@mongabayindonesia: Kabupaten Raja Ampat di Provinsi Papua Barat Daya terkenal sebagai destinasi wisata. Gugusan pulau-pulau kecil dengan birunya air laut menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang tak ternilai. Namun, kekayaan alam yang telah dijaga oleh masyarakat adat secara turun-temurun itu kini terancam. Di sela pertemuan Konferensi Keanekaragaman Hayati (COP17) di Yerevan, Armenia, pada Selasa, 27 Oktober 2026, perwakilan masyarakat adat Raja Ampat, Ronisel Mambrasar, menyampaikan bahwa keindahan alam terancam hilang akibat izin pertambangan nikel. Liputan ini merupakan bagian dari program The 17th Conference of the Parties to the Convention on Biological Diversity Fellowship 2026 yang diselenggarakan oleh Earth Journalism Network.