@mudahutagaol73: Cara Koreksi Peta Navigasi Laut (Chart Correction) Koreksi peta laut adalah proses memperbarui informasi pada peta navigasi laut berdasarkan Notice to Mariners (NtM) yang diterbitkan oleh otoritas hidrografi, seperti UKHO atau Pushidrosal. Tujuannya agar peta laut selalu akurat dan aman digunakan untuk navigasi kapal. 1. Peralatan yang diperlukan * Peta laut (Nautical Chart). * Notice to Mariners (NtM). * Pensil navigasi. * Penggaris sejajar (Parallel Ruler). * Jangka (Divider). * Penghapus dan daftar koreksi peta. 2. Langkah-langkah koreksi peta laut Langkah 1 – Periksa nomor peta Pastikan nomor peta sesuai dengan nomor peta yang tercantum dalam Notice to Mariners. Langkah 2 – Periksa edisi peta Pastikan edisi peta masih berlaku dan belum digantikan edisi terbaru. Langkah 3 – Baca Notice to Mariners Pelajari informasi perubahan, seperti: * Perubahan kedalaman laut. * Perubahan posisi buoy. * Perubahan mercusuar (Lighthouse). * Bahaya navigasi baru (Wreck atau Obstruction). * Perubahan alur pelayaran. Langkah 4 – Tentukan posisi koreksi Gunakan koordinat Latitude dan Longitude yang tercantum dalam NtM. Langkah 5 – Lakukan koreksi pada peta Gambarkan atau hapus informasi sesuai instruksi koreksi resmi. Gunakan simbol dan singkatan standar peta laut. Langkah 6 – Catat koreksi Catat nomor NtM, tanggal, dan nomor koreksi pada bagian catatan peta (Correction Record). 3. Jenis-jenis koreksi peta Jenis koreksi Penjelasan Permanent Correction Koreksi permanen Temporary (T) Informasi sementara Preliminary (P) Informasi pendahuluan New Edition Peta edisi baru New Chart Peta baru 4. Contoh praktik koreksi peta Misalnya, Notice to Mariners memberikan informasi: * Posisi: 06°15.00’ S * Longitude: 106°50.00’ E * Kedalaman lama: 15 meter * Kedalaman baru: 8 meter Maka: * Cari posisi koordinat pada peta. * Temukan simbol kedalaman lama. * Koreksi kedalaman menjadi 8 meter sesuai instruksi NtM. * Catat nomor dan tanggal koreksi. Catatan penting untuk perwira navigasi * Jangan melakukan koreksi berdasarkan perkiraan. * Gunakan Notice to Mariners resmi dan terbaru. * Jangan menghapus informasi lama kecuali diperintahkan. * Pastikan semua koreksi dicatat dalam Correction Record. * Periksa status koreksi sebelum peta digunakan untuk pelayaran. Referensi: SOLAS Chapter V Regulation 27 mengatur bahwa peta dan publikasi nautika yang diperlukan untuk pelayaran harus memadai dan selalu diperbarui.#pelautindonesia #safety #learnontiktok #navigator #stcw @Capt.MUDA HUTAGAOL,M.M.,M.Mar

🛟⚓️POJOK PELAUT⚓️🛟
🛟⚓️POJOK PELAUT⚓️🛟
Open In TikTok:
Region: QA
Friday 30 October 2026 05:31:05 GMT
2201
126
0
15

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @mudahutagaol73, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan,  dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang sudah tidak bisa melayani suamiku lagi karena kepalaku terus-terusan pusing berat akibat hipertensi yang menggerogoti tubuhku, dan sebagai puncaknya yang paling menyayat hati, suamiku malah melayangkan gugatan cerai padaku di saat aku sedang berjuang menahan sakit dan tidak berdaya! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir,  “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti,  menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang sudah tidak bisa melayani suamiku lagi karena kepalaku terus-terusan pusing berat akibat hipertensi yang menggerogoti tubuhku, dan sebagai puncaknya yang paling menyayat hati, suamiku malah melayangkan gugatan cerai padaku di saat aku sedang berjuang menahan sakit dan tidak berdaya! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tak berdaya, tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang paling kuandalkan justru tega meninggalkanku dan melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa. #fyp #viral #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About