@foxweather: SUPER TYPHOON IN-FA CHURNS 🌀: Guam will dodge a direct hit from Super Typhoon In-fa, but the island will feel its power as it passes north. Rough seas, big breaking waves and life-threatening rip currents will impact the Mariana Islands into the weekend. #typhoon #MarianaIslands #Guam #foxweather

FOX Weather
FOX Weather
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 29 October 2026 20:45:00 GMT
5459
156
7
7

Music

Download

Comments

hill6ixty
hill6ixty :
every week someting else pop up
2026-10-30 00:01:26
1
vitas12345678998
v•^•^•^•^•∆••v••∆ :
2026-10-29 21:01:13
1
s0441l
Jean Kulki🗿 :
2026-10-29 21:47:06
0
user3675130284520
鬥士77 :
😳😳😳
2026-10-29 20:49:13
1
teninchlove
teninchlove :
😳😳😳
2026-10-29 21:28:34
0
cek9508
✨️ Rainy weather 💫 :
💯💯💯
2026-10-29 22:54:12
0
arthurvallejo907
Arthur Vallejo, M.D. :
Too much CAPE over the Pacific.
2026-10-30 00:35:33
0
To see more videos from user @foxweather, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

bagian3|pov: Minggu ke-9. kamu datang telat sepuluh menit. bukan karena telat bangun. tapi karena tadi pagi kamu berdiri 30 menit di depan cermin cuma buat mutusin:     gue dateng gak, sih? emangnya worth? tapi kamu dateng juga. dan saat kamu duduk, sunghoon tetap tenang.   “terima kasih sudah memilih datang.” kalimat segitu sederhana, tapi bikin kepala kamu nyaris meledak. karena selama ini, gak ada yang pernah bilang makasih… cuma karena kamu milih bertahan. --- hari itu kamu cerita banyak. tentang tugas yang gagal, dosen yang ngegas, temen yang makin lama makin jauh, dan keluarga yang masih tetap... gitu-gitu aja. kamu sempet bilang, “kadang gue ngerasa kayak error, kayak gak cocok hidup di dunia yang semua orangnya tau cara jalan, sementara gue cuma bisa ngerangkak.” sunghoon nyimak, terus bilang:   “mungkin bukan kamu yang error. tapi kamu sedang mencoba bertahan di sistem yang tidak pernah dirancang untuk memahami luka.” kamu diem. karena gila, kalimat itu kayak tamparan. tapi halus. --- Minggu ke-10, kamu bawa pertanyaan:
bagian3|pov: Minggu ke-9. kamu datang telat sepuluh menit. bukan karena telat bangun. tapi karena tadi pagi kamu berdiri 30 menit di depan cermin cuma buat mutusin: gue dateng gak, sih? emangnya worth? tapi kamu dateng juga. dan saat kamu duduk, sunghoon tetap tenang. “terima kasih sudah memilih datang.” kalimat segitu sederhana, tapi bikin kepala kamu nyaris meledak. karena selama ini, gak ada yang pernah bilang makasih… cuma karena kamu milih bertahan. --- hari itu kamu cerita banyak. tentang tugas yang gagal, dosen yang ngegas, temen yang makin lama makin jauh, dan keluarga yang masih tetap... gitu-gitu aja. kamu sempet bilang, “kadang gue ngerasa kayak error, kayak gak cocok hidup di dunia yang semua orangnya tau cara jalan, sementara gue cuma bisa ngerangkak.” sunghoon nyimak, terus bilang: “mungkin bukan kamu yang error. tapi kamu sedang mencoba bertahan di sistem yang tidak pernah dirancang untuk memahami luka.” kamu diem. karena gila, kalimat itu kayak tamparan. tapi halus. --- Minggu ke-10, kamu bawa pertanyaan: "lo sendiri, pernah ngerasa kayak gue gak sih?" sunghoon melihat kamu cukup lama. “kamu tidak perlu membandingkan lukamu dengan orang lain. tapi jika pertanyaannya apakah aku juga pernah merasa kehilangan kendali... maka jawabannya, ya.” kamu ngedip. Karena baru kali itu dia nunjukin sisi yang gak ‘tenang-tenang aja’. dan kamu gak maksa dia cerita. tapi seiring berjalannya waktu, kamu mulai liat... matanya kadang nyimpen sesuatu yang lebih gelap dari yang dia omongin. --- Sesi ke-12. kamu bawa gambar iseng yang kamu coret-coret waktu bengong di kelas. kamu kasih ke dia. gambarnya... kepala orang. tapi pecah, dan isinya bukan otak. tapi kata-kata. kata-kata kayak: |"Maaf kalau gue ngerusak suasana." | "Gue cuma pengen tenang sebentar." | "Gak semua luka keliatan, tapi semua luka bisa kerasa." sunghoon baca lama. terus dia bilang: “kamu menaruh terlalu banyak kebenaran dalam diam.” --- Minggu ke-14. kamu gak cerita apa-apa. kamu cuma duduk. Sunyi. dan tiba-tiba sunghoon nyebut satu nama. “kamu pernah menyebut adikmu... kenapa tidak pernah kau bicarakan lagi?” kamu kaget. Karena kamu lupa, kamu pernah nyebut nama itu di sesi minggu ke-2. kamu bilang, pelan, “karena dia satu-satunya alasan gue pengen sembuh. tapi juga satu-satunya kenangan yang bikin gue gak bisa.” sunghoon diem sejenak, lalu bilang: “kadang, bertahan bukan berarti terus melawan rasa sakit. tapi mulai percaya... bahwa kamu bisa bahagia tanpa harus menunggu seseorang kembali.” dan saat itu juga tangis kamu... pecah. kamu gak nangis meledak. tapi diem, sesak, dan air mata kamu keluar pelan banget. dan Sunghoon gak ngeluarin tisu. gak ngomong hal puitis lagi. dia cuma bilang: “hari ini, kamu berhasil. bukan karena kamu kuat. tapi karena kamu berani lemah.” --- kamu keluar dari ruang itu dengan langkah berat, tapi... gak kosong. untuk pertama kalinya, kamu gak mikir, “kapan gue sembuh?” kamu cuma mikir, “hari ini, gue hidup. untuk besok? Kita liat nanti.” --- masihh mau lanjut kahh??? #sunghoon#enhypen#sunghoonau#enhypenedit#lewatberanda#fyp

About