@warta_ekonomi: Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh Rp18.183 pada 29 Oktober 2026, naik sekitar Rp293 dibandingkan posisi 9 Oktober 2026. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, penguatan dolar memberikan dampak berbeda bagi industri manufaktur, bergantung pada orientasi pasar dan sumber bahan bakunya. Industri berorientasi ekspor berpotensi diuntungkan ketika dolar menguat karena pendapatan dalam mata uang asing dapat dikonversi menjadi rupiah dalam jumlah lebih besar. Sebaliknya, industri yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi tekanan biaya produksi. “Untuk industri-industri yang orientasinya ekspor itu pasti senang, karena dengan barang yang sama mendapatkan rupiah yang lebih besar. Tetapi untuk industri yang bahan bakunya dari luar negeri, dari impor, tentu agak berat,” ujar Sarmuji. Menurut dia, pelaku industri perlu melakukan mitigasi dan menyesuaikan perencanaan produksi untuk menghadapi perubahan nilai tukar. Pemerintah juga berharap pergerakan dolar lebih stabil agar industri dapat menyusun proyeksi produksi dengan lebih baik. “Kita harapkan tentu dolar lebih stabil sehingga industri lebih mudah untuk memproyeksikan proses produksinya,” katanya. Naskah dan Video: Karim Editor: Bagus #DolarAS #IndustriManufaktur #Eksportir #NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia
Warta Ekonomi
Region: ID
Friday 30 October 2026 06:00:00 GMT
Music
Download
Comments
bang kinoy :
kalo cuma. ngemeng githu gak perlu menteri pak
2026-10-30 06:52:16
0
manusia biasa :
1
2026-10-30 06:39:58
0
🅼🅸🅺🅰🅸🅻 :
yg menguntung rakyat kecil dipikirkan pak
2026-10-30 10:34:24
0
To see more videos from user @warta_ekonomi, please go to the Tikwm
homepage.