@golannalog3: شاب اردني يكشف زيف واكاذيب الاعلام الاردني

إبن الجولان3 Ibn Algolan
إبن الجولان3 Ibn Algolan
Open In TikTok:
Region: AT
Thursday 29 October 2026 09:56:23 GMT
113622
4412
391
513

Music

Download

Comments

j4.kwt
🇰🇼💫Bonjour 🇰🇼💫 :
هذا الي يستاهل يقول عن نفسه انو نششمي وهاشمي
2026-10-29 17:09:51
253
sultan4841
sultan :
هذا رجل والرجال قليل الله يحميك
2026-10-30 07:37:47
21
user57784037159517
shahad :
نفس التساؤولات كيف فيه ناس انضحك عليهم؟؟
2026-10-29 16:42:43
53
salah.alobaidi6
Salah Alobaidi :
من الاردن
2026-10-29 15:22:04
29
user76616156823440
Ali :
دخيل البطن ألي حملك عاشم أهالي الأردن الشرفاء
2026-10-29 17:37:30
22
n678989
N :
درعا تبعد عن الكرك 227 كيلو متر الله المستعان
2026-10-29 18:54:45
8
kh_.wz0
ديــريــة🤍🦋 :
هذا النشمي ابن النشمي
2026-10-30 07:44:04
11
fesarabou
el mostró🤪😜 :
والله انك رجال من ضهر رجال وحكيت كلمه حق طول عمرنا احنا و الأردن إخوة و يلي صار مؤامرة من بره عشان تعلقنا مع بعض
2026-10-29 17:51:26
22
bu.hessah
bu hessah :
النشمي صوت وصوره
2026-10-29 19:08:56
15
user6361319937882
𝓜𝓸𝓱𝓪𝓶𝓶𝓮𝓭 مـحـمـد :
شريف ابن شريف حرا ابن حر يرحم البطن والظهر الي حملك
2026-10-29 18:07:20
17
masha.masha679
Masha🇩🇪 :
هي الفيديوهات لازم نتداولها لندحر الفتنة بين الشعوب
2026-10-30 01:26:47
7
m6666.d
محمد أبو بنــــدر :
2026-10-30 10:31:32
1
user1552027681193
محمد محمد :
انك رجل ابن رجل ، والشهامة بوجهك ونعم منك.
2026-10-29 19:06:10
10
m.s.2005_1
m.s.2005_1 :
والله شي يعور القلب ويدميه ارض سوريا شبعت دم وقتل وظلم 😭
2026-10-29 17:48:58
10
bcx.w
bcx.w :
2026-10-29 20:35:50
2
saharsy99
◇بنت الغوالي S💚 :
حسبي الله ونعم الوكيل ربي ياخذ حق الأطفال
2026-10-29 18:15:46
9
useri4qcjfvazl
Zekeriya Ebu Ahmed :
حي الله يا طيب
2026-10-29 15:17:54
7
abo.rami351
abo rami :
والله انك نشمي وابن اصل بيض الله وجهك لو كل الأردنيين متلك يا اخي نتشرف بك بسوريا يا اخي نفتخر باخوتنا الاردنين الشرفاء الذي ينصرون الحق وليس الاردنين الذين ينصرون الباطل
2026-10-29 15:49:31
35
f1213m
F :
2026-10-29 13:39:15
14
user3802839303861
الـــــــــدمـــشقــــي...🇩🇪 :
كفو اصلك
2026-10-30 11:28:20
1
user6191343292914
محمد الحربي :
بارك الله بيك
2026-10-30 09:05:14
3
user7106116681592
هبه الحريري :
2026-10-29 23:19:04
4
r9a9r9
Abdulrahman🇸🇾 :
بدك حدا يفهم يسمع هل كلام
2026-10-30 10:14:37
2
nourbitto
𝒩𝑜𝓊𝓇𝒶 :
كتر خيرك 🥺
2026-10-30 10:30:39
3
To see more videos from user @golannalog3, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Enam tahun pernikahan kalian akhirnya membuahkan sesuatu yang selama ini hanya berani kamu impikan. Kamu hamil. Sunghoon menjadi orang pertama yang mengetahui kabar itu. Lelaki yang biasanya begitu tenang mendadak menangis saat melihat dua garis merah di alat tes kehamilanmu. Dia memelukmu erat, berkali-kali mencium keningmu, seolah masih sulit mempercayai bahwa kalian akhirnya akan menjadi orang tua.
POV: Enam tahun pernikahan kalian akhirnya membuahkan sesuatu yang selama ini hanya berani kamu impikan. Kamu hamil. Sunghoon menjadi orang pertama yang mengetahui kabar itu. Lelaki yang biasanya begitu tenang mendadak menangis saat melihat dua garis merah di alat tes kehamilanmu. Dia memelukmu erat, berkali-kali mencium keningmu, seolah masih sulit mempercayai bahwa kalian akhirnya akan menjadi orang tua. "Kita bakal punya anak, Sayang." Sebenarnya, enam tahun pernikahan kalian bukanlah perjalanan yang mudah. Sejak awal, keluarga Sunghoon menentang hubungan kalian. Mereka menganggapmu tidak pantas menjadi istrinya hanya karena kamu belum juga mengandung. Bahkan, mereka terang-terangan menyebutmu mandul. Kamu sudah terlalu sering menangis karena ucapan mereka. Berkali-kali kamu merasa bersalah kepada Sunghoon, merasa bahwa kamu telah merampas kesempatan lelaki itu untuk memiliki keturunan. Tapi Sunghoon tidak pernah berpikir demikian. "Aku menikahimu karena cinta, bukan karena ingin punya anak. Kalau kita memang nggak dikasih anak, nggak apa-apa. Aku masih punya kamu." Kalimat itu selalu menjadi tempatmu pulang setiap kali dunia terasa begitu kejam. Dan sekarang, ketika akhirnya kamu hamil, keluarga Sunghoon mendadak berubah. Mereka yang dahulu meremehkanmu kini memperlakukanmu dengan begitu baik. Kamu diperhatikan, dimanjakan, bahkan tak dibiarkan melakukan pekerjaan rumah sendirian. Ketika dokter mengatakan kemungkinan besar bayi kalian laki-laki, kebahagiaan mereka semakin besar. Sunghoon sendiri tidak pernah berhenti menjagamu. Dia menemanimu ke setiap pemeriksaan, mengusap perutmu sebelum tidur, dan berbicara kepada bayi kalian setiap malam. "Nak, jangan bikin Mama capek, ya. Papa sayang banget sama Mama. Kamu juga harus sayang sama Mama." "Kalau nanti anak kita lebih sayang aku daripada kamu, gimana?" "Nggak boleh. Kalian berdua harus sayang aku." Dia mengecup keningmu, lalu memelukmu erat. "Aku sayang kalian berdua." Kamu tidak pernah menyangka bahwa suatu hari nanti, kalimat itu akan menjadi sesuatu yang begitu menyakitkan untuk diingatnya. --- Hari persalinanmu tiba. Sunghoon menggenggam tanganmu sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Wajahnya terlihat begitu tegang, tetapi dia terus berusaha menenangkanmu. "Sebentar lagi, Sayang. Kita bakal ketemu anak kita." Kamu mengangguk meski rasa sakit semakin sulit ditahan. Namun, keadaan berubah ketika kondisimu mendadak memburuk. Dokter segera membawamu ke ruang tindakan, meninggalkan Sunghoon yang hanya bisa menunggu di luar dengan kedua tangan gemetar. Tak lama kemudian, dokter keluar dengan wajah serius. "Kondisi istri Anda dan bayinya sangat kritis. Kami harus segera mengambil tindakan. Ada kemungkinan hanya salah satu yang bisa diselamatkan." Sunghoon terdiam, sebelum akhirnya menggeleng kuat. "Selamatkan istri saya, Dok. Tolong, saya mohon." "Hoon, pikirkan baik-baik!" ibunya menyela. "Selamatkan bayinya! Belum tentu dia bisa hamil lagi setelah ini!" Sunghoon menoleh dengan mata memerah. "Dia istri saya! Enam tahun dia bertahan menghadapi kalian, dan sekarang kalian tega menyuruh saya membiarkan dia mati?" "Kami hanya ingin cucu!" "DAN SAYA INGIN ISTRI SAYA!" Suaranya pecah di lorong rumah sakit. "Saya nggak peduli soal anak kalau harus kehilangan dia!" Tak lama kemudian, seorang perawat memberitahukan bahwa kamu ingin menemuinya. Sunghoon segera masuk dan menggenggam tanganmu yang semakin lemah. "Sayang, aku di sini. Kamu harus bertahan, ya? Kita pulang sama-sama." Kamu menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Hoon, katanya masih ada kemungkinan kita berdua selamat. Dua puluh persen, katanya." Kamu berbohong. Kamu hanya ingin melihatnya tersenyum sekali lagi. Dan ketika Sunghoon akhirnya tersenyum sambil menangis, kamu merasa sudah cukup. "Aku sayang kamu, Hoon." "Aku juga sayang kamu. Jadi, tolong jangan tinggalin aku." Kamu mengusap pipinya untuk terakhir kali. "Maaf, ya." +KOMEN #pov #sunghoon #enhypen #foryoupage #enhypenpov

About