ella
2026-10-29 18:04:58
764
yoslin.guzmn0
YOSLIN GUZMÁN :
estas acostado con el celular en la mano izquierda
2026-10-31 00:35:31
27
solitario.tbusca
Israel Armando :
mi mamá escondió las cartas de mi novia por más de un año y la perdí , la única mujer que amé, ya hoy tengo 50 años y sigo solo
2026-10-30 11:12:07
67
fabiolaz14
fabiolaz14 :
La he visto 1 millón de veces [Conmovedor]
2026-10-29 15:12:54
102
joseluiscarrero76
jose luis :
cuando los padres creen poder manipular y el destino quiere otra cosa
2026-10-30 11:36:13
307
antonioc7uz
Antonio Cruz Capto :
oye oye oye cómo así que *porque no me escribisite* si el narrador dijo que le envío cartas durante 1 año
2026-10-30 19:58:48
64
ferrethebou
Ferre :
Es de terror
2026-10-30 11:12:14
27
hanks.urd.h
Hanks Urd H :
el padre creo que se sintio mal , porque se dio cuenta o recordo que no fue escogido por amor sino por conveniencia.
2026-10-30 10:12:02
45
criss260611
criss260611 :
Un matrimonio de 15 años y mi familia nunca lo quiso, pero yo si vivimos 15 años maravillosos y el destino nos hizo separar, y hoy día murió, tengo mil recuerdos hermosos, y un vacío en mi corazón 🥺
2026-10-29 22:37:06
518
frankrapalo560
Frank👤 :
es de terror no la vean ..
2026-10-30 13:38:59
18
alejandrojuradolu
𝙰𝚕𝚎 𝙻𝚞𝚌𝚒𝚊𝚗𝚘 :
el problema de los padres cuando creen que pueden vivir la vida de sus hijos
2026-10-30 15:59:22
11
aldair9981
aldair :
ella la lucho desde un principio...el chico fue cobarde
2026-10-30 10:01:32
42
ilonqeen
😎ilonqeen😎 :
esas si son pelis de terror
2026-10-31 15:36:26
8
velasquezabraham
DougsWorld :
la meta es que ellas sean feliz aunque sea sin uno 💔
2026-10-29 14:13:41
38
cristo_te_ama92
Alessandro :
De que le sirve al hombre hacer riquezas en este mundo y si pierde su alma, es mejor buscar la salvación de su alma 😇, pero eso no significa ser conformistas, buscar el reino de Dios y todo vendrá por añadidura 😇
2026-10-29 19:35:36
20
manueltrevino58
Manuel Trevino :
muy bonita pleicula...de las mejores sobre Amor
2026-10-29 11:53:28
22
domynyzmusic
DomynyHN :
Y si ya eres feliz sin mí no puedo contradecirte 🥺
2026-10-29 17:11:56
7
wiklemanescobar
dj mainor mony :
un viejo me dijo que el mundo da muchas vueltas en tiempo de dios es perfecto
2026-10-29 12:35:01
11
anajhely2
Anajhely :
el diario de Noah
2026-10-30 13:10:50
8
To see more videos from user @jhona.m.reyes, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuefaksi Palu 2018 — Pada 28 September 2018 pukul 18:02 WITA sebuah gempa besar mengguncang lepas pantai Donggala, dengan kekuatan sebesar M7.5 dan kedalaman ~10–20 km. Gempa ini merupakan tipe sesar geser pada segmen Palu-Koro; rekonstruksi ruptur menunjukkan ruptur merambat ke arah selatan melewati teluk Palu dan di sepanjang daratan di sisi barat kota. Peristiwa ini memicu deretan aftershock kuat pada jam-jam dan hari-hari berikutnya.  Hanya dalam hitungan menit setelah gempa, tsunami lokal menghantam pesisir Teluk Palu—gelombang yang melanda sangat cepat dan pada beberapa lokasi mencapai beberapa meter (laporan lapangan mencatat run-up hingga 6–10 m di titik tertentu; banyak angka run-up menurun ke 2–4 m di zona permukiman). Analisis sumber tsunami menemukan beberapa kontribusi: pergeseran dasar laut dari ruptur sesar, longsoran bawah laut dan di lereng pantai (submarine/near-shore landslides), dan fenomena “sloshing” dalam bentuk teluk yang sempit yang memperkuat gelombang—yang semuanya menjelaskan mengapa gelombang datang dengan cepat dan berganti-ganti.  Fenomena likuefaksi di Palu adalah salah satu aspek paling dramatis dan mematikan. Di dataran alluvial, khususnya permukiman Petobo, Balaroa, dan Jono Oge—tanah berbutir halus dan berair kehilangan kekuatan saat diguncang sehingga bertindak seperti fluida; bangunan “terapung/tertelan” dan aliran lumpur bergerak layaknya gelombang yang menelan komplek pemukiman. Survei geoteknik dan studi lapangan menyimpulkan kondisi tanah lunak, kedalaman muka air tanah dangkal, tebal sedimen lunak, dan intensitas ground shaking menjadi kombinasi penyebab utama likuefaksi masif tersebut.  Hitungan resmi akhir yang dipublikasikan sejumlah instansi menunjukkan total korb4n menin99al sekitar ±4.340 orang, ribuan luka-luka, puluhan ribu rumah hancur/terendam, dan ratusan ribu jiwa mengungsi. Palu dan kabupaten sekitarnya mengalami kerusakan infrastruktur termasuk bandara, rumah sakit, jembatan, dan pelabuhan. Respon darurat dikomandoi BNPB, pemerintah daerah, TNI/POLRI, dan organisasi internasional, dengan evakuasi dan operasi pencarian-penyelamatan berlangsung selama minggu pertama lalu berlanjut ke fase pemulihan panjang.  Beberapa fakta mengejutkan teknis yang muncul dari kajian pasca-bencana: gelombang tsunami yang melanda Palu memiliki periode pendek dan muncul dalam beberapa impuls sangat cepat (bukan gelombang panjang tunggal), sehingga peringatan dan waktu evakuasi praktis sangat singkat; likuefaksi di Petobo/Balaroa menunjukkan perilaku “flow-like” skala besar—fenomena yang jarang direkam dengan begitu jelas di kawasan perkotaan; dan peta intensitas gempa (MMI) menunjukkan area-area dengan intensitas ekstrem (MMI ~IX–X) yang sesuai dengan tingkat kerusakan parah.  Secara fisik, Kota Palu dan teluknya memperparah kerentanan: Palu terletak di ujung teluk yang relatif sempit dan memanjang sehingga energi gelombang tsunami terfokus (funnel effect). Banyak pemukiman yang berkembang di dataran aluvial dan delta sungai yang diisi sedimen muda — kondisi ideal untuk likuefaksi saat diguncang kuat. Di samping itu, beberapa fasilitas kritis dan infrastruktur padat berdiri dekat garis pantai atau di dataran reklamasi, membuat kerusakan dan kesulitan logistik pascabencana menjadi jauh lebih serius. #bencanaalam #gempa #tsunami #likuifaksi #palu
Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuefaksi Palu 2018 — Pada 28 September 2018 pukul 18:02 WITA sebuah gempa besar mengguncang lepas pantai Donggala, dengan kekuatan sebesar M7.5 dan kedalaman ~10–20 km. Gempa ini merupakan tipe sesar geser pada segmen Palu-Koro; rekonstruksi ruptur menunjukkan ruptur merambat ke arah selatan melewati teluk Palu dan di sepanjang daratan di sisi barat kota. Peristiwa ini memicu deretan aftershock kuat pada jam-jam dan hari-hari berikutnya. Hanya dalam hitungan menit setelah gempa, tsunami lokal menghantam pesisir Teluk Palu—gelombang yang melanda sangat cepat dan pada beberapa lokasi mencapai beberapa meter (laporan lapangan mencatat run-up hingga 6–10 m di titik tertentu; banyak angka run-up menurun ke 2–4 m di zona permukiman). Analisis sumber tsunami menemukan beberapa kontribusi: pergeseran dasar laut dari ruptur sesar, longsoran bawah laut dan di lereng pantai (submarine/near-shore landslides), dan fenomena “sloshing” dalam bentuk teluk yang sempit yang memperkuat gelombang—yang semuanya menjelaskan mengapa gelombang datang dengan cepat dan berganti-ganti. Fenomena likuefaksi di Palu adalah salah satu aspek paling dramatis dan mematikan. Di dataran alluvial, khususnya permukiman Petobo, Balaroa, dan Jono Oge—tanah berbutir halus dan berair kehilangan kekuatan saat diguncang sehingga bertindak seperti fluida; bangunan “terapung/tertelan” dan aliran lumpur bergerak layaknya gelombang yang menelan komplek pemukiman. Survei geoteknik dan studi lapangan menyimpulkan kondisi tanah lunak, kedalaman muka air tanah dangkal, tebal sedimen lunak, dan intensitas ground shaking menjadi kombinasi penyebab utama likuefaksi masif tersebut. Hitungan resmi akhir yang dipublikasikan sejumlah instansi menunjukkan total korb4n menin99al sekitar ±4.340 orang, ribuan luka-luka, puluhan ribu rumah hancur/terendam, dan ratusan ribu jiwa mengungsi. Palu dan kabupaten sekitarnya mengalami kerusakan infrastruktur termasuk bandara, rumah sakit, jembatan, dan pelabuhan. Respon darurat dikomandoi BNPB, pemerintah daerah, TNI/POLRI, dan organisasi internasional, dengan evakuasi dan operasi pencarian-penyelamatan berlangsung selama minggu pertama lalu berlanjut ke fase pemulihan panjang. Beberapa fakta mengejutkan teknis yang muncul dari kajian pasca-bencana: gelombang tsunami yang melanda Palu memiliki periode pendek dan muncul dalam beberapa impuls sangat cepat (bukan gelombang panjang tunggal), sehingga peringatan dan waktu evakuasi praktis sangat singkat; likuefaksi di Petobo/Balaroa menunjukkan perilaku “flow-like” skala besar—fenomena yang jarang direkam dengan begitu jelas di kawasan perkotaan; dan peta intensitas gempa (MMI) menunjukkan area-area dengan intensitas ekstrem (MMI ~IX–X) yang sesuai dengan tingkat kerusakan parah. Secara fisik, Kota Palu dan teluknya memperparah kerentanan: Palu terletak di ujung teluk yang relatif sempit dan memanjang sehingga energi gelombang tsunami terfokus (funnel effect). Banyak pemukiman yang berkembang di dataran aluvial dan delta sungai yang diisi sedimen muda — kondisi ideal untuk likuefaksi saat diguncang kuat. Di samping itu, beberapa fasilitas kritis dan infrastruktur padat berdiri dekat garis pantai atau di dataran reklamasi, membuat kerusakan dan kesulitan logistik pascabencana menjadi jauh lebih serius. #bencanaalam #gempa #tsunami #likuifaksi #palu

About