@gg755713:

مجثل بن سالم الوادعي .
مجثل بن سالم الوادعي .
Open In TikTok:
Region: SA
Thursday 29 October 2026 09:44:53 GMT
7257
162
17
95

Music

Download

Comments

zzz505s
دهاااام✨📸 :
عوده حميده
2026-10-29 20:58:29
0
olayan80
ابو الواليد :
هو الصباح ولى عصر
2026-10-29 18:08:52
0
aallii8448
علي المحضي ( ابو خالد ) :
من اجمل المناظر اللي شفتها في الفتره الاخيره بيض الله وجيه اللي سعوا في عودته الحمد لله
2026-10-29 14:11:27
1
khalid_alsubaie2708
💫 خالد السبيعي 💫 :
الله ياسوق الخميس والله كان من اجمل الأيام صحيح الناس غير لكن يبقى له جماله الخاص 😭😭😭😭
2026-10-29 14:05:41
0
sas1700
💙💛بكيفي💙💛 :
الشكر موصول لرئيس البلديه المتعاون المحب لعمله وخدمة البلد والوطن 👌👍
2026-10-29 15:03:51
0
massod59
Massod :
متى يبدا
2026-10-29 12:24:46
0
insowpw
UmNada :
وين موقعه؟
2026-10-29 15:32:50
0
nony.333
Nonah :
يالبيهاااا من ديره جعلها عامره 🥰
2026-10-29 17:08:58
0
szq_777
ابوحمد :
مرحبا باسم ظهران يهديه شايب وشبان تحية الطيب تقدير 🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦
2026-10-29 17:14:22
0
user818530265667
مربية الاجيال :
وين المكان
2026-10-29 17:03:40
0
user7325910452864
صخر :
متى يبدا السوق
2026-10-29 12:08:13
0
iibb97
Ii Bb :
ماشالله تبارك الرحمن الناس فرحانين الله يتمم عليهم فرحتهم
2026-10-29 18:04:07
0
user2185918272492
محمد الوادعي :
كفو 👍👍👍👍👍👍
2026-10-29 13:26:12
0
user3246233413014
kSA :
2026-10-29 11:08:21
0
123123o4
سالم الوادعي :
كفو 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-10-29 11:26:42
0
maalwad3e
معيض بن زايد :
يوم عادت روح ظهران للسوق القديم ويش قدم غايب القوم يوم انه رجع سوقنا اللي داج فيه البخيّل. والكريم يا مجثل هات علمه شعر. والا سجع معيض بن زايد
2026-10-29 17:14:23
0
jacg995
مدربة قياده بظهران الجنوب :
العرب في الدوامات والمتقعدين رقود ماغير الي يبيعون يشترون من بعض
2026-10-29 21:14:44
0
To see more videos from user @gg755713, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Qin Hanzhen dan Permaisuri Zhen, Ibu dan ayahnya Qin Mu & Qin Fengqing Terlihat Qin Hanzhen mencium perut permaisuri Zhen yang sedang mengandung Qin Mu/Qin Fengqing. Scene ini menceritakan flashback mereka saat perang melawan para dewa.  kurang lebih 10-15 episode lagi, Qin Mu akan bertemu dengan ayahnya. Dan ayahnya, Qin Hanzhen, merupakan keturunan garis keluarga Kaisar Pendiri, udah pada tau lah ya. Setelah bertarung melawan para dewa hingga tubuhnya mengalami kerusakan parah, ia terpaksa menggunakan teknik terlarang bernama Musim Semi Datang di Atas Pohon Layu untuk mempertahankan hidupnya. Teknik tersebut membuat tubuhnya menyatu dengan pohon suci yang menjadi sumber kekuatan kapal harta karun. Namun, sebagai gantinya, tubuhnya perlahan berubah menjadi kayu hingga sebagian besar fungsi tubuhnya tidak lagi bisa digunakan. Yang membuat pertemuan ini semakin menyakitkan adalah Qin Mu sebenarnya sudah berada tepat di hadapan ayahnya, tetapi keduanya tidak bisa berbicara seperti ayah dan anak pada umumnya. Qin Hanzhen bahkan tidak mampu menyebutkan sepatah kata pun karena lidahnya sudah berubah menjadi kayu. Sementara itu, Qin Mu hanya bisa mengandalkan petunjuk dan perasaannya untuk memahami apa yang ingin disampaikan oleh sang ayah.  Ketika Qin Mu akhirnya mengetahui bahwa pria di pohon tersebut adalah ayah kandungnya, semua perasaan yang selama ini ia pendam seolah tumpah sekaligus. Ia menceritakan bagaimana dirinya dibawa ke Desa Lansia Cacat di Great Ruins, bagaimana ia terus mencari informasi tentang Desa Bebas Khawatir, hingga bagaimana usahanya menemukan asal-usul keluarga justru hampir membuat Kepala Desa dan yang lainnya kehilangan nyawa. Qin Mu selama ini berusaha terlihat dewasa dan mampu menghadapi berbagai bahaya, tetapi di hadapan ayahnya sendiri, ia kembali menjadi seorang anak yang hanya ingin mengetahui dari mana dirinya berasal. Bahkan, ketika Qin Mu duduk di bawah pohon sambil menangis, air mata juga mengalir dari mata Qin Hanzhen. Bayangkan, setelah bertahun-tahun bertahan hidup dalam kondisi seperti itu, hal yang paling ingin ia lakukan hanyalah melihat putranya sendiri. Namun, tubuhnya bahkan tidak memungkinkan dirinya untuk memeluk atau mengusap kepala Qin Mu secara langsung.  Situasi semakin rumit ketika Penguasa Saturnus dari Youdu datang menagih Pakta Earth Count yang mengharuskan Qin Hanzhen menyerahkan lokasi Desa Bebas Khawatir setelah bertemu putranya. Demi melindungi keluarga dan orang-orang di desa tersebut, Qin Hanzhen bahkan berusaha menghindari melihat wajah Qin Mu dengan jelas. Namun, Qin Mu berhasil memahami maksud ayahnya dan membantunya menghadapi Penguasa Saturnus dengan Pedang Bebas Khawatir yang telah ia bawa. Kerja sama mereka pun berhasil memaksa Penguasa Saturnus mundur.  Setelah pertarungan itu, ada satu momen sederhana yang terasa sangat menyentuh. Qin Hanzhen menumbuhkan sebuah cabang pohon untuk mengusap kepala Qin Mu dengan lembut. Bagi Qin Mu, sentuhan tersebut merupakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Para tetua di Desa Lansia Cacat telah membesarkannya dengan cara mereka masing-masing, tetapi sentuhan seorang ayah yang menyayangi anaknya memberikan perasaan berbeda, seolah-olah ia akhirnya menemukan tempat untuk pulang. Qin Hanzhen bahkan hanya mampu mengucapkan satu kalimat kepadanya, yaitu,
Qin Hanzhen dan Permaisuri Zhen, Ibu dan ayahnya Qin Mu & Qin Fengqing Terlihat Qin Hanzhen mencium perut permaisuri Zhen yang sedang mengandung Qin Mu/Qin Fengqing. Scene ini menceritakan flashback mereka saat perang melawan para dewa. kurang lebih 10-15 episode lagi, Qin Mu akan bertemu dengan ayahnya. Dan ayahnya, Qin Hanzhen, merupakan keturunan garis keluarga Kaisar Pendiri, udah pada tau lah ya. Setelah bertarung melawan para dewa hingga tubuhnya mengalami kerusakan parah, ia terpaksa menggunakan teknik terlarang bernama Musim Semi Datang di Atas Pohon Layu untuk mempertahankan hidupnya. Teknik tersebut membuat tubuhnya menyatu dengan pohon suci yang menjadi sumber kekuatan kapal harta karun. Namun, sebagai gantinya, tubuhnya perlahan berubah menjadi kayu hingga sebagian besar fungsi tubuhnya tidak lagi bisa digunakan. Yang membuat pertemuan ini semakin menyakitkan adalah Qin Mu sebenarnya sudah berada tepat di hadapan ayahnya, tetapi keduanya tidak bisa berbicara seperti ayah dan anak pada umumnya. Qin Hanzhen bahkan tidak mampu menyebutkan sepatah kata pun karena lidahnya sudah berubah menjadi kayu. Sementara itu, Qin Mu hanya bisa mengandalkan petunjuk dan perasaannya untuk memahami apa yang ingin disampaikan oleh sang ayah. Ketika Qin Mu akhirnya mengetahui bahwa pria di pohon tersebut adalah ayah kandungnya, semua perasaan yang selama ini ia pendam seolah tumpah sekaligus. Ia menceritakan bagaimana dirinya dibawa ke Desa Lansia Cacat di Great Ruins, bagaimana ia terus mencari informasi tentang Desa Bebas Khawatir, hingga bagaimana usahanya menemukan asal-usul keluarga justru hampir membuat Kepala Desa dan yang lainnya kehilangan nyawa. Qin Mu selama ini berusaha terlihat dewasa dan mampu menghadapi berbagai bahaya, tetapi di hadapan ayahnya sendiri, ia kembali menjadi seorang anak yang hanya ingin mengetahui dari mana dirinya berasal. Bahkan, ketika Qin Mu duduk di bawah pohon sambil menangis, air mata juga mengalir dari mata Qin Hanzhen. Bayangkan, setelah bertahun-tahun bertahan hidup dalam kondisi seperti itu, hal yang paling ingin ia lakukan hanyalah melihat putranya sendiri. Namun, tubuhnya bahkan tidak memungkinkan dirinya untuk memeluk atau mengusap kepala Qin Mu secara langsung. Situasi semakin rumit ketika Penguasa Saturnus dari Youdu datang menagih Pakta Earth Count yang mengharuskan Qin Hanzhen menyerahkan lokasi Desa Bebas Khawatir setelah bertemu putranya. Demi melindungi keluarga dan orang-orang di desa tersebut, Qin Hanzhen bahkan berusaha menghindari melihat wajah Qin Mu dengan jelas. Namun, Qin Mu berhasil memahami maksud ayahnya dan membantunya menghadapi Penguasa Saturnus dengan Pedang Bebas Khawatir yang telah ia bawa. Kerja sama mereka pun berhasil memaksa Penguasa Saturnus mundur. Setelah pertarungan itu, ada satu momen sederhana yang terasa sangat menyentuh. Qin Hanzhen menumbuhkan sebuah cabang pohon untuk mengusap kepala Qin Mu dengan lembut. Bagi Qin Mu, sentuhan tersebut merupakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Para tetua di Desa Lansia Cacat telah membesarkannya dengan cara mereka masing-masing, tetapi sentuhan seorang ayah yang menyayangi anaknya memberikan perasaan berbeda, seolah-olah ia akhirnya menemukan tempat untuk pulang. Qin Hanzhen bahkan hanya mampu mengucapkan satu kalimat kepadanya, yaitu, "Kau sangat baik." Kalimat sederhana itu menunjukkan betapa bangganya ia terhadap putranya yang berhasil memahami maksudnya. Sayangnya, pertemuan mereka tidak berakhir dengan kebahagiaan sepenuhnya. Qin Hanzhen meminta Qin Mu pergi ke ruang belajar kapal untuk mencari sesuatu yang telah ia tinggalkan. Ketika Qin Mu bertanya apakah mereka bisa bertemu lagi, ayahnya hanya menjawab, "Tidak." Qin Mu pun berteriak bahwa ia akan menyelamatkannya dan menyingkirkan Earth Count agar mereka bisa bertemu kembali. Namun, setelah Qin Mu pergi, Qin Hanzhen akhirnya membuka matanya dan menangis. cr by @donghuaid99 #donghuaedit#talesofherdinggods#qinmu#fyp

About