@y.oi526: #BalliBotMogis #TrendingReels #TrendingReels #Foryoupage ##FYP #FYP #ViralTikTok #MillionViews #TechMagic #SmartBot #AITr

ᗷᗩᗷY ᒪOIᘔ
ᗷᗩᗷY ᒪOIᘔ
Open In TikTok:
Region: US
Friday 30 October 2026 04:18:09 GMT
18439
218
2
16

Music

Download

Comments

rogrio.silva300
Rogério Silva :
sou igual á esse cavalo potente todo kkk
2026-11-03 01:53:27
0
rafiuqe1
Rafiuqe :
👌👌👌
2026-10-30 06:13:05
0
To see more videos from user @y.oi526, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PT Pupuk Indonesia membidik Batam sebagai lokasi pembangunan pabrik amonia dengan nilai investasi sekitar 500 juta dolar AS atau setara Rp8 triliun. Tiga kawasan masuk penjajakan awal, yakni Tanjung Sauh, Setokok, dan Tanjunguncang. Rencana investasi ini muncul di tengah upaya Indonesia mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri, terlebih kontrak ekspor gas ke Singapura dijadwalkan berakhir pada 2028. Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, satu pabrik membutuhkan lahan sekitar 100 hektare dan pasokan gas bumi 100 juta kaki kubik per hari. Pembangunannya diperkirakan memakan waktu tiga tahun. “Nilai investasinya sekitar 500 juta dolar AS. Ketika semua hal yang kita inginkan itu terpenuhi, kita akan segera memulai pembangunan,” kata Rahmad seusai bertemu BP Batam, Senin (2/11) sore. Tiga kawasan tersebut masih dikaji bersama BP Batam. Selama masa konstruksi, proyek ini diperkirakan mampu menyerap hingga 8.000 pekerja. Rahmad menjelaskan, pengembangan industri amonia bertujuan memperkuat industri dalam negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Selain menjadi bahan baku pupuk, amonia juga berpeluang dikembangkan sebagai alternatif bahan bakar rendah emisi untuk sektor pelayaran. “Yang kita inginkan nilai tambahnya ada di dalam negeri,” ujarnya. Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menyatakan dukungan terhadap rencana investasi tersebut. BP Batam akan memfasilitasi kebutuhan lahan, perizinan, dan infrastruktur pendukung. Nilai investasi satu pabrik diperkirakan mencapai Rp8 triliun hingga Rp10 triliun. Penentuan lokasi akan mempertimbangkan akses pelabuhan, ketersediaan air dan energi, serta kesesuaian dengan rencana pengembangan kawasan. Terkait kebutuhan gas, BP Batam juga akan berkoordinasi agar pasokan untuk industri baru tidak mengganggu kebutuhan masyarakat maupun industri yang sudah beroperasi. Reporter: M. Sya’ban Editor: Yofi Editor Video: Rendy Nehemia #investasi #pupukindonesia #bpbatam
PT Pupuk Indonesia membidik Batam sebagai lokasi pembangunan pabrik amonia dengan nilai investasi sekitar 500 juta dolar AS atau setara Rp8 triliun. Tiga kawasan masuk penjajakan awal, yakni Tanjung Sauh, Setokok, dan Tanjunguncang. Rencana investasi ini muncul di tengah upaya Indonesia mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri, terlebih kontrak ekspor gas ke Singapura dijadwalkan berakhir pada 2028. Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, satu pabrik membutuhkan lahan sekitar 100 hektare dan pasokan gas bumi 100 juta kaki kubik per hari. Pembangunannya diperkirakan memakan waktu tiga tahun. “Nilai investasinya sekitar 500 juta dolar AS. Ketika semua hal yang kita inginkan itu terpenuhi, kita akan segera memulai pembangunan,” kata Rahmad seusai bertemu BP Batam, Senin (2/11) sore. Tiga kawasan tersebut masih dikaji bersama BP Batam. Selama masa konstruksi, proyek ini diperkirakan mampu menyerap hingga 8.000 pekerja. Rahmad menjelaskan, pengembangan industri amonia bertujuan memperkuat industri dalam negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Selain menjadi bahan baku pupuk, amonia juga berpeluang dikembangkan sebagai alternatif bahan bakar rendah emisi untuk sektor pelayaran. “Yang kita inginkan nilai tambahnya ada di dalam negeri,” ujarnya. Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menyatakan dukungan terhadap rencana investasi tersebut. BP Batam akan memfasilitasi kebutuhan lahan, perizinan, dan infrastruktur pendukung. Nilai investasi satu pabrik diperkirakan mencapai Rp8 triliun hingga Rp10 triliun. Penentuan lokasi akan mempertimbangkan akses pelabuhan, ketersediaan air dan energi, serta kesesuaian dengan rencana pengembangan kawasan. Terkait kebutuhan gas, BP Batam juga akan berkoordinasi agar pasokan untuk industri baru tidak mengganggu kebutuhan masyarakat maupun industri yang sudah beroperasi. Reporter: M. Sya’ban Editor: Yofi Editor Video: Rendy Nehemia #investasi #pupukindonesia #bpbatam

About