@sewaktu.com: Aksi demo mahasiswa UI di Bundaran HI, Rabu (28/10/2026), ternyata menggunakan strategi “Kuda Troya”. BEM UI mengerahkan bus untuk mengalihkan perhatian aparat di Menara UOB, sementara rombongan lain bergerak menggunakan sekitar 40 angkot T19 dari arah utara dan timur. Namora Siahaan dari BEM UI menyebut strategi awalnya berhasil, tetapi polisi cepat memperkuat barikade. Akibatnya, sebagian mahasiswa tertahan dan mobil komando gagal mencapai lokasi meski mencoba delapan jalur. Di balik aksi tersebut, sejumlah sopir angkot mengaku menerima bayaran. Atur Santoso dijanjikan Rp500 ribu, tetapi menerima sekitar Rp450 ribu setelah dipotong koordinator. Sopir lainnya menerima Rp430 ribu hingga Rp450 ribu untuk mengantar mahasiswa.