@h.h.assagaf: . Syaikh Dr. Isham al-Basyir (ulama, akademisi, dan politisi asal Sudan - lahir 1956) "Teladani Orang-orang Saleh Meski Mereka Telah Tiada" Orang-orang baik yang saleh itu ada dua golongan: 1- golongan yang masih hidup dan 2- golongan yang telah meninggal dunia. Yaitu mereka yang telah disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala: dan dijadikan-Nya kedudukan yang tinggi bagi mereka — dari golongan para Nabi, para orang para shiddiqin, para syuhada, dan para orang yang saleh. وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ "Dan semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah-kisah itu Kami teguhkan hatimu." (Hud ayat 120). أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۖ فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقْتَدِهْ "Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka". (Al-An’am Ayat 90) Dahulu, apabila Abdullah bin al-Mubarak selesai dari shalatnya, beliau segera berjalan pulang menuju rumahnya. Apabila ditanya, beliau berkata: "Sesungguhnya aku ingin berbincang- bincang dengan para Sahabat." Maksudnya, beliau membaca riwayat kehidupan mereka (sahabat Nabi saw). Beliau merenungkan berita-berita mereka. Karena sesungguhnya riwayat kehidupan mereka menyucikan hati dengan keadaan-keadaan baik dan kelurusan hidup yang tinggi yang mereka jalani. Abdullah bin Mas'ud RA dalam kitab [Hilyatul Auliya] berkata: "Barangsiapa ingin mengambil teladan, maka ambillah teladan dari mereka yang telah meninggal. Karena orang yang masih hidup belum terjamin dari ujian dan fitnah." Mereka itu adalah para sahabat Rasulullah saw. Mereka adalah sebaik-baik hati di antara umat ini, paling dalam keimanannya, dan paling sedikit berpura-pura. Suatu kaum yang dipilih Allah untuk mendampingi Nabi-Nya. Maka kenalilah keutamaan mereka, sesungguhnya mereka berada di atas jalan yang lurus. Inilah cara "berkawan" dengan para nabi dan orang-orang yang telah meninggal dunia. Bahkan ketika mereka telah berada di dalam kubur, mereka tetap menjadi salah satu tanda-tanda kebesaran Allah yang menyucikan jiwa. Seseorang pernah berdiri di atas makam Abdullah bin al-Mubarak. Ia mendapati nasihat di makam beliau saat beliau telah meninggal, sebagaimana ia mendapati nasihat dari beliau saat beliau masih hidup. Maka ia pun berkata: مررت بقبر ابن المبارك غدوة # فأوسعني وعظًا وليس بناطقِ Aku melewati makam Ibnu al-Mubarak di pagi hari, Lalu ia memberiku nasihat yang luas, padahal ia bukan orang yang berbicara. وقد كنت بالعلم الذي في جوانحي # غنيًا وبالشيب الذي في مفارقي Sebenarnya aku telah merasa cukup dengan ilmu yang ada di dalam diriku. Dan dengan uban yang telah tumbuh di kepalaku, ولكن أرى الذكرى تنبه عاقلاً # إذا هي جاءت من رجال الحقائق Namun aku melihat peringatan itu membangunkan orang yang berakal, Apabila peringatan itu datang dari para orang orang yang benar (salih). Demikianlah, itulah cara berkawan dengan orang-orang baik yang telah meninggal dunia, dan orang-orang baik yang masih hidup. Semoga bermanfaat
Hasan.Husen.Assagaf
Region: ID
Thursday 29 October 2026 10:22:36 GMT
Music
Download
Comments
Abdullah AlBar :
صحبة الأخيار ...
2026-10-29 11:09:54
0
To see more videos from user @h.h.assagaf, please go to the Tikwm
homepage.