@tiwirhma: ss muka emip pas mangap plis😭😭 @miftahmbrk #couplecomedy #Relationship #couplegoals #prank #mifftwills

Tiwiiiiiiiiii
Tiwiiiiiiiiii
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 30 October 2026 07:04:26 GMT
310973
27981
641
448

Music

Download

Comments

huningutami
tammy.🐾 :
iks iks iks😭✌
2026-10-30 07:17:41
2863
zahra_kicaw
✰𓏲~𝒛𝒂𝒉𝒓𝒂𝒂*👀~ :
sepi artinya.......
2026-10-30 07:10:12
452
arseelayap
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
sepi amat
2026-10-30 07:08:55
87
raaaajha4
adeee🤏🏻😖 :
info bikin apii 🔥
2026-10-30 07:33:47
182
ni12707
🪼 :
2026-10-30 07:48:29
151
safa201424
pngglilajasafa :
aku terakhir titik
2026-10-30 07:22:21
105
mahaja_gin
. :
emip takut tapi dia penasaran😭😭
2026-10-30 07:27:07
303
sy11ddd.zbd
sy11ddd.zbd_ :
takut tapi di ulang"😂
2026-10-30 08:11:32
96
www.tiktok.comhendra09
suci_wwd?!! :
wkwkwkwk 😭😭
2026-10-30 07:16:20
72
aqilamunisa3
kilyuuu 💫 :
😭✌🏻
2026-10-30 08:11:39
36
raparapa5543
»★ecaa_ca★« :
walaupun tkut tetep aja dilihat wkwk Miftah
2026-10-30 07:12:18
40
ifahhhh22_blueeeeee
🄰𝖈𝖆𝖓𝖈𝖊𝖗_🦀♋🫧 :
😭😭😭, ga espek miftah takut, kirain ini buat anak anak doang 🤣
2026-10-30 08:32:56
18
aboutlfx9jn
@whys angel? :
nihh kkk
2026-10-30 07:30:13
46
engga_iq
𝐍𝐄𝐗𝐓 | 𝐆𝐀𝐍𝐙 :
di kira emip anak kecil 💜👶🏻
2026-10-30 07:48:44
20
nzaa_49
nzz_👀 :
h-hehahekkkghh😭
2026-10-30 07:31:31
18
warno8629
j🅰️u22@ $y@nt1k ✨💜💥 :
kagetnya Nyamber woyyy
2026-10-30 07:44:19
12
st.zilfa.nur.amal
st.zilfa nur amaliah :
firstttt
2026-10-30 07:07:23
1
rararararaaa14
rararararaaa14 :
e e eh
2026-10-30 07:17:49
9
pwrettiesskeyy01
pwrettiesskeyy01 :
malah kecanduan anjir😭😭
2026-10-30 07:15:23
5
jihan.fatiha3
Jihan Fatiha :
info bikin api 😖🔥
2026-10-30 08:39:50
7
sumini.1986
Fadillah summ :
kok di hp aku beda sih
2026-10-30 07:12:13
6
jjmiee_3
ZRxCiazzzzz💖🎀 :
tumben sepi😌😌
2026-10-30 07:08:04
13
zaharaa0310
𝐚𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬𝐥𝐥𝟎𝐨𝐯𝐞𝐞𝐞🐝 :
info bikin steak
2026-10-30 07:45:21
6
izzatulayimi
★𝙘𝙚𝙬𝙚𝙠_★𝙝𝙞𝙩𝙖𝙢🦋 :
terakhir titik
2026-10-30 07:12:31
15
anak_wibuuu_jier
[Restu ganteng]✓ :
"tiwiiiiiiiiii telah mengikuti anda" when ya kalo gitu aku njerit
2026-10-30 08:32:19
15
To see more videos from user @tiwirhma, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kita pernah duduk paling dekat dari seluruh jarak di dunia. Pernah saling merayakan tawa, seolah waktu adalah pesta yang tidak akan bubar. Pernah percaya bahwa semesta hanya menciptakan dua poros; aku dan kamu. Aku kira, kita adalah dua koordinat yang diam-diam disatukan oleh garis tak terlihat seperti dua bintang yang tidak sengaja saling menemukan dalam gelap, lalu sepakat menjadi rasi agar tidak lagi merasa sendirian. Aku mengira, kita adalah rumah. Tempat segala lelah pulang tanpa perlu mengetuk. Tempat segala luka diterjemahkan menjadi bahasa yang lebih lembut. Dan kamu adalah kamus yang membuat semua hal dalam diriku akhirnya punya arti. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah jawaban dari segala kemungkinan. Bahwa selama ada kita, dunia bisa dinegosiasikan. Bahwa luka bisa dinegosiasi ulang, dan perpisahan hanyalah kesalahan penafsiran. Aku pernah begitu yakin, bahwa semesta tidak mungkin sekejam itu—mendekatkan dua orang sejauh ini, hanya untuk mengajarkan bagaimana cara berpisah dengan cara yang paling menyakitkan. Aku pernah percaya, bahwa segala yang terasa sebesar ini pasti punya alasan untuk bertahan. Tapi, ternyata bukan kita. Kita hanyalah dua luka yang saling menemukan cara untuk terasa sembuh, lalu diam-diam saling menambah kedalaman sayatan. Kita adalah kesalahan yang terasa benar pada waktu yang salah. Kita tidak gagal. Kita hanya selesai sebelum sempat dimulai dengan benar. Kita kira tujuan kita sama, padahal sejak awal, kita hanya berjalan di jalan yang beririsan; bertemu di satu titik, lalu kembali menjadi dua arah yang tidak lagi saling mengenal. Dan yang paling menyakitkan bukan perpisahannya, melainkan kesadaran bahwa: kita pernah begitu yakin. Yakin bahwa tangan ini akan selalu punya pasangan. Yakin bahwa nama kita akan ditulis berdampingan dalam doa-doa panjang. Yakin bahwa dunia, setidaknya, akan memberi kita sedikit keadilan untuk tetap bersama. Namun semesta tidak pernah menjanjikan keadilan, ia hanya memberi kemungkinan, dan kita dengan segala cinta yang kita punya, ternyata tidak cukup kuat untuk menjadi satu-satunya kemungkinan yang dipilih. Bukan kita, bukan selamanya, hanya kita yang sempat menyangka: bahwa cinta saja cukup. Kini aku mengerti, tidak semua yang terasa seperti rumah, benar-benar tempat pulang. Tidak semua yang terasa seperti takdir, benar-benar ditulis untuk tinggal. Dan kita adalah pelajaran yang terlalu indah untuk disebut kesalahan, tapi terlalu rapuh untuk disebut selamanya. Ternyata, hanya aku dan kamu; dua orang yang sempat percaya bahwa
Kita pernah duduk paling dekat dari seluruh jarak di dunia. Pernah saling merayakan tawa, seolah waktu adalah pesta yang tidak akan bubar. Pernah percaya bahwa semesta hanya menciptakan dua poros; aku dan kamu. Aku kira, kita adalah dua koordinat yang diam-diam disatukan oleh garis tak terlihat seperti dua bintang yang tidak sengaja saling menemukan dalam gelap, lalu sepakat menjadi rasi agar tidak lagi merasa sendirian. Aku mengira, kita adalah rumah. Tempat segala lelah pulang tanpa perlu mengetuk. Tempat segala luka diterjemahkan menjadi bahasa yang lebih lembut. Dan kamu adalah kamus yang membuat semua hal dalam diriku akhirnya punya arti. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah jawaban dari segala kemungkinan. Bahwa selama ada kita, dunia bisa dinegosiasikan. Bahwa luka bisa dinegosiasi ulang, dan perpisahan hanyalah kesalahan penafsiran. Aku pernah begitu yakin, bahwa semesta tidak mungkin sekejam itu—mendekatkan dua orang sejauh ini, hanya untuk mengajarkan bagaimana cara berpisah dengan cara yang paling menyakitkan. Aku pernah percaya, bahwa segala yang terasa sebesar ini pasti punya alasan untuk bertahan. Tapi, ternyata bukan kita. Kita hanyalah dua luka yang saling menemukan cara untuk terasa sembuh, lalu diam-diam saling menambah kedalaman sayatan. Kita adalah kesalahan yang terasa benar pada waktu yang salah. Kita tidak gagal. Kita hanya selesai sebelum sempat dimulai dengan benar. Kita kira tujuan kita sama, padahal sejak awal, kita hanya berjalan di jalan yang beririsan; bertemu di satu titik, lalu kembali menjadi dua arah yang tidak lagi saling mengenal. Dan yang paling menyakitkan bukan perpisahannya, melainkan kesadaran bahwa: kita pernah begitu yakin. Yakin bahwa tangan ini akan selalu punya pasangan. Yakin bahwa nama kita akan ditulis berdampingan dalam doa-doa panjang. Yakin bahwa dunia, setidaknya, akan memberi kita sedikit keadilan untuk tetap bersama. Namun semesta tidak pernah menjanjikan keadilan, ia hanya memberi kemungkinan, dan kita dengan segala cinta yang kita punya, ternyata tidak cukup kuat untuk menjadi satu-satunya kemungkinan yang dipilih. Bukan kita, bukan selamanya, hanya kita yang sempat menyangka: bahwa cinta saja cukup. Kini aku mengerti, tidak semua yang terasa seperti rumah, benar-benar tempat pulang. Tidak semua yang terasa seperti takdir, benar-benar ditulis untuk tinggal. Dan kita adalah pelajaran yang terlalu indah untuk disebut kesalahan, tapi terlalu rapuh untuk disebut selamanya. Ternyata, hanya aku dan kamu; dua orang yang sempat percaya bahwa "kita" itu ada, sebelum akhirnya sadar: yang abadi bukanlah kebersamaan, melainkan kenangan tentang bagaimana kita pernah hampir menjadi segalanya. #aksarapena #sebuahtulisan #kitahampirbersama #prosa #fyp

About