@den1.14:

2SEKAWAN💎
2SEKAWAN💎
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 29 October 2026 13:47:48 GMT
4900
206
0
19

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @den1.14, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Aja leren dadi murid, nadyan wis dadi guru. Sinau kuwi salawase urip, ora kena rumangsa suhu.” Kata suhu dalam ungkapan ini bukan sekadar orang yang ahli, tetapi simbol seseorang yang merasa sudah mencapai tingkat kepandaian tertinggi. Makna filosofis Ungkapan ini mengandung beberapa pesan: Tidak ada puncak dalam belajar. Setinggi apa pun pendidikan, jabatan, pengalaman, dan pencapaian seseorang, selalu ada hal baru yang belum diketahui. Guru bukan manusia yang serba tahu. Guru tetap manusia yang bisa salah, perlu dikoreksi, dan harus bersedia belajar dari siapa pun, termasuk muridnya sendiri. Waspada terhadap kesombongan intelektual. Merasa paling pandai dapat membuat seseorang menutup diri dari kritik, menganggap pendapatnya paling benar, dan menganggap orang lain tidak lebih tahu darinya. Jangan terjebak zona antikritik. Ketika seseorang lebih sibuk mempertahankan pamor daripada memperbaiki diri, proses belajarnya bisa berhenti. Belajar adalah bagian dari kehidupan. Bukan hanya ilmu akademis di sekolah, melainkan juga ilmu agama, kehidupan sosial, pengalaman, keterampilan hidup (life skills), serta pemahaman terhadap sesama dan alam semesta. Ada perbedaan besar antara: Rumangsa bisa: menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan. Bisa rumangsa: menyadari keterbatasan diri, memahami keadaan, dan memiliki kepekaan terhadap orang lain. Guru perlu memiliki keduanya, tetapi jangan sampai kehilangan rasa
“Aja leren dadi murid, nadyan wis dadi guru. Sinau kuwi salawase urip, ora kena rumangsa suhu.” Kata suhu dalam ungkapan ini bukan sekadar orang yang ahli, tetapi simbol seseorang yang merasa sudah mencapai tingkat kepandaian tertinggi. Makna filosofis Ungkapan ini mengandung beberapa pesan: Tidak ada puncak dalam belajar. Setinggi apa pun pendidikan, jabatan, pengalaman, dan pencapaian seseorang, selalu ada hal baru yang belum diketahui. Guru bukan manusia yang serba tahu. Guru tetap manusia yang bisa salah, perlu dikoreksi, dan harus bersedia belajar dari siapa pun, termasuk muridnya sendiri. Waspada terhadap kesombongan intelektual. Merasa paling pandai dapat membuat seseorang menutup diri dari kritik, menganggap pendapatnya paling benar, dan menganggap orang lain tidak lebih tahu darinya. Jangan terjebak zona antikritik. Ketika seseorang lebih sibuk mempertahankan pamor daripada memperbaiki diri, proses belajarnya bisa berhenti. Belajar adalah bagian dari kehidupan. Bukan hanya ilmu akademis di sekolah, melainkan juga ilmu agama, kehidupan sosial, pengalaman, keterampilan hidup (life skills), serta pemahaman terhadap sesama dan alam semesta. Ada perbedaan besar antara: Rumangsa bisa: menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan. Bisa rumangsa: menyadari keterbatasan diri, memahami keadaan, dan memiliki kepekaan terhadap orang lain. Guru perlu memiliki keduanya, tetapi jangan sampai kehilangan rasa "bisa rumangsa" karena terlalu kuat dengan "rumangsa bisa". #sinauurip #jowostory #jowopride #jawapride #fyp

About