@nursynurseb: Don’t you love when they come in hydrated and no problem at allll Featuring MedCare health Certs Student located in Lawrenceville Ga Classes are open training medical assistants and phlebotomist #phlebotomytraining #healthcareworker #nurselife #healthcaretips

Bre | LPN CMAI 🩺
Bre | LPN CMAI 🩺
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 29 October 2026 19:34:07 GMT
2461316
176775
1003
5388

Music

Download

Comments

sheenpim61q
sheena💋 :
imagine getting your blood drawn and the nurse starts caressing your arm
2026-10-30 05:04:12
83465
zizimorgn
ZiziMorgan💖 :
My brother in law's arm. I just want to jab every single one every time I see him 😂😂
2026-10-30 07:32:35
34805
nickzzzknos
平 :
they called me fucking malnourished and dehydrated bro✌️😭
2026-10-30 16:10:32
9257
apricras
Anaya🍊 :
how the comments be looking
2026-10-30 15:28:29
14455
b1tenai
nai :
I’m too fat and dehydrated for ts
2026-10-30 15:57:15
3489
alaeella
𝑬'𝑨𝟎𝟑𝟎 :
Oh they hate me
2026-11-06 16:07:17
1
yk.beemz
☥𝒥𝒴☥ :
Just free access bro😭
2026-10-30 13:15:33
7477
dido.ribata
dido ribata :
I think mine are dehydrated
2026-11-02 15:43:52
2461
hrtzforangelcore_.3
Daryl dixions 45th eyelash :
I came dehydrated so they had to do the order arm
2026-11-04 19:13:10
10
i_love_finn_wolfh
I_Love_Finn_Wolfhard :
Sorry Gng
2026-10-30 14:43:20
8048
kaka201415
Kaka277 :
bingo!
2026-10-30 22:20:22
1086
gsgdhgz
gsgdhgz :
i get compliments everytime they draw my blood
2026-11-04 22:09:54
255
emarosaa_8
Emmarosa Ⴟ🍓 :
I’m SO fucking sorry 😭
2026-11-02 19:13:46
287
xlollirotx
𓏲🥨˚˙「 мαяιє 」˙˚ 🐾 :
Me looking at all the free bicep pics
2026-10-30 18:05:31
85
vampy4375
🌬️ ᴀꜱʜᴇʀ 📝 :
I’m so fucking sorry
2026-10-30 18:28:36
408
down.monkey
Mohammad 😼 :
Allat so they can take too much blood and I ended up passing out for an hour with 10 doctors in the room 🫩
2026-11-06 12:27:11
1
sofiaa_loves
ꨄ 𝓰𝓮𝓷𝓮𝓼𝓲𝓼 ꨄ :
Why half the comments literally so veiny like sum tree roots bro, im not even that fit💔
2026-11-05 04:17:08
3
tana.tots.3.0
४ 🏳️‍⚧️tana tots 3.0🪑 ४ :
I just got mines done today 😭
2026-11-05 20:50:00
4
levihugney
꧁⇝𐌋𐌄𐌖𐌆⇜꧂ :
Yeah when I donated blood they glazed my veins, then stuck the needle through it and hit my artery
2026-10-30 14:11:01
2078
kayerants
KAYE RANTS :
I got nothing the doctor actually couldn't find my vein
2026-10-30 15:46:35
514
me0wgical0
˚˖° ᵐᵉᵒʷˎˊ˗⋆ :
nobody told me I had to drink water before??😭
2026-10-30 18:42:21
740
funkwichamind
josh :
all the time
2026-10-30 19:58:15
92
rosalynnbelle
rosalynnbelle :
All this just for them to STILL not be able to find a vein.
2026-10-30 16:57:38
1966
350z6.0
sou𖣂 :
and y'all still somehow miss
2026-11-02 08:05:35
10
wheremyleftnutat
jacob :
all this and they still somehow miss
2026-11-05 00:43:32
133
To see more videos from user @nursynurseb, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Menjadi buah bibir bersama James—terutama karena ia memegang ancaman kuat untuk tidak membongkar rahasia terbesarmu adalah sebuah mimpi buruk.  Sebagai mahasiswa Teknik Arsitektur dengan rambut pirang paling mencolok seantero fakultas, James selalu tahu cara mendikte harimu lewat ketengilannya. Namun, sore itu di trotoar jalan yang sepi setelah keluar dari kafe, seluruh tabiat santai dan usil pria itu menguap tanpa bekas. Begitu pintu kaca kafe berdering dan tertutup rapat di belakang kalian, langkah kakimu langsung terhenti. Kamu menyentak pergelangan tanganmu dengan kasar, melepaskan cengkeraman James yang sejak tadi menuntunmu keluar. Napasmu memburu, memotong udara sore di trotoar jalan yang mulai mendingin. Rasa cemas, malu, dan kemarahan yang sejak berada di dalam kafe menumpuk di dadamu kini tidak bisa dibendung lagi. Kamu melangkah maju, memojokkan James di dekat tiang pembatas jalan dengan tatapan penuh kilat amarah.
POV : Menjadi buah bibir bersama James—terutama karena ia memegang ancaman kuat untuk tidak membongkar rahasia terbesarmu adalah sebuah mimpi buruk. Sebagai mahasiswa Teknik Arsitektur dengan rambut pirang paling mencolok seantero fakultas, James selalu tahu cara mendikte harimu lewat ketengilannya. Namun, sore itu di trotoar jalan yang sepi setelah keluar dari kafe, seluruh tabiat santai dan usil pria itu menguap tanpa bekas. Begitu pintu kaca kafe berdering dan tertutup rapat di belakang kalian, langkah kakimu langsung terhenti. Kamu menyentak pergelangan tanganmu dengan kasar, melepaskan cengkeraman James yang sejak tadi menuntunmu keluar. Napasmu memburu, memotong udara sore di trotoar jalan yang mulai mendingin. Rasa cemas, malu, dan kemarahan yang sejak berada di dalam kafe menumpuk di dadamu kini tidak bisa dibendung lagi. Kamu melangkah maju, memojokkan James di dekat tiang pembatas jalan dengan tatapan penuh kilat amarah. "James! Lo beneran udah gila, ya?!" semprotmu dengan suara yang mulai bergetar menahan tangis. Kedua tanganmu mengepal erat di sisi tubuh. "Maksud lo apa tadi di dalem? Sengaja milih meja tepat di sebelah mereka, ngomongin soal kantin Teknik pake volume keras, terus rangkul-rangkul gue segala?! Lo tahu gak, lo hampir bikin rahasia gue terbongkar di depan Ella! Lo sengaja mau bikin gue kelihatan kayak orang bodoh di depan Juhoon, kan?!" Kamu menahan napas, menatap tajam ke arah mata pirangnya. Kamu sudah bersiap jika James akan membalas rentetan kemarahanmu dengan seringai tengil, cengiran usil, atau kalimat godaan menyebalkan yang biasa ia gunakan untuk memanipulasi kepanikan orang lain. Kamu sudah bersiap untuk semakin membencinya sore itu. Namun, tebakanmu salah besar. Seringai jahil yang biasanya melekat erat pada wajah James perlahan memudar, menyusut hingga akhirnya lenyap sepenuhnya. Untuk pertama kalinya sejak kamu mengenal si pirang badut fakultas ini, sepasang matanya nampak begitu serius, tajam, dan dingin. James menegakkan tubuhnya yang tinggi, melangkah maju satu tindak yang otomatis memangkas jarak di antara kalian hingga bayangan tubuh tegapnya seolah mengurungmu. "Bikin lu kelihatan kayak orang bodoh, lu bilang?" tanya James. Suaranya merendah, kehilangan seluruh nada jenaka yang biasa ia pakai di tongkrongan. "Gue justru lagi bangunin lu dari mimpi bodoh lu yang gak bangun-bangun, tahu kagak?" Kamu tertegun, lidahmu mendadak kelu melihat perubahan drastis pada seluruh auranya. Pria di hadapanmu saat ini terasa asing, begitu dominan dan intimidatif. James merogoh saku jaket kuliah berlogo Teknik miliknya. Saat tangannya kembali keluar, benda yang selama ini menjadi momok menakutkan bagimu kini menggantung di udara. Itu adalah pembatas buku rajutan tangan berinisial JH yang selama ini ia sandera. Tanpa ragu, James meraih jemarimu secara paksa, membuka telapak tanganmu yang dingin, dan meletakkan rajutan lecek itu di atasnya sebelum menutup jemarimu kembali dengan rapat. "Utang lu lunas. Gue gak butuh imbalan apa-apa lagi dari lu mulai detik ini," kata James lurus-lurus, sepasang matanya seolah mengunci pergerakanmu. "Gue emang friendly ke semua cewek di kampus, tapi gue paling gak suka liat ada orang yang kelihatan sehina itu demi cowok lain. Gue sengaja ngelakuin itu tadi di dalam kafe karena gue udah muak. Gue muak tiap hari liat lu terus-terusan ngemis perhatian Juhoon, pura-pura bego di depan draf maket, dan nangisin cowok yang jelas-jelas udah khianatin lu dengan pacaran backstreet di belakang satu kampus." James mundur satu langkah, membetulkan letak tasnya di bahu sebelum memberikan satu tatapan terakhir, seolah sedang membaca sisa-sisa kerapuhan di matamu. "Rajutan lu udah balik. Jadi, berhenti kelihatan menyedihkan di depan dia." Tanpa menunggu jawaban atau pembelaan darimu, James berbalik. Dia berjalan pergi membelakangimu, melangkah santai menyusuri trotoar jalan yang mulai temaram. [💬💬]+ #JAMES #cortis #foryoupage

About