@bjbscales3:

👆
👆
Open In TikTok:
Region: US
Friday 30 October 2026 00:25:00 GMT
4
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @bjbscales3, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

1. Hidupnya banyak diuji sejak kecil Jiwanya tidak dibiarkan manja. Dari kecil sudah kenal kehilangan, bisa ditinggal ayah, ibu sakit-sakitan, ekonomi keluarga pas-pasan, atau jadi korban bullying. Tujuannya satu, biar sejak dini dia paham dunia ini tidak bisa diandalkan. Kalau orang lain kecewa sekali langsung down, dia sudah terbiasa jatuh tapi bangun lagi. Hatinya dilatih biar cuma bersandar ke Allah, bukan ke manusia. Karena di Akhir Zaman nanti, semua sandaran dunia akan runtuh, cuma yang sandarannya Allah yang tetap berdiri. 2. Hati sensitif lihat Kedzaliman Dia tidak bisa pura-pura buta. Lihat orang curang timbangan, pejabat makan uang rakyat, teman membuka aurat bangga-banggaan, hatinya sakit. Bukan karena benci orangnya, tapi benci perbuatannya. Dia akan gelisah, minimal dalam hati berdoa, maksimal dia tegur walau dibenci. Ini cerminan hadits, siapa melihat kemungkaran ubahlah dengan tangan, kalau tidak mampu dengan lisan, kalau tidak mampu dengan hati. Jiwa pilihan ini tidak bisa sampai level hati saja, dia ingin berbuat sesuatu. 3. Sering diasingkan - Ghuroba Rasulullah berkata Islam datang sebagai sesuatu yang asing dan akan kembali asing. Jiwa ini merasa asing di tongkrongannya sendiri. Diajak ghibah ga nyaman, diajak flexing harta ga selera, diajak pacaran ga mau. Akhirnya dia menjauh. Teman jadi sedikit, tapi kualitasnya dalam. Kesepiannya ini justru Allah isi dengan ketenangan zikir, bacaan Qur'an, dan tafakur malam. Dia disiapkan untuk tidak takut sendirian, karena nanti di akhir zaman, yang berpegang kebenaran memang akan sendirian. 4. Dipertemukan dengan kebenaran lewat jalan sakit Hidayahnya mahal. Tidak dapat dari ceramah enak-enak, tapi dari titik terendah. Bangkrut, ditipu pasangan, sakit hampir mati, masuk penjara, atau depresi berat. Di titik nol itu, baru dia menengadah. Dari situ taubatnya tidak main-main. Tidak hijrah musiman, tapi total. Dia sudah merasakan pahitnya maksiat, jadi manisnya taat terasa sangat berharga. Orang seperti ini kalau sudah kenal Allah, susah murtad lagi. 5. Mimpi dan firasatnya tajam - Firasahtul Mukmin Karena maksiatnya berkurang dan hatinya bersih, hijab antara hati dan alam ghaib jadi tipis. Rasulullah bersabda, takutlah pada firasat orang mukmin, karena dia melihat dengan cahaya Allah. Kadang dia mimpi bertemu orang sholeh, mimpi bencana, mimpi diberi peringatan. Kadang ketemu orang baru, hatinya langsung ga enak, dan ternyata orang itu memang bermasalah. Ini bukan ilmu dukun, ini cahaya yang Allah titipkan karena lisannya jujur dan perutnya dijaga dari haram. 6. Tidak cinta dunia - Zuhud Bukan berarti miskin dan tidak punya apa-apa. Bisa jadi dia punya uang, tapi uang tidak punya dia. Diberi jabatan tidak membuatnya sombong, diberi pujian tidak membuatnya terbang, dihina tidak membuatnya tumbang. Dunia di tangannya, bukan di hatinya. Ciri paling jelas, dia mudah memberi, tidak takut miskin, dan lebih sedih ketinggalan subuh daripada ketinggalan peluang bisnis. Karena di akhir zaman, Dajjal akan menawarkan dunia, cuma yang zuhud yang bisa bilang tidak. 7. Diuji di rezeki dan jodoh - Dua fitnah terbesar Rezekinya dibuat naik turun tidak jelas. Padahal skill ada, usaha keras, tapi hasilnya seret. Jodohnya juga begitu, datang yang salah terus, atau yang baik tapi Allah tunda lama. Ini sengaja. Allah ingin cabut cinta dunia dan cinta manusia dari hatinya secara paksa. Biar dia paham, rezeki bukan dari kerja keras saja, tapi dari Allah. Jodoh bukan soal cinta saja, tapi soal pertolongan untuk akhirat. Kalau dua pintu ini sudah tidak menggoyahkannya lagi, dia siap memikul amanah besar. #JiwaPilihan #TantanganAkhirZaman #TadabburQuran #HijrahIstiqamah *DailyGrowth *SutrisnoGinoga✍️
1. Hidupnya banyak diuji sejak kecil Jiwanya tidak dibiarkan manja. Dari kecil sudah kenal kehilangan, bisa ditinggal ayah, ibu sakit-sakitan, ekonomi keluarga pas-pasan, atau jadi korban bullying. Tujuannya satu, biar sejak dini dia paham dunia ini tidak bisa diandalkan. Kalau orang lain kecewa sekali langsung down, dia sudah terbiasa jatuh tapi bangun lagi. Hatinya dilatih biar cuma bersandar ke Allah, bukan ke manusia. Karena di Akhir Zaman nanti, semua sandaran dunia akan runtuh, cuma yang sandarannya Allah yang tetap berdiri. 2. Hati sensitif lihat Kedzaliman Dia tidak bisa pura-pura buta. Lihat orang curang timbangan, pejabat makan uang rakyat, teman membuka aurat bangga-banggaan, hatinya sakit. Bukan karena benci orangnya, tapi benci perbuatannya. Dia akan gelisah, minimal dalam hati berdoa, maksimal dia tegur walau dibenci. Ini cerminan hadits, siapa melihat kemungkaran ubahlah dengan tangan, kalau tidak mampu dengan lisan, kalau tidak mampu dengan hati. Jiwa pilihan ini tidak bisa sampai level hati saja, dia ingin berbuat sesuatu. 3. Sering diasingkan - Ghuroba Rasulullah berkata Islam datang sebagai sesuatu yang asing dan akan kembali asing. Jiwa ini merasa asing di tongkrongannya sendiri. Diajak ghibah ga nyaman, diajak flexing harta ga selera, diajak pacaran ga mau. Akhirnya dia menjauh. Teman jadi sedikit, tapi kualitasnya dalam. Kesepiannya ini justru Allah isi dengan ketenangan zikir, bacaan Qur'an, dan tafakur malam. Dia disiapkan untuk tidak takut sendirian, karena nanti di akhir zaman, yang berpegang kebenaran memang akan sendirian. 4. Dipertemukan dengan kebenaran lewat jalan sakit Hidayahnya mahal. Tidak dapat dari ceramah enak-enak, tapi dari titik terendah. Bangkrut, ditipu pasangan, sakit hampir mati, masuk penjara, atau depresi berat. Di titik nol itu, baru dia menengadah. Dari situ taubatnya tidak main-main. Tidak hijrah musiman, tapi total. Dia sudah merasakan pahitnya maksiat, jadi manisnya taat terasa sangat berharga. Orang seperti ini kalau sudah kenal Allah, susah murtad lagi. 5. Mimpi dan firasatnya tajam - Firasahtul Mukmin Karena maksiatnya berkurang dan hatinya bersih, hijab antara hati dan alam ghaib jadi tipis. Rasulullah bersabda, takutlah pada firasat orang mukmin, karena dia melihat dengan cahaya Allah. Kadang dia mimpi bertemu orang sholeh, mimpi bencana, mimpi diberi peringatan. Kadang ketemu orang baru, hatinya langsung ga enak, dan ternyata orang itu memang bermasalah. Ini bukan ilmu dukun, ini cahaya yang Allah titipkan karena lisannya jujur dan perutnya dijaga dari haram. 6. Tidak cinta dunia - Zuhud Bukan berarti miskin dan tidak punya apa-apa. Bisa jadi dia punya uang, tapi uang tidak punya dia. Diberi jabatan tidak membuatnya sombong, diberi pujian tidak membuatnya terbang, dihina tidak membuatnya tumbang. Dunia di tangannya, bukan di hatinya. Ciri paling jelas, dia mudah memberi, tidak takut miskin, dan lebih sedih ketinggalan subuh daripada ketinggalan peluang bisnis. Karena di akhir zaman, Dajjal akan menawarkan dunia, cuma yang zuhud yang bisa bilang tidak. 7. Diuji di rezeki dan jodoh - Dua fitnah terbesar Rezekinya dibuat naik turun tidak jelas. Padahal skill ada, usaha keras, tapi hasilnya seret. Jodohnya juga begitu, datang yang salah terus, atau yang baik tapi Allah tunda lama. Ini sengaja. Allah ingin cabut cinta dunia dan cinta manusia dari hatinya secara paksa. Biar dia paham, rezeki bukan dari kerja keras saja, tapi dari Allah. Jodoh bukan soal cinta saja, tapi soal pertolongan untuk akhirat. Kalau dua pintu ini sudah tidak menggoyahkannya lagi, dia siap memikul amanah besar. #JiwaPilihan #TantanganAkhirZaman #TadabburQuran #HijrahIstiqamah *DailyGrowth *SutrisnoGinoga✍️

About