@auliasara36: #style #hiburan #senyumcantik

Aulia_sarah
Aulia_sarah
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 01 November 2026 00:16:07 GMT
595
89
10
2

Music

Download

Comments

fandra5121
Carlos :
assiiiiikkkk
2026-11-01 08:09:50
0
yetno.yetno320
Yetno Yetno :
buku lowongan kerja dek klau ada dn bisa aku mau kerja ya 😂😂😂👍
2026-11-02 03:45:03
0
yanto25840
Yanto :
Assalamualaikum Wr wb izin Hadir kk
2026-11-01 09:12:21
1
mariadi900
@Mariadi@ :
assalamualaikum cantik
2026-11-01 06:09:07
0
paimin676
🌴paimen_17🌴 :
cantik.banget.haeee.sayang
2026-11-02 01:48:50
0
sule46271
POHARA JASA -2 :
ula cantik bgt pgi ini shat sllu ayank
2026-11-01 00:26:37
0
abumiftah12gmail.com
Abu Miftah pa konci :
Barakallahu fiikum, cantiknya begini dari pada kaus dan celana ketat.
2026-11-02 05:06:06
0
sembungwahrni
lumbir kamandaka :
🥰🥰
2026-11-02 03:37:46
0
sule46271
POHARA JASA -2 :
🥰🥰🥰
2026-11-01 00:26:12
0
jamaludinjamalu41
Juanda malik :
Assalamualaikum Wrwb dik di follow KK ya 🤣😂🤣🤣
2026-11-01 13:22:52
0
To see more videos from user @auliasara36, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh tekanan mental yang luar biasa, dan membuatku menangis terisak sendirian di sudut kamar seusai lelah banting tulang,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku capek banget harus banting tulang jadi tulang punggung keluarga sendirian, gara-gara suamiku tidak bisa bekerja akibat hipertensi, tapi alih-alih istirahat dan jaga kesehatan, dia tiap hari malah asyik begadang dan keluyuran malam tak kenal waktu! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh.  Tiap kali suamiku pulang keluyuran malam ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek kurang tidur doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa rebahan.” Paling banter dia cuma dibiarkan tidur sebentar tanpa pernah mau peduli ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang ditumpuk suamiku tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Suamiku hobi banget begadang sampai subuh, nongkrong keluyuran malam gak jelas, menampung stres ego sendiri,  ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan pinggir jalan, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal batasan. Kami selalu mikir badannya bakal kuat menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di lantai rumah seusai pulang malam. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa...  raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh tekanan mental yang luar biasa, dan membuatku menangis terisak sendirian di sudut kamar seusai lelah banting tulang, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku capek banget harus banting tulang jadi tulang punggung keluarga sendirian, gara-gara suamiku tidak bisa bekerja akibat hipertensi, tapi alih-alih istirahat dan jaga kesehatan, dia tiap hari malah asyik begadang dan keluyuran malam tak kenal waktu! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali suamiku pulang keluyuran malam ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek kurang tidur doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa rebahan.” Paling banter dia cuma dibiarkan tidur sebentar tanpa pernah mau peduli ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang ditumpuk suamiku tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Suamiku hobi banget begadang sampai subuh, nongkrong keluyuran malam gak jelas, menampung stres ego sendiri, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan pinggir jalan, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal batasan. Kami selalu mikir badannya bakal kuat menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di lantai rumah seusai pulang malam. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak di angka krisis ekstrem 210/110! Pembuluh darahnya sudah terancam pecah dan hampir memicu stroke!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang memicu kelemahan fungsi tubuh! Beliau tidak boleh lagi kelelahan, tidak boleh begadang, dan harus total berhenti bekerja untuk pemulihan!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Rumah tangga kami berubah jadi neraka penderitaan: suami hanya bisa diam di rumah karena sakit-sakitan, tabungan ludes terkuras, dan aku harus banting tulang menggantikannya mencari nafkah di tengah rasa lelah luar biasa sementara dia tetap tidak punya empati dan masih suka mengabaikan kesehatannya. #viral #fyp #hipertensi #tekanandarahtinggi #darahtinggi

About