@replay.mission0: Enzo, candidat de la saison 10 de « L’Île de la tentation » 🏝️, condamné pour v.ol. La cour d’appel de Bruxelles a prononcé une peine de 4 ans de prison ⛓️ avec sursis probatoire pour des faits commis en juillet 2020 à Ixelles, en Belgique. En première instance, il avait été condamné à 3 ans de prison ferme. Retour sur les faits et la décision de justice dans cette vidéo. #enzo #iledelatentation #aja #samzirah #pourtoi

Replay Mission
Replay Mission
Open In TikTok:
Region: FR
Friday 30 October 2026 03:39:27 GMT
6293
49
3
9

Music

Download

Comments

maureen62292
maureen62292 :
Sursis seulement
2026-11-02 08:34:29
0
edwigeestebeslobo
Edwige Estebes-lobo :
sursis??
2026-10-30 21:12:49
0
vinc07082
Enzo :
Quel honte
2026-10-30 06:09:12
1
To see more videos from user @replay.mission0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

@anitta O novo álbum de Anitta, **
@anitta O novo álbum de Anitta, **"EQUILIBRIVM"**, tem movimentado a internet ao colocar a espiritualidade no centro de sua narrativa artística. Ao longo dos visuais e das músicas, a cantora apresenta referências a diferentes elementos religiosos e culturais, incluindo cenas inspiradas em tradições de matriz africana, o que despertou um intenso debate nas redes sociais. Entre os momentos que mais repercutiram está a exibição de um ritual de bori nos visuais do projeto. Para muitos fãs e admiradores, a escolha representa um ato de respeito à diversidade religiosa e uma forma de expressar sua identidade espiritual por meio da arte. Nas redes, diversas pessoas elogiaram a coragem da artista em abordar um tema que, historicamente, ainda enfrenta preconceitos no Brasil, destacando a qualidade estética e o significado simbólico do projeto. Por outro lado, o álbum também recebeu críticas, principalmente de parte do público cristão, que manifestou desconforto com algumas das referências presentes na obra. As opiniões divergentes rapidamente transformaram o lançamento em um dos assuntos mais comentados da internet, gerando debates sobre liberdade artística, fé, intolerância religiosa e respeito às diferentes crenças. Independentemente das opiniões, "EQUILIBRIVM" já pode ser considerado um dos trabalhos mais discutidos da carreira de Anitta. A cantora volta a mostrar que não tem receio de explorar temas pessoais e culturais em seus projetos, despertando emoções, reflexões e conversas que vão além da música. Em meio aos elogios e às críticas, o álbum reforça o poder da arte de provocar diálogo e evidencia como a espiritualidade pode ocupar um espaço de destaque na produção artística contemporânea. #anitta #anittacy #equilibrivm
aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku hampir saja diceraikan oleh suamiku sendiri hanya karena aku sudah tidak berdaya, tidak bisa melayani kebutuhan suami dan mengurus rumah tangga akibat kepalaku pusing hebat tak tertahankan yang ternyata dipicu oleh hipertensi. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles.  Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami,  ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa...  raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku hampir saja diceraikan oleh suamiku sendiri hanya karena aku sudah tidak berdaya, tidak bisa melayani kebutuhan suami dan mengurus rumah tangga akibat kepalaku pusing hebat tak tertahankan yang ternyata dipicu oleh hipertensi. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tersiksa menahan sakit, tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang seharusnya menjadi tempat bersandar justru hampir mendepakku dan melayangkan talak di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa. #viral #fyp #darahtinggi #hipertensi #tekanandarahtinggi

About