Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@dominique.graziano:
Dominique Graziano
Open In TikTok:
Region: IT
Thursday 29 October 2026 21:38:51 GMT
1426
7
1
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.29MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
Mena Listone :
ciao mi puoi dire di cosa si tratta ?
2026-10-29 21:40:14
0
To see more videos from user @dominique.graziano, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#StormArena #FreeFire
#wallpapers #trwlna #gợi #ý #hinhnen
#StormArena #FreeFire
كل الحب أصالة نصري 🤍💚 #الإمارات_تحب_سوريا #الامارات🇦🇪 #دبي🇦🇪
POV: 3 Tuan Muda Setelah percakapan panjang, akhirnya ibumu bersedia mempertimbangkan untuk melanjutkan pengobatannya. Panggilan itu berakhir. Kau menurunkan ponsel perlahan, lalu menatap layar yang sudah kembali gelap. Senyummu menghilang. Bagaimana mungkin kau berjanji akan segera mengirimkan uang, sedangkan kau sendiri belum memiliki uang sebanyak itu? Kau bahkan belum menerima gaji pertamamu. Tabungan yang kau bawa dari kampung juga hampir habis untuk biaya perjalanan dan kebutuhan awal selama merantau. Kau mengusap wajah dengan kedua tangan. "Ibu, maaf, ya..." Suaramu nyaris tidak terdengar. "Aku pasti cari cara." Malam itu, untuk pertama kalinya sejak diterima bekerja di kediaman keluarga Lee, kau benar-benar merasa kebingungan. Bukan karena pekerjaan yang melelahkan. Melainkan karena orang yang paling kau sayangi sedang membutuhkan pertolongan, sementara kau belum memiliki cukup uang untuk membantunya. Hampir pukul sepuluh malam ketika sebuah pikiran muncul di kepalamu. Bagaimana kalau kau meminjam uang kepada Tuan Lee? Kau memang baru bekerja beberapa hari, tetapi setidaknya kau bisa meminta agar uang tersebut dipotong dari gajimu setiap bulan. Kau tidak ingin meminta secara cuma-cuma. Kau hanya ingin meminjamnya. Nanti, setelah menerima gaji, kau akan mengembalikannya sedikit demi sedikit. Namun, semakin lama kau memikirkan rencana itu, semakin gugup dirimu. Lee Heeseung bukan orang yang mudah didekati. Kau bahkan masih mengingat bagaimana pria itu menegurmu hanya karena kau tidak sengaja menggeser bingkai foto di ruang kerjanya. Bagaimana kalau dia marah? Bagaimana kalau dia menganggapmu lancang karena berani meminjam uang, padahal kau baru bekerja beberapa hari? Kau mengembuskan napas panjang. "Tidak apa-apa, y/n. Kamu harus coba." Akhirnya, kau bangkit dari tempat tidur dan merapikan pakaianmu. Setelah memastikan penampilanmu cukup rapi, kau keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar Heeseung. Sepanjang perjalanan, kau terus mengulang kalimat yang akan kau sampaikan nanti. 'Tuan, saya ingin meminjam uang' 'Tuan, kalau boleh, uangnya dipotong dari gaji saya setiap bulan' Sederhana, bukan? Sayangnya, saat berdiri tepat di depan pintu kamar pria itu, seluruh keberanianmu seolah menghilang. Kau mengangkat tangan. Mengetuk sekali. Tok! Tok! Tok! "Masuk." Suara berat terdengar dari dalam. Kau membuka pintu perlahan. Dan pemandangan pertama yang menyambutmu adalah Heeseung yang sedang duduk di sisi tempat tidurnya. Pria itu masih mengenakan kemeja kerja, tetapi beberapa kancing bagian atasnya sudah terbuka. Dasi yang tadi dikenakannya kini tergeletak di atas meja. Satu tangannya memegang tengkuk, sementara kepalanya sedikit tertunduk. Wajahnya terlihat sangat lelah. Kau bahkan bisa melihat bagaimana ia sesekali memutar bahunya, seolah berusaha mengurangi rasa pegal setelah seharian bekerja. Kau mendadak merasa tidak enak hati. Sepertinya Tuan Lee benar-benar kelelahan. Kau datang untuk meminta uang, sedangkan pria itu bahkan belum sempat beristirahat dengan tenang. Akhirnya, kau memutuskan untuk mengurungkan niatmu. "Kalau begitu, saya permisi, Tuan." Kau berbalik dan mulai melangkah menuju pintu. Namun, baru beberapa langkah, suara Heeseung kembali terdengar. "Kenapa malah pergi, y/n?" Langkahmu langsung membeku. Perlahan, kau berbalik menghadapnya. Kepalamu tertunduk, kedua tanganmu saling menggenggam di depan tubuh. "T-tidak jadi, Tuan. Saya permisi." Heeseung menatapmu dengan kening berkerut. Ia memperhatikanmu beberapa saat sebelum akhirnya berbicara lagi. "y/n." "Iya, Tuan?" "Kamu bisa memijat?" Pertanyaan itu membuatmu mengangkat wajah sedikit. "Pijat, Tuan?" Heeseung mengangguk. "Punggung dan bahu saya terasa pegal sejak tadi. Saya sudah mencoba memijatnya sendiri, tetapi tidak banyak membantu." Kau terdiam sejenak. "Saya... sebenarnya sedikit bisa, Tuan." "Sedikit?" (+💬) #pov #heeseung #evan #fyp
#StormArena #FreeFire
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy