Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@plugbettertech: It's a special day, guys
plug - shop tech
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 29 October 2026 20:05:03 GMT
12113
92
1
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
6.16MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
4.06MB
)
Watermark .mp4 (
5.66MB
)
Music .mp3
Comments
Kweku Moore :
first here can I get hi
2026-10-29 20:09:22
0
To see more videos from user @plugbettertech, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Xú Túi Mè Cùng Zăn Zăn nhennnnn 💕💕 #Metis #VitaDairy #Vitro #Khui_Blindbox_Trung_Vitro" #xuhuong
#aesthetic #outfitinspo #springvibes #denimstyle #citywalk
idk if i should be laughing or crying… 😭 #lifescience #school #exams #biology #funny
#radiosoninkara #gambian_tiktok🇬🇲🇬🇲 #mauritanie🇲🇷nouakchott #malitiktok🇲🇱 #senegalaise_tik_tok
Sebanyak 10.000 massa dari Universitas Indonesia di Depok siap berangkat ke Jakarta, Rabu (28/10/2026) siang ini untuk menyampaikan lima tuntutan. Aksi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini digelar atas nama Komite Serukan Kedaulatan Rakyat, bukan BEM UI. #okezone #BEMUI #Demo #Karhutla
Jangan Salahkan Alam Atas Bencana”, Sejumlah Spanduk Kritik Terpasang di JPO Banjarbaru BANJARBARU – Sejumlah spanduk berisi kritik terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta persoalan lingkungan terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Banjarbaru, Kamis (29/10/2026) dini hari. Spanduk-spanduk tersebut memuat beragam pesan, mulai dari kritik terhadap kerusakan lingkungan hingga kekhawatiran atas bencana yang mengancam masyarakat Kalimantan Selatan. Beberapa spanduk bertuliskan seperti “Stop Jadikan Kalimantan Tumbal Keserakahan Modal”. Spanduk lainnya memuat tulisan “Kalimantan Tidak Ada Kabar Baik” serta pesan “Kebakaran, Banjir”. Salah seorang demonstran, Iqbal, mengatakan, penanganan karhutla tidak seharusnya berujung pada tindakan menyalahkan alam ataupun masyarakat. Menurut dia, pemerintah harus bertanggung jawab atas upaya mitigasi untuk mencegah bencana. “Jangan menyalahkan alam ataupun rakyat dalam bencana karhutla, akan tetapi ini mutlak kesalahan pemerintah karena tidak melakukan langkah mitigasi,” ujar Iqbal. Ia juga mengingatkan, datangnya musim hujan tidak berarti menandai berakhirnya ancaman bencana di Kalsel. Menurut Iqbal, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat musim kemarau perlu menjadi peringatan agar pemerintah segera menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi banjir. “Jangan berpikir bencana berakhir saat musim hujan datang, karena bencana banjir sudah menunggu giliran kalau langkah mitigasi tidak dilakukan dengan serius,” katanya. Banjarmasinpost.co.id / M Syaiful Riki #bpost #banjarmasinpost #tribunnetwork
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy