@elmila3: Sistem bibit siklon tropis 91B yang saat ini terpantau di sekitar Kepulauan Andaman menunjukkan perkembangan dinamika cuaca sebagai berikut: Lokasi & Posisi: Terpantau di wilayah perairan dekat Kepulauan Andaman (Samudra Hindia bagian utara / Teluk Benggala). Kecepatan Angin Maksimum: Mencapai rata-rata sekitar 45 km/jam (sekitar 24–25 knot). Tekanan Udara Minimum: Mencapai 1009 hPa, yang menunjukkan adanya area tekanan rendah (depresi) di pusat sistem. Peluang Tumbuh (Forecast): Kategorinya masih berada pada tingkat Rendah (LOW) untuk berkembang menjadi siklon tropis atau badai tropis penuh dalam kurun waktu 24–48 jam ke depan. Arti Kategori "Rendah / LOW" Kategori ini menandakan bahwa meskipun telah terjadi peningkatan aktivitas konveksi (pertumbuhan awan hujan) dan sirkulasi angin di sekitar pusat tekanan rendah, kondisi lingkungan sekitar (seperti suhu permukaan laut, kelembapan udara, dan geseran angin) belum cukup ideal untuk memicu pembentukan badai tropis secara cepat. Dampak Cuaca yang Perlu Diwaspadai Meskipun berpeluang rendah menjadi badai tropis, keberadaan bibit siklon 91B tetap memberikan dampak pada kondisi cuaca di sekitar wilayah lintasannya: Hujan Lebat hingga Sangat Lebat: Potensi pembentukan awan hujan tebal di sekitar Teluk Benggala dan Kepulauan Andaman. Angin Kencang: Hembusan angin lokal yang meningkat di wilayah perairan sekitarnya. Gelombang Tinggi: Peningkatan tinggi gelombang laut yang berisiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan di wilayah tersebut. #update #siklontropis #sumatrautara #sorotan #cuaca